Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Agustus 2017 09:54
Kesakitan Dicekik, Pejual Buah di Rengat Tikam Preman Hingga Tewas

Kamis, 24 Agustus 2017 09:53
Hari Kedua Pacu Jaur 2017, Sebanyak 97 Jalur Siap Beradu Cepat

Kamis, 24 Agustus 2017 09:04
Lukman Edy Sebut UU Baru Memungkinkan Dana Kampanye Peserta Pilkada Diaudit

Kamis, 24 Agustus 2017 07:54
Penyelumdup di Bengkalis Serang dan Larikan Pistoll Aparat Bea Cukai

Rabu, 23 Agustus 2017 22:30
Bupati Kampar Teken MoU dengan BPK Riau

Rabu, 23 Agustus 2017 20:07
REI Riau Baru Bangun 58 Persen dari Target

Rabu, 23 Agustus 2017 19:42
Sempat Divideokan Warga,
Kecelakaan Mengerikan dengan Kondisi Korban Terpotong Terjadi di Pelalawan


Rabu, 23 Agustus 2017 19:38
Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik

Rabu, 23 Agustus 2017 19:15
3 Pengurus DPD dan 7 PK KNPI Inhu Diberhentikan

Rabu, 23 Agustus 2017 19:11
Mendagri Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Publik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Januari 2017 14:21
Demo Ribuan Guru Dikuansing Nyaris Ricuh

Aksi ribuan guru di Kuansing yang mempertanyakan dana sertifikasi nyaris ricuh. Pasalnya, massa tidak puas dengan jawaban Sekda yang menemui pendemo.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Sekda Kuansing, Muharman nyaris dilempari masa pendemo saat aksi unjuk rasa ribuan guru penerima sertifikasi, Rabu(11/1/17) siang. Pasalnya, ribuan guru kurang merasa puas dengan jawaban Sekda Muharman terkait raibnya dana sertifikasi selama ini.

Muharman dalam kesempatan itu, diminta oleh masa pendemo untuk menjelaskan kemana dana sertifikasi selama ini digunakan. "Jika dikuatkan ke jembatan tolong tunjukin ke kami dimana jembatan itu, biar kami segel sekarang juga. Jika digunakan untuk membangun gedung, tunjukin juga ke kami, biar kami segel," teriak guru.

Lain yang ditanya, lain yang dijawab. Sekda Muharman malah memberikan pernyataan kepada ribuan guru bahwasanya, dana sertifikasi guru yang belum dibayarkan itu akan dianggarkan pada APBD 2017 mendatang.

Mendengar jawaban Sekda Muharman tersebut, kontan saja beberapa orang dari ibu guru merinngsek maju kedepan dan hendak melempari Sekda Muharman. Beruntung Polisi Wanita (Polwan) yang siaga didepan barisan ibu-ibu tersebut sigap menghalangi.

Meskipun nyaris terjadi keonaran, namun Sekda Muharman tetap bersemangat menjelaskan permasalahan tersebut kepada rombongan pendemo. "Coba tenang dulu, dengarkan saya bicara, jika kalian tidak tenang saya akan berhenti berbicara," ujar Sekda dengan nada sedikit emosi.

Dalam penjelasan itu, Sekda Muharman mengakui, ada kelebihan transperan dana sertifikasi oleh pemerintah pusat sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 lalu. Namun kelebihan itu masuk pada silfa tahun berikutnya. "Memang ada kelebihan transferan dari tahun 2011 hingga 2015 lalu, dan kelebihan uang tersebut tentu sudah masuk ke Silfa. Lantas di Silfa itu tidak akan dijelaskan ini berasal dari uang mana dan untuk kegiatan yang mana," beber Sekda Muharman.

Kata Sekda Muharman, jika dana itu sudah masuk ke Silva tentunya uang tersebut akan digunakan pada tahun berikutnya. "Nah, mengenai uang sertifikasi guru yang telah dipakai itu, akan dianggarkan pada APBD Murni 2017 ini," jelas Sekda Muharman.

Dengan nada sedikit emosi, Sekda Muharman menampik tuduhan para pendemo, jika uang sertifikasi itu digunakan untuk kepentingan pribadi. "Saya ini berasal dari guru, sama dengan saudara saudara sekalian, tak mungkin saya akan membohongi para guru. Saya minta guru-guru jangan mau dibodoh bodohi oleh orang," harap Muharman.

Kendatipun Sekda Muharman telah memberikan jawaban dihadapan ribuan guru, namun mereka tidak percaya begitu saja. Bahkan, para guru menginginkan adanya kontrak yang ditandatangani oleh Sekda Muharman diatas matrei. Pernyataan tersebut adalah merupakan bentuk jaminan dari Pemerintahan Kuansing bahwasanya uang sertifikasi mereka agar dibayarkan secepatnya dan paling lambat satu bulan setelah aksi.

"Kalau diminta membayar saya tak sanggup, tapi kalau diminta untuk memasukan dalam anggaran pada APBD 2017 ini saya akan berjuang sekuat tenaga," tutup Sekda Muharman.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Simiskin takkan prn lelah
Untung saya buruh bkan guru. Jd saya cm fokus krj buat mkn anak istri saya. Tnp tunjangan dan gaji bulanan. Klw saya gak krj ya gak mkan. Curhat ciek broo..

robert putau
Pemerhati inilah contoh orang %@!* yang mengadu domba, pakai akal sehat %@!* apa mungkin dana sertifikasi itu di paaki untuk politik gana caranya tolong jelaskan dan kalau bemaranda buat laporan polisinya, sewaktu sukarmis kenapa bisa di bayar, yang ada memang pemda sekarang tidak mampu mengurus p

Pemerhati
Muharman dan Sukarmis itu harus bertanggungjawab krn merekalah dulunya yg membuat kebijakan menggunakan uang guru itu utk kepentingan politiknya. Mereka menari2 di atas penderitaan guru-guru yg telah bersusah payah bekerja.


loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Hari Kedua Pacu Jaur 2017, Sebanyak 97 Jalur Siap Beradu Cepat
- Mendagri Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Publik
- Antisipasi Penyalahgunaan,
BPKAD Pekanbaru Pasang Stiker di Kendaraan Operasional

- Warga Pekanbaru Protes Ada Tower di Taman Kota
- Baru Selesai Renovasi, Plafon Ruang Kerja Kadis Budparpora Bengkalis Runtuh
- ‎Mediasi Tak Membuahkan Hasil,
Massa FSPTI Kampar dan Karyawan PTPN V Kebun Tandun Nyaris Bentrok

- Ketua PP Bengkalis Minta Anggota Kompak Jalankan Amanah Organisasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.52.86
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com