VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


15/05/2013 16:10
Wabup Rohul Curhat 5 Desa Sengketa ke Tim Kemendagri

15/05/2013 15:24
Kemendagri Serasikan Program Kependudukan dengan Disdukcapil Rohul

14/05/2013 18:12
Perawat se-Riau Ikuti Rakorprov PPNI 2013 di Rohul

14/05/2013 17:43
KPA Rohul Gelar Lomba Mendongeng tingkat SD/MI dan Diklat Arsip

14/05/2013 16:29
Rapat Finishing Dishutbun Rohul Jelang MTQ dan Peda KTNA Riau

14/05/2013 16:22
BPBD Rohul Latih Personil Tanggap Penanggulangan Bencana

13/05/2013 18:10
RKPD Rohul 2014, Penuhi Infrastruktur dan Tumbuhkan Ekonomi

12/05/2013 16:23
Wabup Rohul Minta Jaga Kamtibmas Akibat Potensi Konflik dan KKPA

10/05/2013 16:51
6 Paket Multi Years sudah Berjalan,
Rohul Targetkan 22 Km Jalan Menjadi Jalur Hijau

10/05/2013 16:30
DW Kemenag Rohul Taja Pelatihan Home Industri

10/05/2013 14:05
Cegah Kanker Mulut Rahim,
DW Sub Dishutbun Rohul Gelar Sosialisasi Cara Hidup Sehat

7/05/2013 17:49
Pemkab Rohul Sosialisasikan UMK dan UMSSP 2013

7/05/2013 16:50
Tindakan Preventif Tanggulangi Konflik,
Pemkab Rohul Susun Pemetaan dan Deteksi Dini Konflik

7/05/2013 15:23
Kerjasama Disbudpar Riau dan Disbudpar Rohul,
Pengusaha Rumah Makan dan Hotel Ikuti Penyuluhan Sadar Wisata 2013

6/05/2013 18:14
Tampilkan Berbagai Potensi Daerah
Stand Rohul Juara Pertama di Dumai Expo 2013

 
 
Senin, 16 Juli 2012 16:39
Program Sejuta Sapi,
Rohul Berpotensi Sebagai Daerah Sentra Sapi di Riau


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Provinsi Riau berusaha kembalikan kejayaan Kabupaten Rokan Hulu sebagai sentra produksi sapi. Provinsi berharap, daerah melibatkan perusahaan lokal untuk program pengembangan.

“Bupati telah mencanangkan program sejuta ekor sapi, sebab itu lah kita menjadikan program ini sebagai titik awal, dan seperti apa tindaklanjutinya nanti,” papar A.R Patrianov, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, menjawab riauterkini.com di sela-sela Seminar dan Laporan Pendahuluan Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Peternakan di Kabupaten Rohul, di Aula Kantor Bappeda Rohul, Senin (16/7/12).

Patrianov mengaku, secara umum Kabupaten Rohul memiliki potensi besar sebagai sentra produksi sapi di Riau. Sebelum dimekarkan dari Kabupaten Kampar 1999 silam, katanya Rohul yang kala itu masih bernama Pasirpangaraian telah menjadi sentra produksi sapi di Riau.

Selain Sumber Daya Manusia (SDM) dan peternak mendukung, kebutuhan pakan di Rohul dirasa cukup, namun masih diperlukan manajemen dan manajerial pengembagan. Untuk alokasi anggaran, dikauinya Provinsi Riau tertinggi menyalurkan bantuan untuk Rohul yaitu sekitar Rp4,5 miliar.

“Namun begitu, Rohul jangan berharap bantuan dari APBN dan APBD Provinsi Riau saja, tapi bagaimana perusahaan di sini ikut membantu,” harapnya.

Seminar juga dihadiri tenaga ahli penyusun dari LPM UNRI. Kepala Bappeda Rohul Hen Irpan, didampingi sekretarisnya Nifzar, mengatakan, kegiatan bertujuan dalam memajukan strategi swa sembada daging dan persediaan produksi ternak di Rohul, sehingga mampu menjawab tantangan dan kekurangan kebutuhan daging di Provinsi Riaua, apalagi sekitar 70 persen stok kebutuhan daging di Riau masih didatangkan dari luar daerah, seperti dari Provinsi Lampung, Sumatera Barat, dan pulau Jawa.

“Target kegiatan adalah sebagai upaya mencapai program sejuta ekor sapi 2016 mendatang, seperti peningkatan bibit, stok produksi ternak, dan stok kebutuhan daging,” tandasnya.

Masih di tempat sama, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Rohul, Marjoko mengatakan pihaknya telah menyusun ploting kawasan-kawasan sentra produksi ternak, apalagi Rohul ditunjuk sebagai daerah Ring Satu di Riau.

Katanya, dari 16 kecamatan, sedikitnya lima kecamatan ditunjuk sebagai daerah sentra produksi sapi, seperti Kecamatan Tambusai, Rambahsamo, Tambusai Utara, Kepenuhan, dan Tandun.

Karena terbatasnya anggaran APBD Rohul, Marjoko mengaku, Disnakan terus berupaya mendapatkan dana bantuan APBN dan APBD Provinsi Riau. Seperti 2013 mendatang, melalui dana APBN, Rohul menerima alokasi dana bantuan Rp4,5 miliar.

“Sedangkan dari APBD Riau, kita akan mendapatkan bantuan dana Siska dan rencana menerima bantuan 100 ekor sapi,” ungkapnya.

Kerjasama dengan PTPN V melalui CSR tahun ini, ditargetkan 1.000 ekor, dengan target tiga tahun kedepan mencapai 16.000 ekor sapi, namun masih dalam proses. Perbankan juga mendukung program KKPE sekitar Rp2,5 miliar diperuntukkan 10 kelompok tani beranggotakan 119 orang.

“Perusahaan lain masih enggan dan belum tertarik membantu program pengembangan sapi, tapi untuk perusahaan BUMN sudah diwajibkan pemerintah,” katanya.

Sampai 2012, populasi produksi sapi di Rohul, sesuai data stastik masih jauh dari program sejutar sapi, yakni baru sekitar 41.000 ekor sapi, sementara 2011 populasi baru sekitar 26.000 ekor sapi.

“Melalui berbagai sektor, dengan jumlah penduduk sekarang, minimal per KK (kepala keluarga) per jiwa penduduk memiliki satu sampai lima ekor sapi. Kita optimis target 2016 mendatang tercapai jika bantuan terus mengalir untuk pengembangan program,” harapnya.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012