Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Januari 2017 20:31
Selamatkan Anak dari Bahaya Ngelem,
Pemuda Pancasila Inhil Dukung dan Siap Bersinergi dengan KOMPAK


Ahad, 22 Januari 2017 19:46
Dibongkar Polsek Pelabuhan,
Pak Haji Mantan Polisi Dalangi Sindikat Penggelapan Mobil di Pekanbaru


Ahad, 22 Januari 2017 19:42
Dua Kasus Kecelakaan di Rohul, 1 Nyawa Melayang dan 6 Korban Luka

Ahad, 22 Januari 2017 19:13
Polda Riau Himbau Warga Waspada Terhadap Tembakau Gorila

Ahad, 22 Januari 2017 18:55
Besok Penyerahan Hibah Lahan ke BNNK Kuansing

Ahad, 22 Januari 2017 17:59
Rem Blong, Rumah Komaruddin di Desa Kasang, Kuansing Ditabrak Truk

Ahad, 22 Januari 2017 17:36
Para Ibu di Pelalawan Kembangkan Kreativitas Lewat Bazar IWARA

Ahad, 22 Januari 2017 17:29
Besok, SAPMA dan Srikandi Pemuda Pancasila Inhil Dilantik

Ahad, 22 Januari 2017 17:24
Tiga Perampok dan Begal Remaja di Pekanbaru Diringkus Polisi

Ahad, 22 Januari 2017 17:22
Istana Masih Kokoh Berdiri, Data dan Fakta Kerajaan Rantau Kampar Kiri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 11 Januari 2017 11:27
‎Pajang Lafaz Allah, Pengelola Tempat Ibadah Budha di Bengkalis Minta Maaf

Pengelola tempat pemujaan umat Budha di Bengkalis menyampaikan permintaan maaf pada umat Islam, terkait pemasangan lafaz Allah di tempat ibadah tersebut.

Riauterkini-BENGKALIS- Menyadari kesalahan memasang atribut atau simbol Islam dengan lafaz Allah di dinding tempat ibadat atau tempat pemujaan di Jalan Lebai Wahid (Kucing Gila), Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu. Pengelola tempat tersebut Surya alias Acai meminta maaf kepada ummat Muslim.

Melalui mediasi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, permintaan maaf Surya alias Acai secara terbuka dilakukan di Aula Kantor Kepala Desa Bantan Tua, Jalan Lebai Wahid, Selasa (10/1/17).

Dihadiri, perwakilan Kecamatan Bantan, aparat Desa Bantan Tua, para tokoh masyarakat, Kesbangpol, aparat kepolisian. Selain menyampaikan maaf secara terbuka, Surya wajib menandatangani penyataan di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatan memasang atribut agama secara sembarangan.

Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Amrizal mengatakan, bahwa dirinya bersama MUI Kabupaten Bengkalis mengajak pengelola menyampaikan permohonan maaf atas inisiatif pribadi beliau (Surya,red), agar hendaklah dapat memakluminya dan memaafkannya.

"Sebagai umat Islam tentunya perasaan terganggu dan merasa tidak nyaman, tapi bukan berarti menyikapi persoalan ini secara berlebih-lebihan. Ummat Islam menyebar kedamaian dan rahmat yang tidak hanya kepada sesama muslim," ungkap Amrizal.

Amrizal juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan saudara Surya, dikarena ketidaktahuan karena kepercayaannya. Berikut pernyataan yang disampaikan Surya alias Acai terkait pemasangan Lafaz Allah di tempat ibadah yang dikelolanya.

"Sehubungan dengan perbuatan saya yakni memasang kalimat Allah dan tasbih di tempat ibadat saya yang berlokasi di Jalan Lebai Wahid (Kucing Gila) Kecamatan Bantan. Yang dengan perbuatan saya tersebut membuat sebagian besar umat Islam merasa terganggu dan tidak nyaman karenanya. Maka saya menyadari bahwa saya telah melakukan kesalahan. Untuk itu saya menyatakan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh umat Islam atas perbuatan saya tersebut. Dan saya berjanji dengan sepenuh hati bahwa saya tidak akan lagi mengulangi perbuatan saya. Setelah pembacaan permohonan maaf tersebut selesai, Acai bersalaman dan menyerahkan surat pernyataan permohonan maafnya dengan seluruh peserta yang hadir."***(dik)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati
Kalau hanya karena ketidaktahuan, tidak ada niat lain, dan berjanji utk tdk mengulanginya lagi, maka sudah sewajarnya umat islam memaafkannya. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.


Berita Sosial lainnya..........
- Besok Penyerahan Hibah Lahan ke BNNK Kuansing
- Para Ibu di Pelalawan Kembangkan Kreativitas Lewat Bazar IWARA
- Besok, SAPMA dan Srikandi Pemuda Pancasila Inhil Dilantik
- Istana Masih Kokoh Berdiri, Data dan Fakta Kerajaan Rantau Kampar Kiri
-
-
- Setelah 75 Tahun, Kerajaan Kampar Kiri Kini Miliki Raja Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.155.6
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com