Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 April 2017 22:32
Transaksi Sabu di Rohul, Warga Padang Lawas Sumut Ditangkap Polisi

Kamis, 27 April 2017 22:20
Hingga Juli, NAM Air Hadirkan Promo Spesial

Kamis, 27 April 2017 21:58
Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru

Kamis, 27 April 2017 21:50
Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas

Kamis, 27 April 2017 21:10
Bupati Siak Syamsuar Menerima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung

Kamis, 27 April 2017 21:00
Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani

Kamis, 27 April 2017 20:53
Sekda Inhil Hadiri Konferensi Usaha Sabut Kelapa di Bogor

Kamis, 27 April 2017 20:42
Pj Bupati Kampar Buka Workshop Tunas Integritas

Kamis, 27 April 2017 20:35
Pengaktifan Wagubri, Dirjen Otda Belum Terima Hasil Paripurna DPRD

Kamis, 27 April 2017 20:05
Terpilih Sebagai Ketua LAM Rohul, Ini yang akan Dilakukan Zulyadaini



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Pebruari 2016 19:15
Selamatkan Cagar Biosfer,
Pemkab Siak Singkronkan Rencana Penggusuran di Hutan Lindung


Pemkab Siak gelar rapat recana penggusuran penduduk yang berada di hutan lindung cagar biosfer di Kampung 40. Penduduk yang tidak memiliki identitas akan dipulangkan ke daerah asal.

Riauterkini-SIAK- Sekitar dua ratusan jiwa "Diduduki" lahan hutan lindung cagar biosfer di Kampung 40, Dusun Kolam Hijau, Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak. Untuk menggusur mereka, Kamis (18/2/16) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar rapat singkronisasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rapat tersebut langsung di pimpin Bupati Siak Syamsuar, dan didampingi Kepala BKSDA Kemal Abas, serta Kapolres Siak AKBP Ino Hariyanto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Zondri, dan dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dalam rapat tersebut terungkapkan untuk penggusuran ratusan jiwa yang tinggal diwilayah hutan lindung tersebut, terlepas ilegal atau legalnya masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut, sebahagian sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dan mereka akan direlokasi ketempat penampungan sementara, dan akan dipasilitasi untuk pulang ke daerah asalnya.

"Kita siapkan tempat penampungan sementara, dan mana yang mempunyai KTP maka akan dipersilahkan mencari tempat dan pekerjaan yang layak. Sementara yang tidak, akan dipulangkan ke daerah asalnya," terang Bupati Syamsuar.

Sementara itu juga dibahas anggaran untuk operasi penggusuran ratusan jiwa dari hutan tersebut, Bupati Syamsuar mengungkapkan anggaran untuk melaksanakan pengusuran tersebut, tentu ditanggung bersama melalui intansi terkait dan sesuai pos-pos anggaran yang ada.

Selain itu, Kepala BKSDA Riau Kemal Abas mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk membantu anggarannya.

Rencana operasi penggusuran tersebut, tim nantinya dipimpin Kapolres Siak, dan dibantu unsur Forkopimda. Selain itu, surat perintah dari Bupati Siak yang mana sebelumnya akan di mintakan surat dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.***(vila)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pak ngah
Lebih cepat lebih baik.


Berita Sosial lainnya..........
- Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru
- Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas
- Walikota Dumai Ajak Wujudkan Kota Pintar, Makmur dan Madani
- Pj Bupati Kampar Buka Workshop Tunas Integritas
- Terpilih Sebagai Ketua LAM Rohul, Ini yang akan Dilakukan Zulyadaini
- Ratusan Hektar Sawit Atur Brown di Hutan Lindung Kuansing
- Bupati Kuansing Ikuti Diklatpim


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.198.150
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com