VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN 2005-2025 : Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Oleh Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Sejahtera pada Tahun 2025; VISI JANGKA MENENGAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2006-2011 : Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Terbentuknya Landasan yang Kuat Menuju Kabupaten Siak Sebagai Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju
BERITA LAINNYA

13/07/2017 17:46
Akan Dijadikani Objek Wisata,
Situs Cagar Budaya di Siak Segera Direstorasi

18/06/2017 16:10
  Diikuti Fotografer se Riau,
Bupati Siak Serahkan Hadiah Lomba Foto "Wajah Baru Negeri Istana"

15/06/2017 19:04
Rapat Angkutan Lebaran dengan Wagubri,
Pemkab Siak Bersama PT Pelindo Siapkan 13 Bus Gratis untuk Mudik

15/06/2017 17:18
Tinjau Aliran Sungai Perawang,
Wabup Siak Minta Normalisasi Sungai dan Turunkan Lock Arm

14/06/2017 22:05
Bupati Siak Lantik Camat Minas

12/06/2017 22:47
Di Hadapan Seribuan Masyarakat Mandau,
Syamsuar Ungkap Keberhasilan Siak dan Siap Membangun Riau Lebih Baik

12/06/2017 19:01
Untuk ke-6 Kalinya, Pemkab Siak Kembali Raih WTP dari BPK

6/06/2017 12:54
Pengajuan Bankeu Guru Honor Pemkab Siak Tinggal Diteken Bupati

1/06/2017 19:42
Safari Ramadhan,
Bupati Siak Ajak Masyarakat Kembangkan Budidaya Ikan Lele

31/05/2017 17:02
Safari Ramadhan,
Wabup Alfedri Uraikan Keberhasilan Pemkab Siak

30/05/2017 12:06
Bupati Siak Harapkan BUMKam Lebih Diperdayakan

29/05/2017 17:45
Diselenggarakan Kemendikbud,
"Sultan Syarif Kasim II Sang Republikan" Masuk 30 Besar Lomba LKAS 2017

26/05/2017 19:23
Dinas PU Tarukim Bantah SPAM Siak Macet

24/05/2017 17:35
Objek Wisata Baru, Siak Punya Taman Rusa Hutan Liar

21/05/2017 22:37
Ketiga Kali,
Bupati Siak Terima Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Ahad, 21 Mei 2017 22:37
Ketiga Kali,
Bupati Siak Terima Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik


Riauterkini-GRESIK- Bicara soal inovasi pelayanan publik, Kabupaten Siak sudah diakui di tingkat Nasional. Negeri Istana yang dipimpin H Syamsuar itu, lagi-lagi menerima penghargaan untuk ketiga kalinya masuk dalam Top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2017.

Penghargaan tersebut langsung diserahkan Mentrian Pendayaguaan Aparatur Negara (Kemenpan RB), Asman Abnur, kepada Bupati Siak, Syamsuar, di Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (20/5/17) malam.

Usai penyerahan penghargaan itu, Syamsuar tampak senang dan bersyukur karena penghargaan ini adalah untuk yang ketiga kalinya dalam pelayanan publik yang berbeda.

"Alhamdulillah, tiga tahun berturut-turut Kabupaten Siak mewakili Riau, menerima anugerah Top 99 inovasi pelayanan publik dari Kementerian Pendayaguaan Aparatur Negara (Kemenpan RB)," ungkap Syamsuar.

Pada Tahun 2015, jelas Syamsuar, Pemkab Siak menerima pelayanan publik di bidang System Perizinan Online Tracking System (SPOTS). Tahun 2016 Pemkab Siak menerima anugerah pelayanan publik dalam bidang respon cepat perbaikan jalan rusak.

"Tahun 2017 ini, kita juga mendapat penghargan inovasi pelayanan publik dalam bidang alarm persalinan yang bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi," ucap Syamsuar.

Syamsuar bertekat untuk berinovasi dalam melayani masyarakat, segala bidang digalakkan untuk meningkatkan pelayanan. Dan semua pelayanan harus mudah, murah, cepat, dan transparan.

Dirinya berharap, semua UPTD Puskesmas membuat sistem yang sama, sehingga bisa menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Siak. Selain itu, ia ingin sistem ini dikembangkan lagi melalui jaringan internet atau online.

Prestasi itu tidak sekadar piagam dan tropi. Di balik itu ada kerja keras, dan kerja cerdas dari aparatur yang membidanginya. Kepala UPTD Puskesmas Kerinci Kanan Dea Sari bersama kawan-kawan bidan, menggagas membuat alarm persalinan ini. Berawal dari, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi diwilayahnya.

Oleh karena itu, lanjut Dea, Tahun 2016 dibentuklah tim yang terdiri dari para bidan yang berkoordinasi dengan seluruh bidan kampung. Cara kerja sistem ini sangat sederhana, setiap bidan kampung sudah mendata ibu-ibu hamil, nama suami, yang dilengkapi foto dan nomor telepon untuk memudahkan komunikasi.

Selanjutnya, tim alarm persalinan setiap pagi memonitoring alarm persalinan tersebut, jika ada ibu hamil yang akan melahirkan, alarm tersebut akan berdering. Dari situ diketahui kampung mana yang warganya membutuhkan pertolongan, sehingga bidan puskesmas segera menghubungi bidan kampung tersebut untuk membantu persalinan dari warga tersebut.

Sehingga resiko pada ibu hamil seperti, persalinan yang terlantar, kehamilan yang lewat waktu, dan hal-hal yang tidak diinginkan pada bayi dapat dihindarkan. Dengan sistem ini, terbukti angka kematian bayi dapat ditekan.

Penetapan Top 99 diperoleh setelah melalui evaluasi mendalam. Dari evaluasi tersebut 3.054 Inovasi pada kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kota, kabupaten, BUMN dan BUMD, kemudian terseleksi menjadi 1.373 inovasi.

Selanjutnya dilakukan desk evaluation oleh Tim Evaluasi, yang terdiri dari para dosen senior perguruan tinggi yang berpengalaman sebagai asesor. Hasilnya, terpilih 150 proposal dengan nilai tertinggi untuk diserahkan kepada Tim Panel Independen.

Dari situlah kemudian ditetapkan inovasi yang berhasil masuk top 99 nasional yakni 20 kementerian, 3 lembaga, 21 provinsi, 34 kabupaten, 15 kota, 2 BUMN, dan 4 BUMD sebagai peraih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun ini.

Pada saat itu, Mentri PANRB didampingi Deputi Pelayan Publik dan Gubernur Jatim. Juga hadir Menteri Sosial, Khofifah Indarparawangsa, serta bupati/walikota se-Indonesia yang menerima penghargaan. Acara itu sekaligus menutup gelar pameran dan simposium pelayanan publik.***(rls)


Home  |  www.siakkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN SIAK © 2011