Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 24 Agustus 2006 12:03
Hasil Kunjungan Parlemen Jepang
Jepang Bakal Tolak Pinjaman RI


Jika warga menolak bantuan, Pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI. Hal itu terkait dengan kenyataan yang mereka lihat tatkala mengunjungi DAM Koto Panjang senin lalu.

Riauterkini-PEKANBARU- Terkait dengan kunjungan parlemen Jepang ke DAM Koto Panjang senin (21/8) lalu, hasilnya cukup mengejutkan. Bahwa jika warga menolak bantuan Jepang terkait dengan perlakuan terhadap warga desa di sekitar DAM Koto Panjang yang tidak adil, maka pemerintah Jepang akan menolak pinjaman RI.

Menurut jubir rombongan parlemen Jepang, Yashuke Suruho seperti yang dituturkan Direktur Walhi Riau, Jhoni S Mundung kepada Riauterkini kamis (24/8) bahwa pihak Jepang merasa dibohongi. Ke depan, pemerintah Jepang tidak akan memberikan pijmana kepada pemerintah RI jika masyarakat menolak.

"Mereka mengatakan hal itu disebabkan karena mereka telah melihat sendiri kondisi masyarakat yang terkena pembangunan DAM Koto Panjang. Kondisi yang sangat memprihatinkan, bahwa perumahan yang tidak layak huni dan pembangunan kebun karet yang hingga saat ini tidak menghasilkan," terang Mundung.

Kondisi yang mereka lihat tersebut sangat berbeda dengan rencana pembangunan DAM pada awalnya. Pasalnya pinjaman pemerintah Jepang waktu itu berjumlah 31,177 milyar Yen yang disalurkan secara bertahap selama 3 tahapan.

Kata Mundung, perhatian pemerintah terhadap warga yang terimbas pembangunan DAM Koto Panjang relatif rendah. Jika memang pemerintah daerah mau membantu warga dengan memperhatikan kelangsungan kesejahteraannya, kemungkinan besar warga tidak akan mengadukan nasibnya kepada Jepang sebagai negara peminjam. ***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK
- BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha
- Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung
- Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi
- Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif
- Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai
- Terisak, Andi Rachman Sampai Salam Perpisahan pada ASN Pemprov Riau
- Kuansing Kembali Raih Penghargaan WTP dari Kemenkau
- Sempena Hari ke-63 Polantas,
Ratusan Peserta Meriahkan Berbagai Kegiatan di Polres Bengkalis

- Andi Rachman Jelang Purna Tugas, Mulai Besok Wan Thamrin Plt Gubri
- Salah Nomenkelatur, Pemkab Bengkalis Belum Umumkan Rekrut CPNS
- Pemkab Kampar Bahas Finalisasi RTRW 2018-2038
- 2018, Masyarakat Meranti Dapat Bantuan 596 Rumah Baru dan Rehab
- Kuansing Umumkan 291 Formasi CPNS
- Seminar Kirab Pemuda Nusantara, Anak Mantan Bupati dan Anak Bupati Kampar Tampil Kompak
- Tour De Siak 2018, Pebalap Australia Finis Pertama di Etape II Jarak Tempuh 115,41 Km
- Massa Usir Ketua GP Ansor dari LAM Riau
- Pemkab Siak Gandeng Badan Perfilman Indoesia Buat Film di Negeri Istana
- Dalduk KB Galakkan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu PKK se-kota Pekanbaru
- Kirab Pemuda Nusantara Sambangi Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com