VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN 2005-2025 : Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Oleh Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Sejahtera pada Tahun 2025; VISI JANGKA MENENGAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2006-2011 : Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Terbentuknya Landasan yang Kuat Menuju Kabupaten Siak Sebagai Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju
BERITA LAINNYA

29/05/2017 17:45
Diselenggarakan Kemendikbud,
"Sultan Syarif Kasim II Sang Republikan" Masuk 30 Besar Lomba LKAS 2017

26/05/2017 19:23
Dinas PU Tarukim Bantah SPAM Siak Macet

24/05/2017 17:35
Objek Wisata Baru, Siak Punya Taman Rusa Hutan Liar

21/05/2017 22:37
Ketiga Kali,
Bupati Siak Terima Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

15/05/2017 20:10
Masuk Daftar Kota Pusaka se-Indonesia,
Dinas PU Tarukim Siak Ikuti Workshop Kemen PUPR di Jakarta

15/05/2017 07:51
Wujudkan Tri Darma, Umri Sepakati Kerjasama dengan Pemkab Siak

12/05/2017 09:57
Termasuk 2 Asisten, 24 Pejabat Lolos Asessment Merebutkan 5 Jabatan OPD Pemkab Siak

9/05/2017 20:02
Didanai APBN,
Kemen PUPR Didampingi Bupati Siak Tinjau Pembangunan Irigasi Rp33 M

3/05/2017 19:09
Sekda Siak Tinjau UNBK Tingkat SMP

2/05/2017 19:29
Peringati Hardiknas, Sekda Siak Bagi-bagi Hadiah kepada Pemenang Lomba

25/04/2017 19:19
Bersama HUT ke-67 Satpol PP dan ke-55 Linmas,
Wabup Siak Pimpin Apel Peringatan XXI Hari Otda

19/04/2017 18:12
Pemkab Siak Lelang 5 Jabatan Kepala OPD

18/04/2017 17:52
Tuanku Tambusai Cerita Perdana Disuguhkan Siswi SD,
Bupati Siak Buka Lomba Pidato dan Mendongeng Berbahasa Melayu

17/04/2017 18:57
Bupati Syamsuar Ceritakan Sejarah Kerajaan Siak Kepada Guru-guru Se-Indonesia

8/04/2017 14:19
Bersinergi dengan Pemkab Siak,
PT Musi Mas Aspal Jalan Panglima Gimbam di Kotogasib

Jum’at, 15 April 2016 07:03
Wabup Siak Paparkan Keunggulan Pelayanan Publik Daerahnya pada Ombudsman Riau

Riauterkini-SIAK- Wakil Bupati (Wabup) Siak Alfedri, Rabu (14/4/16) menyambut kedatangan perwakilan Ombusdman RI di Kota Istana, acara berlangsung di ruang pucuk rebung kantor Bupati Siak. Dalam acara tersebut, Wabup Alfedri mengungkapkan beberapa keberhasilan tentang pelayanan dan keterbukaan pelayanan pablik, dan hal itu mendapatkan apresiasi dari perwakilan Ombudsman RI.‎

‎Baru-baru ini Kabupaten Siak, satu-satu se-Riau masuk ke dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016 dan menerima penghargaan dari Kementerian PAN RB di Surabaya. Inovasi Pelayanan Publik ini adalah program Unit Reaksi Cepat perbaikan jalan berlubang Dinas BMP Siak, dan juga hasil aduan dari masyarakat khusus jalan kabupaten saja.‎

Lebih lanjut Alfedri menyampaikan, inovasi yang sudah dilakukan antara lain, Paten dan e-Paten di seluruh kecamatan. Pelaksanaan Paten ini mendapat penghargaan dari Kemendagri yang selanjutnya dipilih sebagai daerah percontohan Nasional.‎

‎ Sistem Perizinan Online dan Tracking System (SPOT) dari BPMP2T, kebijakan zero complaint pada pelayanan administrasi terpadu kecamtan (Paten) di kecamatan Sungai Mandau masuk Top 99 Sinovik 2016. Usaha kesehatan gigi sekolah dengan fit for school programe, Jambore perpustakaan kampong, Sistem informasi perizinan 3 in 1 (cara mudah layanan investasi), Itsbat nikah keliling wujudkan nawa cita pertama, zero asap rokok, serta peningkatan kapasistas, kinerja guru dan tenaga kependidikan, (GTK) dengan pemanfaatan SI-PINTAR dalam monitoring tingkat kehadiran GTK dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Siak.‎

Tak lupa Ia juga sampaikan produk layanan SKPD dalam rangka peningkatan kualitas pelayan publik yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak.‎‎

“Kami terus melakukan upaya-upaya dan inovasi terbaru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, karena sudah menjadi niat kami selaku pemimpin bagaimana melayani masyarakat dengan baik.” terang Wabup Alfedri.‎

Sementara itu Kepala Perwakilan Ombudsman Riau Ahmad Fitri, mengapresiasi upaya-upaya yang telah di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Siak dalam membangun pelayanan public. “saya sudah mendengar bahwa pelayanan di Siak ini sudah bagus dan alangkah bagusnya apabila kita tingkatkan lagi” ujarnya di sela-sela sambutan.‎‎

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan tugas dari Ombudsman sebagai menerima laporan atas dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik serta mengawasi penyelenggaraan pelayanan public, baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara dan pemerintahan.‎

Serta termasuk yang diselenggarakan BUMN, BUMD, dan BHMN serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan public tertentu yang sebagaian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan atau APBD.‎

‎ Akan tetap di balik tugas dan wewenang ombudsman itu yang paling terpengting adalah Standar Pelayanan.Karena banyak tempat pelayanan public yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.‎

Kemudian Untuk tahun depan pemerintah Provinsi Riau memasang target untuk semua kabupaten / kota se-provinsi Riau agar sudah memiliki Unit pengaduannya sendiri. Seperti hal nya Kabupaten Siak yang unit pengaduan nya akan di koordinir oleh Inspektorat.‎

Dan Untuk kedepannya unit pengaduan yang kita miliki akan di integrasikan dengan Unit Pengaduan tingkat Nasional yang di kelola oleh MENPAN, KEMENPAN , KSP.‎

Di akhir rapat diadakan diskusi bersama, salah satunya menjelaskan bahwa di Siak sudah melaksanakan pengaduan pelayanan sejak tahun 2012 baik itu dari internal dan external, juga sudah di sediakannya kotak untuk surat pengaduan yang sudah di sebarkan di kecamatan-kecamatan dan di kantor-kantor. Akan tetapi yang sedihnya kotak tersebut malah di jadikan tempat sampah oleh tangan-tangan jahil.‎

‎"Pelayanan publik harus terus di tingkatkan karena merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan pelayanan bagi setiap warga masyarakat baik itu berupa barang, jasa dan pelayanan yang di sediakan oleh penyedia layanan sesuai dengan UU No. 25 tahun 2009. pelayanan public harus terus di tingkatkan karena merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan pelayanan bagi setiap warga masyarakat baik itu berupa barang, jasa dan pelayanan yang di sediakan oleh penyedia layanan sesuai dengan UU No. 25 tahun 2009," terang Ahmad Fitri.***(vila/hms)


Home  |  www.siakkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN SIAK © 2011