| |
Selasa, 17 Juli 2012 20:00 Bupati Rohul Panen Ikan di Sungai Rantau Larangan Rokan IV Koto
Riauterkini-ROKANIVKOTO- Masyarakat Dusun II Lubuk Ingu, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto, Selasa pagi (17/7/12), ikut panen ikan dari Sungai Rantau Larangan setempat.
Panen ikan di Sungai Rantau Larangan atau biasa disebut Lubuk Larangan, merupakan tradisi leluhur setempat yang masih melestarikan sampai sekarang. Sebelum turun ke sungai, masyarakat mengikuti proses ritual yang dipimpin tokoh adat setempat.
Sebelum panen ikan, secara spontanitas, masyarakat mengumpulkan dana dari para pengunjung dan undangan. Dana itu, kata masyarakat, untuk keperluan yang bersifat sosial, seperti untuk membangun masjid, dan kegiatan sosial lain.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Ismail bergelar Datuk Merajo, mengaku, tradisi panen ikan bersama di desanya sudah berjalan puluhan tahun silam. Pada momen-momen tertentu, katanya tradisi mesti melalui proses ritual dan mesti mendapat restu seorang dukun yang didaulat
memegang amanah.
Jika ada masyarakat yang berani menangkap ikan di luar momen, tanpa izin dukun, maka diperaya akan ada bala seperti perut membusung. “Itu sudah terbukti, oleh karenanya masyarakat ikut menjaga dan menghormati amanah dari tradisi kita ini,” harapnya.
Afli Zarman, tokoh masyarakat lain, mengungkapkan, Sungai Rantau Larangan juga biasa disebut Sungai Mentawai, telah sekian kalinya menerima penghargaan di bidang penyelamatan lingkungan hidup, baik di
tingkat Kabupaten Rohul dan Provinsi Riau.
Terlepas dari itu, katanya desanya telah memiliki SMP Negeri, 3 masjid, Puskesmas yang representatif, sebab itu sudah sepantasnya masyarakat Dusun II Lubuk Ingu, mengajukan permohonan pemekaran desa. Perihal itu dikatakan langsung Alfi Zarman kepada Bupati Rohul
Achmad.
Pada sambutannya, Bupati Rohul Achmad, yang ikut panen bersama masyarakat mengaku bangga terjaganya tradisi panen ikan di Lubuk Larangan. Dia merasa terhormat diundang mengikuti tradisi
tersebut.
Sebagai salahsatu daerah yang bakal dijadikan lokasi PON XVII Riau 2012, tepatnya di Bukit Bungkus Nasi, bupati minta masyarakat Desa Cipang Kiri Hilir kompak dan bersatu. Sebab, helatan nasional itu, katanya berdampak terhadap ekonomi dan Infrastruktur setempat.
“Sebab itu agar masyarakat kompak dan bersatu padu sebagai tuan rumah
cabang olahraga Para Layang di PON nanti,” sampainya.
Adanya keinginan masyarakat desa setempat agar desa dimekarkan, Bupati
Achmad mengatakan akan mempertimbangkan usulan tersebut sepanjang
prosesnya terpenuhi untuk dimekarkan. “Prosesnya memerlukan waktu,
sebab itu masyarakat mesti bersabar,” mintanya.
Pada pengumpulan dana yang dilakukan masyarakat, dana terkumpul dari
para pejabat dan masyarakat sekitar Rp27,5 juta, termasuk bantuan dari
Bupati Achmad sebesar Rp10 juta.
Saat panen ikan bersama dengan seluruh masyarakat, bupati turun ke
Sungai Rantau Larangan, bersama wakilnya Hafith Syukri, Anggota DPRD
Rohul Asri, sejumlah kepala satuan kerja, Camat Rokan IV Koto
Ridarmanto, Upika setempat, para kepala desa, dan masyarakat
setempat.***(zal)
| | | |