| |
Kamis, 26 Juli 2012 19:36 Pegawai Didesak Serius, Program Revitalisasi Kebun Rakyat di Rohul Belum Tuntas
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan (Kadishutbun) Kabupaten Rokan Hulu, Sugiyarno, mendesak pegawainya untuk segera menangani serius program revitalisasi kebun masyarakat dan secepat mungkin.
Demikian kata Sugiyarno, saat memimpin rapat membahas beberapa program kerja di kantornya, Kamis (26/7/12), turut diikuti sekretarisnya Suharman, Kabid Bimbingan Usaha Perkebunan Abunawas, Kabid
Perlindungan dan Pengawasan Hutan Arie Andrian, Kabid Rehabilitasi Kehutananan Yosrizal, dan sejumlah pejabat Dishutbun lain.
Dia berharap, intruksi Bupati Rohul Achmad, agar program revitalisasi kebun karet dan kepala sawit pemerintah untuk masyarakat dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi program telah dibantu pihak Perbankan dengan bunga pinjaman rendah sekitar 6 persen.
“Ini merupakan program jangka panjang sampai 12 tahun. Selama tiga tahun, kita persiapkan mulai rekrutmen dan tahapan lain. Jika sudah layak, segera konversikan kepada masyarakat,” arahnya, Kamis.
Menurutnya, saat program revitalisasi tanaman karet berusia 6 tahun atau sudah menghasilkan getah, petani baru mulai melakukan cicilan angsuran ke bank Mandiri. “Ditargetkan di tahun ke sepuluh, kredit
petani sudah tuntas di bank,” harapnya.
Sugiyarno berharap, seluruh pejabat di Dishutbun tidak mempersulit proses kepentingan masyarakat pada program revitalisasi kebun karet. Dia arahkan untuk menggelar sosialisasi melalui kelompok dan melalui koperasi.
Bank Mandiri, katanya telah sepakat membantu modal petani untuk menjalankan program revitaliasi kebun karet pada tahap awal. “Ini harus dilaksanakan dan tidak lagi dengan hitungan bulan, tapi digesa
sehingga program itu segera dirasakan manfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain program revitalisasi kebun karet, Dishutbun Rohul juga sedang mem-persiapkan cadangan lahan sekitar 3.300 hektar lahan untuk program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) sebagai lahan perkebunan karet
masyarakat.
Sampai saat ini, katanya lahan cadangan untuk program HTR belum ada titik temu. Banyaknya usulan masyarakat, katanya justru bukan untuk lahan pencadangan, sehingga belum bisa diakomodir Dishutbun
Rohul.
“Permohonan masyarakat mengacu pada Perda HPT (hutan produksi terbatas) sesuai pencandangan. Untuk itu, diharapkan petugas terkait menyosialisasikan dan tolong segera mem-prosesnya.”
“Jika perlu panggil investor untuk kerjasama dalam membangun kebun masyarakat, sebab melalui berbagai program ini, kedepan taraf ekonomi masyarakat meningkat dalam waktu jangka panjang,” paparnya.***(zal)
Teks Foto : Kadishutbun Rohul, Sugiyarno memimpin rapat terkait finishing revitalisi kebun untuk rakyat. Dia mendesak pejabatnya segera selesaikan program tersebut.
| | | |