| |
Senin, 16 Juli 2012 16:39 Program Sejuta Sapi, Rohul Berpotensi Sebagai Daerah Sentra Sapi di Riau
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Provinsi Riau berusaha kembalikan kejayaan
Kabupaten Rokan Hulu sebagai sentra produksi sapi. Provinsi berharap,
daerah melibatkan perusahaan lokal untuk program pengembangan.
“Bupati telah mencanangkan program sejuta ekor sapi, sebab itu lah kita
menjadikan program ini sebagai titik awal, dan seperti apa tindaklanjutinya
nanti,” papar A.R Patrianov, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
Riau, menjawab riauterkini.com di sela-sela Seminar dan Laporan Pendahuluan
Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Peternakan di Kabupaten Rohul,
di Aula Kantor Bappeda Rohul, Senin (16/7/12).
Patrianov mengaku, secara umum Kabupaten Rohul memiliki potensi besar
sebagai sentra produksi sapi di Riau. Sebelum dimekarkan dari Kabupaten
Kampar 1999 silam, katanya Rohul yang kala itu masih bernama
Pasirpangaraian telah menjadi sentra produksi sapi di Riau.
Selain Sumber Daya Manusia (SDM) dan peternak mendukung, kebutuhan pakan di
Rohul dirasa cukup, namun masih diperlukan manajemen dan manajerial
pengembagan. Untuk alokasi anggaran, dikauinya Provinsi Riau tertinggi
menyalurkan bantuan untuk Rohul yaitu sekitar Rp4,5 miliar.
“Namun begitu, Rohul jangan berharap bantuan dari APBN dan APBD Provinsi
Riau saja, tapi bagaimana perusahaan di sini ikut membantu,” harapnya.
Seminar juga dihadiri tenaga ahli penyusun dari LPM UNRI. Kepala Bappeda
Rohul Hen Irpan, didampingi sekretarisnya Nifzar, mengatakan, kegiatan
bertujuan dalam memajukan strategi swa sembada daging dan persediaan
produksi ternak di Rohul, sehingga mampu menjawab tantangan dan kekurangan
kebutuhan daging di Provinsi Riaua, apalagi sekitar 70 persen stok
kebutuhan daging di Riau masih didatangkan dari luar daerah, seperti dari
Provinsi Lampung, Sumatera Barat, dan pulau Jawa.
“Target kegiatan adalah sebagai upaya mencapai program sejuta ekor sapi
2016 mendatang, seperti peningkatan bibit, stok produksi ternak, dan stok
kebutuhan daging,” tandasnya.
Masih di tempat sama, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan)
Rohul, Marjoko mengatakan pihaknya telah menyusun ploting kawasan-kawasan
sentra produksi ternak, apalagi Rohul ditunjuk sebagai daerah Ring Satu di
Riau.
Katanya, dari 16 kecamatan, sedikitnya lima kecamatan ditunjuk sebagai
daerah sentra produksi sapi, seperti Kecamatan Tambusai, Rambahsamo,
Tambusai Utara, Kepenuhan, dan Tandun.
Karena terbatasnya anggaran APBD Rohul, Marjoko mengaku, Disnakan terus
berupaya mendapatkan dana bantuan APBN dan APBD Provinsi Riau. Seperti 2013
mendatang, melalui dana APBN, Rohul menerima alokasi dana bantuan Rp4,5
miliar.
“Sedangkan dari APBD Riau, kita akan mendapatkan bantuan dana Siska dan
rencana menerima bantuan 100 ekor sapi,” ungkapnya.
Kerjasama dengan PTPN V melalui CSR tahun ini, ditargetkan 1.000 ekor,
dengan target tiga tahun kedepan mencapai 16.000 ekor sapi, namun masih
dalam proses. Perbankan juga mendukung program KKPE sekitar Rp2,5 miliar
diperuntukkan 10 kelompok tani beranggotakan 119 orang.
“Perusahaan lain masih enggan dan belum tertarik membantu program
pengembangan sapi, tapi untuk perusahaan BUMN sudah diwajibkan pemerintah,”
katanya.
Sampai 2012, populasi produksi sapi di Rohul, sesuai data stastik masih
jauh dari program sejutar sapi, yakni baru sekitar 41.000 ekor sapi,
sementara 2011 populasi baru sekitar 26.000 ekor sapi.
“Melalui berbagai sektor, dengan jumlah penduduk sekarang, minimal per KK
(kepala keluarga) per jiwa penduduk memiliki satu sampai lima ekor sapi.
Kita optimis target 2016 mendatang tercapai jika bantuan terus mengalir
untuk pengembangan program,” harapnya.***(zal)
| | | |