Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 24 Januari 2017 07:57
Gerai Dallas Fried Chiken Pangkalankerinci Terbakar

Selasa, 24 Januari 2017 07:39
Mendagri Sebut Anggaran Pencegahan Karhutla Rawan Dikorupsi

Selasa, 24 Januari 2017 07:23
TP PKK Inhil Ajak Budidayakan Cabe dan Sayur di Pekarangan Rumah

Selasa, 24 Januari 2017 07:20
Komisi A DPRD Riau Umumkan 5 Komisioner KI Terpilih

Selasa, 24 Januari 2017 07:16
Hadiri Pelantikan Satma dan Srikandi PP Inhil, Bupati Ajak Cegah Anak-anak dari Ngelem

Senin, 23 Januari 2017 23:54
Diduga Langgar Zona Kampanye,
Acara Silaturrahmi Cawako Firdaus Dibubarkan Panwas


Senin, 23 Januari 2017 21:48
Pelaku Penipuan Bermotif Tipu Daya Ditangkap di Rohil

Senin, 23 Januari 2017 21:41
Hendak Transaksi Narkoba, Warga Rohil Ditangkap

Senin, 23 Januari 2017 20:21
Minggu Ketiga Januari, DBD di Pekanbaru Terjadi 29 Kasus

Senin, 23 Januari 2017 20:17
Cabuli Anak di Bawah Umur, Pedofil di Rohil Ditangkap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Januari 2017 15:04
Guru di Kuansing Minta Pengurus PGRI Bukan Kalangan Pejabat

Demo Guru dikuansing ungkap banyaknya kebobrokan yang terjadi di kepengurusan PGRI. Untuk menghindari, guru berharap pengurus bukan lagi dari pejabat supaya lebih independen.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Berkaca dari kasus raibnya dana sertifikasi guru se Kuansing yang telah melakukan aksi demo, Rabu (11/1/17) kemarin, banyak kebobrokan yang selama ini disampaikan oleh pendemo. Dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan pendemo, mereka juga menyesalkan tindakan pengurus PGRI Kuansing yang selama ini kurang memperhatikan para guru.

Bahkan dalam orasinya, para guru meminta agar pengurus PGRI beserta ketua tidak lagi dijabat oleh seorang pejabat eselon."Kedepan, jangan lagi diangkat pengurus PGRI ini dari pejabat eselon yang berada di lingkungan Diknas, hal ini supaya lebih independent," ujar salah seorang pendemo, Junaidi.

Junaidi mengharapkan PGRI Kuansing kedepannya mencontoh organisasi guru yang berlaku di Amerika. Kata Junaidi, persatuan guru di Amerika itu sangat kuat dan kerja mereka yang paling utama, yaitu melindungi guru. Hal itu, disebabkan pengurus persatuan guru di sana berasal dari orang-orang independen. Dengan begitu, mereka bisa melindungi guru, tapi di daerah kita pengurus PGRI dirangkap oleh pejabat dinas pendidikan.

Dia mengusulkan, agar dilakukan perubahan di tubuh PGRI, perlu dilakukan pengkajian ulang, agar pengurus PGRI berasal dari orang independen, namun celakanya, jika pengurus berasal dari orang independen, terkadang dikawatirkan tak mendapat dukungan dari pemerintah.

Para pendemo mengharapkan untuk masa yang akan datang jangan lagi PGRI diurus oleh orang-orang yang tak bisa independen. Selanjutnya, pengurus PGRI harus memahami tugas dan fungsinya. Organisasi ini, bukan tujuan politis, tapi melindungi dan membantu guru.

Kekesalan itu juga diutarakan oleh, Samsuddin, salah seorang guru yang ikut berorasi kemarin. Kata Samsuddin, dirinya pernah dipenjarakan oleh pemerintahan Kuansing yang lama akibat pencemaran nama baik. Dalam hal itu, Samsuddin mengaku tidak mendapatkan perlindungan hukum dari PGRI Kuansing sebagai tempatnya berorganisasi.

"Seharusnya PGRI memberikan pelindung hukum kepada saya waktu itu," ujar Samsuddin.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh guru yang lainnya, mereka mengharapkan PGRI sebagai organisasi profesi terbesar merupakan, wadah yang ideal untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan serta memperjuangkan nasib guru.***(dri)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Munafikun
Macam iyo bona lo. Jadi pejabat suak ntah lobiah parah lo kelakuan lai

udin
Mudah-mudahan pengurus baru yang baru besok menunjukkan komitmennya bersuara lantang jika ada kasus guru yang terkait dengan kekuasaan didaerah ini dimasa yang akan datang. tidak hanya slogan menjelang jadi pengurus


Berita Sosial lainnya..........
- Hadiri Pelantikan Satma dan Srikandi PP Inhil, Bupati Ajak Cegah Anak-anak dari Ngelem
- Minggu Ketiga Januari, DBD di Pekanbaru Terjadi 29 Kasus
- Hadiri Pengarahan Presiden,
Gubri Bertekat Riau Harus Bebas Asap

- Bangun Rigid Jalan Lingkar,
Pemkab Pelalawan Peroleh DAK Rp 29 Miliar

- Sekdaprov Riau Perintahkan Kegiatan OPD Dijalankan Awal Februari
- Pemko Pekanbaru Minta PLN Laporkan Seluruh Pekerja Asing
- Bupati Inhil Lantik 22 Pejabat Administrator dan 37 Pejabat Pengawas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.146.139.201
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com