Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 14:20
Sekdako Pekanbaru Kembali Abaikan Panggilan Bawaslu

Jum’at, 19 Januari 2018 13:30
Pasca Kebakaran, SMP 4 Pekanbaru Sementara Diliburkan

Jum’at, 19 Januari 2018 13:26
Mulai Dilelang, Dua Fly Over di Jalan Soeta Ditargetkan Tuntas Akhir 2018

Jum’at, 19 Januari 2018 13:22
Gubri dan Dirut PT SIR Teken MoU Penyerahan Jalan Perkebunan

Jum’at, 19 Januari 2018 10:41
Suyatno ‘Termiskin’,
Kekayaan Andi Bertambah Rp17 Miliar dalam 5 Tahun


Jum’at, 19 Januari 2018 10:40
Bupati Kuansing Lantik 68 Kepala Desa

Jum’at, 19 Januari 2018 08:57
Korban Teman Facebook, Gadis di Pelalawan Diperkosa di Kebun Sawit

Jum’at, 19 Januari 2018 08:09
Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 19 Januari 2018 07:40
Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya

Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 24 Agustus 2006 12:03
Hasil Kunjungan Parlemen Jepang
Jepang Bakal Tolak Pinjaman RI


Jika warga menolak bantuan, Pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI. Hal itu terkait dengan kenyataan yang mereka lihat tatkala mengunjungi DAM Koto Panjang senin lalu.

Riauterkini-PEKANBARU- Terkait dengan kunjungan parlemen Jepang ke DAM Koto Panjang senin (21/8) lalu, hasilnya cukup mengejutkan. Bahwa jika warga menolak bantuan Jepang terkait dengan perlakuan terhadap warga desa di sekitar DAM Koto Panjang yang tidak adil, maka pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI.

Menurut jubir rombongan parlemen Jepang, Yashuke Suruho seperti yang dituturkan Direktur Walhi Riau, Jhoni S Mundung kepada Riauterkini kamis (24/8) bahwa pihak Jepang merasa dibohongi. Ke depan, pemerintah Jepang tidak akan memberikan pijmana kepada pemerintah RI jika masyarakat menolak.

"Mereka mengatakan hal itu disebabkan karena mereka telah melihat sendiri kondisi masyarakat yang terkena pembangunan DAM Koto Panjang. Kondisi yang sangat memprihatinkan, bahwa perumahan yang tidak layak huni dan pembangunan kebun karet yang hingga saat ini tidak menghasilkan," terang Mundung.

Kondisi yang mereka lihat tersebut sangat berbeda dengan rencana pembangunan DAM pada awalnya. Pasalnya pinjaman pemerintah Jepang waktu itu berjumlah 31,177 milyar Yen yang disalurkan secara bertahap selama 3 tahapan.

Kata Mundung, perhatian pemerintah terhadap warga yang terimbas pembangunan DAM Koto Panjang relatif rendah. Jika memang pemerintah daerah mau membantu warga dengan memperhatikan kelangsungan kesejahteraannya, kemungkinan besar warga tidak akan mengadukan nasibnya kepada Jepang sebagai negara peminjam. ***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Mulai Dilelang, Dua Fly Over di Jalan Soeta Ditargetkan Tuntas Akhir 2018
- Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya
- ‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018
- Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen
- Ketum Gapensi Riau Meradang Disebut Pendemo Ngerjakan Proyek SPAM
- Penyertaan Modal Rp121 M,
Bengkalis Terima PAD Rp30 M Pertahun dari Bank Riau Kepri

- ‎Rekontruksi Pembunuhan Pekerja PT Torusganda Tambusai, Kejari Rohul Temukan Fakta Baru
- Harapan Wawako Pekanbaru Terhadap Pembangunan Pasar Cik Puan
- Baru 19 ASN Daftar Assessment Dilingkungan Pemko Pekanbaru
- Genjot PAD, Pemkab Bengkalis Incar Pajak Lahan Warga di Pedesaan
- Warga Rohul Temukan Makam Keramat di Desa Rambah Samo Barat
- Defisit Anggaran, DLH Bengkalis Bantah akan Berhentikan THL
- 22 Tahun Berpisah, Wasito Cari Ibunya di Bengkalis
- Bakal Dihadiri Presiden, Pelantikan PW NU Riau Dirangkai dengan 'Sumatera Berdzikir'
- Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian
- Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa
- Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari
- Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura
- Hulubalang LAMR Rohul Susun Kepengurusan Baru dan Segera Audensi
- Gandeng 11 Rumah Sakit, Dinkes Pekanbaru Tingkatkan Pelayanan Kesehatan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.91.16.95
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com