Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 07:34
Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah

Sabtu, 21 Oktober 2017 07:26
Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda

Jum’at, 20 Oktober 2017 22:12
DPP PDIP Benarkan SK Usung M Harris-Yopi Ariyanto di Pilgubri 2018

Jum’at, 20 Oktober 2017 21:32
Ajak Kawula Muda Malming di Mesjid,
Komunitas Indonesia Tanpa Pacaran Gelar Talkshow Jodis


Jum’at, 20 Oktober 2017 21:25
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga


Jum’at, 20 Oktober 2017 19:51
Dikepung Seribuan Pendemo, di DPRD Riau Hanya Dua Wakil Rakyat

Jum’at, 20 Oktober 2017 19:43
Enam Ruko dan Rumah Permanen di Ujung Batu Ludes Terbakar

Jum’at, 20 Oktober 2017 19:10
Sejak Januari, Ratusan Guru Honor MA Bengkalis Tidak Terima TP

Jum’at, 20 Oktober 2017 19:05
Peringati Sumpah Pemuda,
Riau Siapkan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi


Jum’at, 20 Oktober 2017 18:47
Aksi di DPRD Riau, Massa BEM Se-Riau Sempat Sandera Satu Unit Mobil Tanki BBM

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 12 Januari 2017 14:28
KASN Akui Praktek Jual-beli Jabatan Sulit Diungkap

KASN sebut praktik jual beli jabatan adalah merupakan praktek suap, dimana pelaku tidak akan mengaku. Sehingga sangat sulit untuk diungkap.

Riauterkini-JAKARTA- Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo mengaku pihaknya masih kesulitan mengungkap kasus jual beli jabatan yang kerap terjadi di birokrasi pemerintahan.

"Jual beli jabatan ini kan praktiknya suap, jadi susah diungkap karena mereka tidak akan mengaku," kata Waluyo di Jakarta, Kamis (12/01/17).

Waluyo menyebutkan, satu-satunya cara mencegah praktik tersebut adalah dengan menciptakan birokrasi yang profesional dan mencari pejabat yang berkomitmen melalui proses seleksi yang super ketat.

"Maka penting untuk menguji kompetensinya melalui lembaga yang profesional. Anggota Pansel untuk mewawancara, maka KASN akan mengevaluasi apakah Panselnya ini susah sesuai," jelasnya.

Sementara itu katanya, lembaga KASN tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan melainkan hanya sebatas memberikan rekomendasi berdasarkan hasil temuannya.

"Kami kan akan merekomendasikan hasil temuan kita, kalau tidak ditanggapi akan dilanjutkan ke presiden," ujarnya.***(jor)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah
- Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda
- Ajak Kawula Muda Malming di Mesjid,
Komunitas Indonesia Tanpa Pacaran Gelar Talkshow Jodis

- Kepala Berdarah, Kapolresta jadi Korban Demo Anti Jokowi Ricuh
- Percepat Program Smart City,
Firdaus dan Jajarannya Gelar Pertemuan dengan BNI Pusat

- Tuntut Jokowi-JK Mundur, Ratusan Massa Aksi di DPRD Riau
- 2.957 Guru Honor Madrasah di Bengkalis Terima Tambahan Penghasilan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.150.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com