VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN 2005-2025 : Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Oleh Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Sejahtera pada Tahun 2025; VISI JANGKA MENENGAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2006-2011 : Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Terbentuknya Landasan yang Kuat Menuju Kabupaten Siak Sebagai Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju
BERITA LAINNYA

9/12/2016 21:41
Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak

5/10/2016 18:13
2017, SOTK Pemkab Siak "Menggemuk"

29/09/2016 12:45
Meski Ilegal, Karaoke Keluarga di Perawang Dibiarkan Pemkab Siak Beroperasi

14/09/2016 19:36
Tour De Siak 2017,
Gubri Respon Pemkab Siak Wacanakan Etape Hingga Bengkalis dan Malaka

13/08/2016 07:37
Dibentuk Tim Pora,
Pemkab Siak Gandeng Kanwil Hukum dan HAM Riau Awasi WNA

2/08/2016 15:16
Pemkab Siak Habiskan Rp1,1 M untuk Perawatan Lampu Jembatan TASL

26/07/2016 17:43
Oknum PNS Bergaji Ganda di BUMD,
Bagian Hukum Pemkab Siak Terkesan Mulai Tertutup

17/06/2016 20:26
Diduga Langgar UU,
7 PNS Pemkab Siak Rangkap Jabatan di Perusahaan BUMD dan Bergaji Ganda

13/06/2016 11:01
Dihadiri Gubri, Pemkab Siak dan RAPP Silaturrahim dengan Warga Dayun

15/04/2016 07:03
Wabup Siak Paparkan Keunggulan Pelayanan Publik Daerahnya pada Ombudsman Riau

13/04/2016 17:39
Pemkab Siak Mulai Gencarkan Pajak Restoran 10 Persen dengan Billing

30/03/2016 13:49
Tersangkut Aturan,
Pemkab Siak Tiadakan Bantuan Bersifat Hibah ke Masyarakat

3/03/2016 21:07
Pencegahan Korupsi, Kejari Teken MoU TP4D dengan Pemkab Siak

18/02/2016 19:15
Selamatkan Cagar Biosfer,
Pemkab Siak Singkronkan Rencana Penggusuran di Hutan Lindung

11/02/2016 12:14
Dibiayai Rp40 M, Pemkab Siak Bakal Sulap Sungai Siak Macam Sungai Seine di Prancis

Senin, 17 April 2017 18:57
Bupati Syamsuar Ceritakan Sejarah Kerajaan Siak Kepada Guru-guru Se-Indonesia

Riauterkini-SIAK- Senin (17/4/17), Bupati Siak Syamsuar menceritakan sejarah Kerajaan Siak kepada guru-guru se-Indonesia di gedung Lembaga Adat Melayi (LAM) Siak. Turut hadir sebagai narasumber, Ketua Ikatan Sejarawan Indonesia dari Jakarta Muchlis Paeni, Budayawan (LAM) Riau O.K. Nijami Jamil.

Bupati Syamsuar menceritakan sejarah berdirinya kerajaan Siak, hingga sampai pada masa Sultan Syarif Kasim II sebagai pahlawan nasional. Pada masa sultan inilah, kerajaan Siak bergabung dengan NKRI, dan menyerahkan seluruh harta kekayaan kerajaan kepada Negara.

Sehari setelah Indonesia merdeka, Sultan Siak turut mengibarkan bendera merah putih di halaman Istana, dan bendera tersebut dijahit sendiri oleh permaisuri sultan.

Bupati Syamsuar kelihatan senang karena Siak sebagai tuan rumah kegiatan tersebut, sehingga nantinya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke negeri istana.

“Tentunya kami sangat senang, karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengenal sejarah kerajaan Siak, sekaligus bisa mempromosikan Kabupaten Siak, karena pesertanya guru-guru dari seluruh Indonesia," jelas Syamsuar.

Dalam sesi tanya jawab, Bupati Syamsuar mengatakan jika peserta ingin melihat bukti sejarah perjuangan rakyat Siak dan Bengkalis, silahkan dilihat ke Arsip Nasional. Dapat dilihat disana, tulisan-tulisan dari rakyat yang ikut mempertahankan republik Indonesia, berjuang sebelum kemerdekaan Indonesia. Tulisan itu dibubuhkan dengan stempal cap jempol darah.

Sementara Eddy Suardi, Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah, Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, peserta yang ikut sebanyak 120 orang, terdiri dari guru sejarah SMA/SMK, dan guru IPS SMP se Indonesia. Masing-masing provinsi mengutus 2 orang guru yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dan ditambah guru-guru tempatan.

“Kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dulu namanya kemah guru di wilayah perbatasan, dan sekarang internalisasi nilai kebangsaan,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, apa yang di-internalisasi-kan disini adalah nilai-nilai kebangsaan yang ada di wilayah perbatasan.

Dijelaskan Eddy, kegiatan ini dimulai dari tanggal 16-21 April 2017 yang berlangsung di Siak dan Bengkalis. Tujuannya untuk melihat bagaimana kondisi daerah di perbatasan, baik dari segi geografis, sosial, budaya maupun ekonominya, terlebih masalah keamanannya.

Kemudian selanjutnya, para peserta itu nanti bisa berbagi pengalamannya kepada teman sejawat dan anak-anak didiknya di daerah masing-masing. Bagaimana pembentukan sejarah ini memberikan pemahaman kebangsaan bagi siswanya. Yang selanjutnya untuk memperkuat cinta tanah tanah air dan rasa nasionalisme.

Selain itu, hasil dari kegiatan ini memberikan suatu kemasan pendapat ataupun pemikiran, yang diharapkan menjadi rekomendasi bagi daerah Siak.

Selanjutnya para rombong guru menuju sekolah-sekolah (SD dan SMA) di Siak yang dibagi menjadi 8 kelompok, untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk anak-anak didik di sekolah tersebut.***(rls/vila)


Home  |  www.siakkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN SIAK © 2011