Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 06:59
Demo Berujung Anarkhis, Giliran Kakansatpol PP Kampar Dilaporkan ke Polisi

Jum’at, 20 Juli 2018 06:55
Hasil Labor Pastikan 122 Warga Kampar Keracunan Bakteri Echoli di Makanan Pesta Nikah

Kamis, 19 Juli 2018 21:20
Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun

Kamis, 19 Juli 2018 21:15
Memasuki Musim Haji, Telkomsel Hadirkan Layanan Komunikasi Paket Haji 3 in 1

Kamis, 19 Juli 2018 21:13
Launching Program Indonesia Berqurban, ACT Targetkan 65 Ribu Hewan Qurban Disalurkan

Kamis, 19 Juli 2018 19:42
Jumlah Hotspot di Riau Mulai Berkurang

Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Kamis, 19 Juli 2018 18:36
Maksimalkan Padamkan Karhutla, BNPB Kirim Heli MI-171 ke Riau

Kamis, 19 Juli 2018 18:32
Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah

Kamis, 19 Juli 2018 18:28
Bupati Inhil Hadiri Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 24 Agustus 2006 12:03
Hasil Kunjungan Parlemen Jepang
Jepang Bakal Tolak Pinjaman RI


Jika warga menolak bantuan, Pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI. Hal itu terkait dengan kenyataan yang mereka lihat tatkala mengunjungi DAM Koto Panjang senin lalu.

Riauterkini-PEKANBARU- Terkait dengan kunjungan parlemen Jepang ke DAM Koto Panjang senin (21/8) lalu, hasilnya cukup mengejutkan. Bahwa jika warga menolak bantuan Jepang terkait dengan perlakuan terhadap warga desa di sekitar DAM Koto Panjang yang tidak adil, maka pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI.

Menurut jubir rombongan parlemen Jepang, Yashuke Suruho seperti yang dituturkan Direktur Walhi Riau, Jhoni S Mundung kepada Riauterkini kamis (24/8) bahwa pihak Jepang merasa dibohongi. Ke depan, pemerintah Jepang tidak akan memberikan pijmana kepada pemerintah RI jika masyarakat menolak.

"Mereka mengatakan hal itu disebabkan karena mereka telah melihat sendiri kondisi masyarakat yang terkena pembangunan DAM Koto Panjang. Kondisi yang sangat memprihatinkan, bahwa perumahan yang tidak layak huni dan pembangunan kebun karet yang hingga saat ini tidak menghasilkan," terang Mundung.

Kondisi yang mereka lihat tersebut sangat berbeda dengan rencana pembangunan DAM pada awalnya. Pasalnya pinjaman pemerintah Jepang waktu itu berjumlah 31,177 milyar Yen yang disalurkan secara bertahap selama 3 tahapan.

Kata Mundung, perhatian pemerintah terhadap warga yang terimbas pembangunan DAM Koto Panjang relatif rendah. Jika memang pemerintah daerah mau membantu warga dengan memperhatikan kelangsungan kesejahteraannya, kemungkinan besar warga tidak akan mengadukan nasibnya kepada Jepang sebagai negara peminjam. ***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun
- Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah
- Paparkan Hukum, Kejari Bengkalis Menyapa Masyarakat Lewat 'Udara'
- Pacu Jalur Inuman Berakhir,
Hadiah Tak Dibayar, Pengurus Jalur Juara Meradang

- Sekda Kuansing Besuk Mantan Bupati H. Sukarmis Usai Kecelakaan
- Dinas PUPR Riau Optimis Dua Fly Over Tuntas Akhir Tahun
- Abdul Hamid dan Ayu Nopia Wakili Rohul di Ajang Bujang Dara Riau 2018
- Lepas Subuh, Wabup Kuansing Sudah Meninjau Saluran Air dan Jembatan
- Lapas dan Dinkes Bengkalis Join untuk Cegah dan Pengendalian HIV/AIDS Warga Binaan
- FSPPB Dumai Demo Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
- Rezeki di 30 Tahun Pernikahan, Rumah Sugianto Dibedah Lazis Imra
- Tolak Tim Transisi Gubri Terpilih, Pemprov Sebut Riau Beda dengan DKI Jakarta
- Wabup Kuansing Janjikan Bonus Khusus untuk Kecamatan Juara Umum MTQ Kabupaten ke-XVII
- ‎Dewan Juri Diminta Profesional,
Disparbud Gelar Pemilihan Bujang Dara Rohul 2018

- Januari-Juli, Tercatat 162 Penderita DBD di Pekanbaru
- Dinkes Bengkalis dan Riau Taja Sosialisasi dan Workshop Kedaruratan Kesmas
- Bupati Inhil Ingatkan Pemberangkatan JCH Dapat Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya
- Sekdako Lepas JCH di Lingkup ASN Pemko Pekanbaru
- Hari Jadi ke-506, UAS Sampaikan 5 'Petuah' untuk Bengkalis
- Peringati Dies Natalis IX Tahun 2018,
UPP Beri Award Kepada Para Aktivis Perempuan Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com