Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 14 Desember 2017 21:20
Expo Karya Pendidikan Tahun 2017, Bupati Inhil Sesalkan Minim Peran Serta SMA Negeri

Kamis, 14 Desember 2017 21:14
Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur

Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Kamis, 14 Desember 2017 20:58
Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau

Kamis, 14 Desember 2017 20:49
Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri

Kamis, 14 Desember 2017 20:07
Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP

Kamis, 14 Desember 2017 20:03
Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis

Kamis, 14 Desember 2017 19:22
Berkunjung ke RAPP, Duta Besar Kanada Borong Kerajinan Tenun dan Batik Riau

Kamis, 14 Desember 2017 18:36
BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Januari 2017 14:21
Demo Ribuan Guru Dikuansing Nyaris Ricuh

Aksi ribuan guru di Kuansing yang mempertanyakan dana sertifikasi nyaris ricuh. Pasalnya, massa tidak puas dengan jawaban Sekda yang menemui pendemo.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Sekda Kuansing, Muharman nyaris dilempari masa pendemo saat aksi unjuk rasa ribuan guru penerima sertifikasi, Rabu(11/1/17) siang. Pasalnya, ribuan guru kurang merasa puas dengan jawaban Sekda Muharman terkait raibnya dana sertifikasi selama ini.

Muharman dalam kesempatan itu, diminta oleh masa pendemo untuk menjelaskan kemana dana sertifikasi selama ini digunakan. "Jika dikuatkan ke jembatan tolong tunjukin ke kami dimana jembatan itu, biar kami segel sekarang juga. Jika digunakan untuk membangun gedung, tunjukin juga ke kami, biar kami segel," teriak guru.

Lain yang ditanya, lain yang dijawab. Sekda Muharman malah memberikan pernyataan kepada ribuan guru bahwasanya, dana sertifikasi guru yang belum dibayarkan itu akan dianggarkan pada APBD 2017 mendatang.

Mendengar jawaban Sekda Muharman tersebut, kontan saja beberapa orang dari ibu guru merinngsek maju kedepan dan hendak melempari Sekda Muharman. Beruntung Polisi Wanita (Polwan) yang siaga didepan barisan ibu-ibu tersebut sigap menghalangi.

Meskipun nyaris terjadi keonaran, namun Sekda Muharman tetap bersemangat menjelaskan permasalahan tersebut kepada rombongan pendemo. "Coba tenang dulu, dengarkan saya bicara, jika kalian tidak tenang saya akan berhenti berbicara," ujar Sekda dengan nada sedikit emosi.

Dalam penjelasan itu, Sekda Muharman mengakui, ada kelebihan transperan dana sertifikasi oleh pemerintah pusat sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 lalu. Namun kelebihan itu masuk pada silfa tahun berikutnya. "Memang ada kelebihan transferan dari tahun 2011 hingga 2015 lalu, dan kelebihan uang tersebut tentu sudah masuk ke Silfa. Lantas di Silfa itu tidak akan dijelaskan ini berasal dari uang mana dan untuk kegiatan yang mana," beber Sekda Muharman.

Kata Sekda Muharman, jika dana itu sudah masuk ke Silva tentunya uang tersebut akan digunakan pada tahun berikutnya. "Nah, mengenai uang sertifikasi guru yang telah dipakai itu, akan dianggarkan pada APBD Murni 2017 ini," jelas Sekda Muharman.

Dengan nada sedikit emosi, Sekda Muharman menampik tuduhan para pendemo, jika uang sertifikasi itu digunakan untuk kepentingan pribadi. "Saya ini berasal dari guru, sama dengan saudara saudara sekalian, tak mungkin saya akan membohongi para guru. Saya minta guru-guru jangan mau dibodoh bodohi oleh orang," harap Muharman.

Kendatipun Sekda Muharman telah memberikan jawaban dihadapan ribuan guru, namun mereka tidak percaya begitu saja. Bahkan, para guru menginginkan adanya kontrak yang ditandatangani oleh Sekda Muharman diatas matrei. Pernyataan tersebut adalah merupakan bentuk jaminan dari Pemerintahan Kuansing bahwasanya uang sertifikasi mereka agar dibayarkan secepatnya dan paling lambat satu bulan setelah aksi.

"Kalau diminta membayar saya tak sanggup, tapi kalau diminta untuk memasukan dalam anggaran pada APBD 2017 ini saya akan berjuang sekuat tenaga," tutup Sekda Muharman.***(dri)



Berita Sosial lainnya..........
- Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti

- Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri
- Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya
- Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP
- Berkunjung ke RAPP, Duta Besar Kanada Borong Kerajinan Tenun dan Batik Riau
- BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit
- Sambut Hari Ibu, IWARA RAPP Adakan Seminar KDRT
- Evaluasi Akreditasi, Dirjen Badilum MA RI Tinjau PN Bengkalis
- Wakil Bupati Kuansing 'Sentil' Dinas Pertanian dan Pariwisata
- Percepatan Menuju Smart City Madani,
Walikota Pekanbaru Evaluasi Seluruh OPD

- Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf

- Beri Pengobatan Gratis,
Wabup Meranti dan Tim Dokter Spesialis Sambangi Rumah Pasien

- Batal Tampil di Kuansing,
Gubri Undang Penari SMPN 4 Kuantan Mudik ke Pekanbaru Isi Acara Malam Tahun Baru

- Diserahkan MenPAN RB,
Polresta Pekanbaru Dapat Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

- Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis Dimutasi
- 482 ASN Masuki Masa Pensiun Tahun Ini
- Rapat Forkopimda, Wakil Walikota Pekanbaru Bahas Lima Masalah "Hot"
- Badilum MA Resmikan PTSP PN Pekanbaru
- MUI Riau Taja Seminar Penyamaan Persepsi tentang Pemberdayaan Guru Agama
- Kapolres Inhil Pesankan Personelnya Lakukan Tugas dengan Humanis dan Tegas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.209.109
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com