VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN 2005-2025 : Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Oleh Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Sejahtera pada Tahun 2025; VISI JANGKA MENENGAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2006-2011 : Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Terbentuknya Landasan yang Kuat Menuju Kabupaten Siak Sebagai Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju
BERITA LAINNYA

23/01/2018 14:43
Promosikan Daerah, Pemkab Siak Beli Videotron Seharga Rp1,1 Miliar

8/01/2018 15:02
2017, Pemkab Siak 10 Kali Jadi Tergugat di Pengadilan

29/12/2017 15:35
Di Siak ada Taman Lampu Anggur, ini Videonya

8/12/2017 11:07
Pemkab Pemalang, Jateng Tinjau Warganya Sukses Bertansmigrasi di Siak

1/12/2017 16:26
Penuhi Standar Pelayanan Publik,
Pemkab Siak Bakal Terima Penghargaan dari Ombudsman RI

24/11/2017 10:52
Pemkab Siak Jamin Jembatan Jalan Family Diperbaiki 2018

12/10/2017 17:13
HUT ke-18 Siak,
Bupati Syamsuar Ungkap 8 Poin Penting

13/09/2017 09:44
Besok, Bupati Siak Terima Penghargaan WTP dari Presiden Jokowi

4/09/2017 15:32
Penunjang PAD Wisata, Pemkab Siak Bangun Ruang Penjualan Tiket

26/08/2017 12:54
Sukses Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Bupati Siak Terima Penghargaan Presiden

16/08/2017 14:24
Bupati Syamsuar Kukuhkan Paskibraka Siak

16/08/2017 14:21
Peringatan HUT RI,
Bendera Kerajaan Siak Akan Dikirab Bersama Sang Saka Merah Putih

16/08/2017 08:41
Bupati Siak Moderatori Seminar Internasional Tajaan IAPA Tiga Provinsi

9/08/2017 16:40
Diduga Ilegal, Pemkab Siak Tetap Pungut Pajak Penangkaran Burung Walet di 2016

5/08/2017 13:48
Bupati Syamsuar Lepas Keberangkatan JCH Kabupaten Siak Menuju Madinah Arab Saudi

Rabu, 16 Agustus 2017 08:41
Bupati Siak Moderatori Seminar Internasional Tajaan IAPA Tiga Provinsi

Riauterkini- PEKANBARU-Bupati Siak Drs H Syamsuar, MSi dipercaya menjadi salah satu moderator seminar internasional tajaan Indonesiaan Association for Publik Administrasion (IAPA) Daerah Sumatera Tengah (Riau-Kepulauan Riau-Sumatera Barat), bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Administrasi Publik Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau, mengambil tema "Penguatan Kapasitas Birokrasi Administrasi Publik dalam Penyelenggaraan Lembaga Lokal".

Acara ini diselenggarakan di BallRoom, Grand Central Hotel Pekanbaru, Selasa (15/8/2017). Sedangkan tema Diskusi Panel mengupas Kebijakan Publik, Reformasi Birokrasi, dan Penguatan Pemerintah Desa pada Kawasan Perbatasan.

Dalam seminar tersebut, dipaparkan tentang pemerintah daerah yang sukses melaksanakan Reformasi Birokrasi dan kunci dari keberhasilan Reformasi Birokrasi dalam mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik.

Salah satunya, komitmen kepala daerah, dasar hukun yang kuat dalam melaksanakan kebijakan perubahan sistem tata kelola pemerintahan yang baik berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Kepala Daerah, Dukungan dari pihak internal dan masyarakat atas kebijakan perubahan tata kelola pemerintahan, Inisiatif internal berupa kebijakan dan inovasi perubahan sistem tata kelola pemerintahan, Pengawasan internal terhadap pelaksanaan tugas staf.

Selai itu, ada 3 Prioritas Nasional Reformasi Birokrasi, pertama Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019, kedua Penerapan Standar pelayanan publik dan sistem informasi perizinan, dan ketiga peningkatan disiplin dan pengawasan kinerja dan administrasi keuangan.

Disebutkan Syamsuar, sistem pelayanan perizinan yang ada di Kabupaten Siak adanya pemberian perizinan Online (bisa menandatangani berkas perizinan dimana saja melalui Sistem Online ), untuk saat ini baru ada 2 Kabupaten yang melaksanakan sitem perizinan ini, Kabupaten Siak dan Kabupaten Sidoarjo.

"Sistem perbaiki jalan hanya melalui sms, jadi masyarakat cukup mengirim sms yang berisi lokasi jalan yang rusak ke dinas terkait dan akan langsung di perbaiki," ulasnya.

Intinya sambung Syamsuar, jika ingin mewujudkan sistem Pemerintahan yang baik, pemerintah daerah harus didukung oleh Reformasi Birokrasi yang baik pula.

Sementara itu, Ketua Indonesiaan Association for Publik Administrasion (IAPA) Sumatera Tengah Prof. H. Sujianto menyebutkan isu yang diambil tersebut dapat dikupas tuntas lantaran pemerintahan saat ini banyak disuguhkan oleh birokrasi asing, kendati birokrasi itu sudah ada sejak zaman belanda.

"Mari kita lihat di provinsi Riau, Indonesia kita memliki siatem adminiatrasi yang unik. Contohnya di Kerajaan Siak yang memiliki struktur demokrasi yang sangat sederhana. Kenapa begitu, karena sampai hari ini struktur demokrasi kita sangan panjang, mulai dari Presiden, Bupati, Walikota, Camat dan Kepala Desa dll," timpal Syamsuar dalam seminar itu.

Sedangkan di Kerajaan Siak terang Syamsuar, sistim pemerintahan pada zaman kerajaan memiliki struktur demokrasi Sulthan, Datuk bendahara dan penghulu. Sehingga struktur demokrasi pada masa Pemerintahan kerajaan Siak itu singkat dan tidak bertele. Bahkan dalam Pemerintahan Kerajaan Siak itu sempat memiliki tiga unsur, yakni Unsur Pemerintahan, Unsur Agama dan Unsur Budaya.

"Seminar ini bisa memberikan manfaat seperti apa sebenarnya administrasi Birokrasi di daerah kita, supaya tidak ada pertentangan untuk kedepannya," pungkas Syamsuar.

Hadir dalam seminar itu, Ketua IAPA Pusat Prof. Eko, Ketua IAPA Sumatera Tengah Prof. H. Sujianto dan koordinator Prodi ilmu administrasi Publik Fisip Universitas Riau Dadang Manshur.

Selain itu, pewakilan dari 5 Negara Malaysia Prof Datuk Zainal Abidin Burhan (University Malaya, Malaysia), Dr. Gemal Zakaria (Senior Lecturer University of Brunei Darussalam), Nola fibtiyanti, M.Pd (Head Muamalat School Muhammadiyah Islamic College Singapore) turut hadir dalam seminar itu. ***(rls)


Home  |  www.siakkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN SIAK © 2011