Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juli 2017 20:29
Jelang Pilgubri 2018, Golkar Riau Masih Tunggu Hasil Survei DPP

Selasa, 25 Juli 2017 20:26
Polres Dumai Tangkap Dua Penikmat Narkotika

Selasa, 25 Juli 2017 20:24
Mencuri di Kantor Desa, Dua Pemuda Bagan Jaya Inhil Ditangkap Polisi

Selasa, 25 Juli 2017 20:19
Polres Dumai Amankan 47 WNA Asal Bangladesh

Selasa, 25 Juli 2017 20:15
Pekan Ini, Harga TBS Sawit Turun

Selasa, 25 Juli 2017 19:20
Dua Penambang Ilegal di Desa Jake Kuansing Dibekuk

Selasa, 25 Juli 2017 18:08
Karlahut Mulai Terjadi di Rohil

Selasa, 25 Juli 2017 18:04
Terlibat Pungli,
Dua PNS Disdukcapil Pekanbaru Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara


Selasa, 25 Juli 2017 18:01
10 Tahun Terakhir, Penduduk Bengkalis Terbanyak Berada di Kecamatan Pinggir

Selasa, 25 Juli 2017 17:56
Sedang Panen Sawit,
Petani di Sialang Rindang Rohul Tewas Kesetrum Listrik




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Januari 2017 18:07
Temui Massa G3M,
Sekda Nyatakan Warga Miskin Tetap Dapat Diakomodir dengan BPJS


Sekdakab Inhil menegaskan bahwa warga kurang mampu masih bisa diakomodir berobat dengan BPJS. Hal itu disampaikannya pada massa G3M yang menggelar aksi demo.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir H Said Syarifuddin menyebutkan integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke BPJS merupakan program Pemerintah Pusat dan memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kabupaten.

Jawaban ini disampaikannya menerima massa Gerakan Membela Masyarakat Miskin (G3M) yang mempertanyakan masalah penghentian program Jamkesda dan pengintegrasian program Jamkesda ke BPJS di Kabupaten Inhil, Rabu (11/1/17).

Saat menemui massa G3M, Sekda didampingi Asisten I Sekda Inhil Afrizal, Kepala BPJS Inhil Yessi Rahimi, Syaiful Kelana dari Dinas Sosial, Sekretaris Dinas Kesehatan Ridwan.

Sekda menjelaskan, bahwa terintegrasinya Jamkesda ke BPJS adalah program Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah tidak bisa menolaknya.

"Kita menjalankan kebijakan harus sesuai aturan. Tidak ada bedanya BPJS dan Jamkesda, rasanya lebih untung BPJS," jawab Sekda.

Diharapkan, bagi masyarakat yang miskin agar mendaftar mulai saat ini, jangan menunggu sakit.

"Jika memang benar ada masyarakat miskin yg belum terdaftar, silahkan daftar ke Dinsos," ingatnya.

Saat itu, Sekda sempat mengajak perwakilan pengunjuk rasa untuk berdiskusi agar permasalahan tersebut tidak bias dan pengunjuk rasa pun dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat luas.

Namun, saat itu pengunjuk rasa tidak bersedia dan mereka membubarkan diri sekira pukul 12.30 WIB setelah mendengarkan penjelasan dari pihak BPJS, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Inhil.***(mar).




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- 10 Tahun Terakhir, Penduduk Bengkalis Terbanyak Berada di Kecamatan Pinggir
- Wako Lantik Komisaris dan Direktur BUMD Pelabuhan Dumai Berseri
- Pemda Pelalawan Serius Kembangkan Kawasan Teknopolitan
- ‎Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Busana Melayu di Rohul
- Perkara Korupsi BPMPD Inhil, Jaksa Hadirkan Dua Saksi PNS
- Bupati Kampar Minta Perusahaan Berkontribusi Bangun Daerah
- Diskusi Forjuri, Pekanbaru Paling Siap Lakukan Keuangan Digital di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.50.146
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com