|
Rabu, 1 Agustus 2012 21:55 Bupati Siak Ajukan Nota Keuangan RAPBD-P 2012 ke DPRD
Riauterkini-SIAK- Hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan yang telah dilakukan bersama DPRD beberapa waktu lalu, Rabu (01/8/12), Pemerintah kabupaten (Pemkab) Siak melalui Bupati Siak Syamsuar mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2012 ke DPRD Siak.
Acara penyerahan Ranperda tersebut dihadiri langsung Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si, didampingi Wakil Bupati Siak, Drs. H. Alfedri, M.Si. Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH tersebut Syamsuar menyampaikan ringkasan perubahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah tahun anggaran 2012.
Syam menjelaskan bahwa perubahan Pendapatan Daerah tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 5,29 persen dari APBD murni yang Rp 1, 646 Triliun lebih, di mana PAD, dana perimbangan dan lain-lain termasuk pendapatan daerah yang mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Dibacakan Bupati Syamsuar pada sidang paripurna tersebut bahwa kenaikan PAD ini, bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berupa kenaikan bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah PT Bumi Siak Pusako. Sedangkan kenaikan 1,53 persen dari dana perimbangan, lanjutnya, bersumber dari bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan kenaikan lain-lain Pendapatan Daerah yang syah, yang bersumber dari dana bagi hasil pajak dari Provinsi berupa Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan dari penyesuaian Tunjangan Pendidikan.
Kemudian untuk perubahan Belanja Daerah tahun 2012, ungkap Syam, menjadi Rp 2,365 Triliun lebih. Artinya mengalami kenaikan sebesar Rp 226,041 Milyar lebih atau naik 10,56 persen dari Belanja Daerah pada APBD murni 2012 sebesar Rp 2,139 Triliun lebih. Dari jumlah tersebut, komposisi Belanja Tidak Langsung sebesar 34,20 persen dari total perubahan Belanja Daerah dan Belanja Langsung sebesar 65,80 persen dari total perubahan Belanja Daerah.
Untuk perubahan Belanja Pegawai, Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial, merupakan Belanja Tidak Langsung yang mengalami penurunan, yakni sebesar 3,70 persen untuk Belanja Pegawai, 2,54 persen untuk Belanja Hibah dan 67,57 persen untuk Belanja Bantuan Sosial. Berbeda dengan Belanja Tidak Langsung yang cenderung menurun, Belanja Langsung justru mengalami kenaikan sebesar Rp 230,116 Milyar lebih atau naik sebesar 17,35 persen dari APBD murni sebesar Rp 1,326 Triliun lebih.
Perubahan pada belanja langsung dianggarkan untuk membiayai prioritas pembangunan daerah di bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ketenagakerjaan, Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik, Kesejahteraan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Penanggulangan Kemiskinan yang terakomodir pada program dan kegiatan prioritas SKPD baik berupa program dan kegiatan baru maupun penyesuaian capaian target kinerja dari program dan kegiatan yang telah dianggarkan. Disamping itu, Belanja Langsung juga diarahkan untuk membiayai 34 urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah sesuai dengan skala prioritas.
"Kenaikan juga ada pada perubahan Pembiayaan Daerah yakni 28,18 persen dari pembiayaan pada APBD murni sebesar Rp 602,467 milyar lebih sebagai akibat dari penyesuaian target sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu yang mengalami peningkatan berdasar hasil audit BPK-RI," terang Bupati Siak.
Selain itu dengan memperhatikan uraian tersebut, khususnya pada perubahan komponen Pendapatan dan Belanja Daerah, maka RAPBD P Siak tahun 2012 masih mengalami defisit anggaran sebesar 632,009 Milyar Rupiah lebih. Defisit ini dibiayai melalui pembiayaan daerah sebesar 741,406 Milyar Rupiah lebih, sehingga nantinya terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan sebesar 109,397 Milyar Rupiah lebih.***(rls/vila)
|
|