Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 Mei 2017 21:35
Dugaan Korupsi Jembatan Pedamaran II, Eks Kepala Bappeda Rohil Ditahan Jaksa

Senin, 22 Mei 2017 21:31
DPRD Minta Rohil Bangkit dari Krisis Keuangan

Senin, 22 Mei 2017 21:05
Menang Voting, Yoserizal Terpilih Jadi Ketua DKR

Senin, 22 Mei 2017 20:58
Mendesak, Pasar Lubuk Jambi Butuh Perbaikan

Senin, 22 Mei 2017 20:02
Ops Patuh Siak 2017 Selesai,
2.649 Pelanggaran Lalu Lintas di Pekanbaru Ditilang


Senin, 22 Mei 2017 19:09
Puluhan Siswa SMP Plus Mutiara Harapan PT RAPP, Kuasai Ruangan Paripurna DPRD Pelalawan

Senin, 22 Mei 2017 19:02
Aziz Zainal Janji Bangun Kampar Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

Senin, 22 Mei 2017 18:57
Lima Terduga Koruptor RSS Langgam Pelalawan Segera Diadili

Senin, 22 Mei 2017 18:21
Di Awal Menjabat Kembali,
Bupati Rohul Umumkan Hadirnya Seorang Tamu Istimewa


Senin, 22 Mei 2017 17:40
‎160 Atlet Pecatur Ramaikan Kejurprov Catur di Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 12 Januari 2017 15:04
Guru di Kuansing Minta Pengurus PGRI Bukan Kalangan Pejabat

Demo Guru dikuansing ungkap banyaknya kebobrokan yang terjadi di kepengurusan PGRI. Untuk menghindari, guru berharap pengurus bukan lagi dari pejabat supaya lebih independen.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Berkaca dari kasus raibnya dana sertifikasi guru se Kuansing yang telah melakukan aksi demo, Rabu (11/1/17) kemarin, banyak kebobrokan yang selama ini disampaikan oleh pendemo. Dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan pendemo, mereka juga menyesalkan tindakan pengurus PGRI Kuansing yang selama ini kurang memperhatikan para guru.

Bahkan dalam orasinya, para guru meminta agar pengurus PGRI beserta ketua tidak lagi dijabat oleh seorang pejabat eselon."Kedepan, jangan lagi diangkat pengurus PGRI ini dari pejabat eselon yang berada di lingkungan Diknas, hal ini supaya lebih independent," ujar salah seorang pendemo, Junaidi.

Junaidi mengharapkan PGRI Kuansing kedepannya mencontoh organisasi guru yang berlaku di Amerika. Kata Junaidi, persatuan guru di Amerika itu sangat kuat dan kerja mereka yang paling utama, yaitu melindungi guru. Hal itu, disebabkan pengurus persatuan guru di sana berasal dari orang-orang independen. Dengan begitu, mereka bisa melindungi guru, tapi di daerah kita pengurus PGRI dirangkap oleh pejabat dinas pendidikan.

Dia mengusulkan, agar dilakukan perubahan di tubuh PGRI, perlu dilakukan pengkajian ulang, agar pengurus PGRI berasal dari orang independen, namun celakanya, jika pengurus berasal dari orang independen, terkadang dikawatirkan tak mendapat dukungan dari pemerintah.

Para pendemo mengharapkan untuk masa yang akan datang jangan lagi PGRI diurus oleh orang-orang yang tak bisa independen. Selanjutnya, pengurus PGRI harus memahami tugas dan fungsinya. Organisasi ini, bukan tujuan politis, tapi melindungi dan membantu guru.

Kekesalan itu juga diutarakan oleh, Samsuddin, salah seorang guru yang ikut berorasi kemarin. Kata Samsuddin, dirinya pernah dipenjarakan oleh pemerintahan Kuansing yang lama akibat pencemaran nama baik. Dalam hal itu, Samsuddin mengaku tidak mendapatkan perlindungan hukum dari PGRI Kuansing sebagai tempatnya berorganisasi.

"Seharusnya PGRI memberikan pelindung hukum kepada saya waktu itu," ujar Samsuddin.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh guru yang lainnya, mereka mengharapkan PGRI sebagai organisasi profesi terbesar merupakan, wadah yang ideal untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan serta memperjuangkan nasib guru.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Munafikun
Macam iyo bona lo. Jadi pejabat suak ntah lobiah parah lo kelakuan lai

udin
Mudah-mudahan pengurus baru yang baru besok menunjukkan komitmennya bersuara lantang jika ada kasus guru yang terkait dengan kekuasaan didaerah ini dimasa yang akan datang. tidak hanya slogan menjelang jadi pengurus


loading...

Berita Sosial lainnya..........
- DPRD Minta Rohil Bangkit dari Krisis Keuangan
- Menang Voting, Yoserizal Terpilih Jadi Ketua DKR
- Pelatihan Penyuluh Pertanian,
Ini Penyebab Produksi Sawit Petani di Riau Masih Rendah

- Pilgubri 2018, Bawaslu Riau Gelar Audiensi Bersama Pemkab Meranti
- Sambut Ramadhan, Kelurahan Kerinci Timur, Pelalawan Gelar Tablik Akbar
- Disperindag Pekanbaru Awasi Peredaran Daging Babi
- 558 Pengurus Kecamatan KNPI Kabupaten Bengkalis Dikukuhkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.203.39
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com