Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 April 2018 15:32
Buka O2SN dan FLS2N, Wabup Kampar Minta Peserta Junjung Tinggi Sportivitas

Kamis, 19 April 2018 15:28
Sidak ke Gudang Penyimpanan, Polisi Belum Temukan Adanya Miras Oplosan di Pekanbaru

Kamis, 19 April 2018 15:24
Rahma Selviawati Resmi Menjabat External Affair Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu

Kamis, 19 April 2018 15:20
Disiapkan Anggaran Sekitar Rp3,2 Miliar,
32 Desa di Kabupaten Bengkalis Gelar Pilkades Serentak Tahun Ini


Kamis, 19 April 2018 15:03
Harga Terigu Merangkak Naik, Bulog Datangkan Tepung Kita

Kamis, 19 April 2018 15:00
Diduga Palsukan Akreditasi, Dua Mahasiswa Laporkan Kampusnya ke Polda Riau

Kamis, 19 April 2018 14:57
Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan

Kamis, 19 April 2018 14:54
Bangko Pusako Rohil,
Mantan Camat: Waktunya Singkat Saja, Calon Gubernur Riau Nomor 1 Pilihan Kita


Kamis, 19 April 2018 14:49
Pasca Longsor, Jalan lintas Riau-Sumbar di Kuok Sudah Bisa Dilewati

Kamis, 19 April 2018 14:14
Khusus di Hari Kartini, Konsumen SBT Berkesempatan Dapatkan Hadiah Umroh Gratis

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Januari 2017 15:04
Guru di Kuansing Minta Pengurus PGRI Bukan Kalangan Pejabat

Demo Guru dikuansing ungkap banyaknya kebobrokan yang terjadi di kepengurusan PGRI. Untuk menghindari, guru berharap pengurus bukan lagi dari pejabat supaya lebih independen.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Berkaca dari kasus raibnya dana sertifikasi guru se Kuansing yang telah melakukan aksi demo, Rabu (11/1/17) kemarin, banyak kebobrokan yang selama ini disampaikan oleh pendemo. Dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan pendemo, mereka juga menyesalkan tindakan pengurus PGRI Kuansing yang selama ini kurang memperhatikan para guru.

Bahkan dalam orasinya, para guru meminta agar pengurus PGRI beserta ketua tidak lagi dijabat oleh seorang pejabat eselon."Kedepan, jangan lagi diangkat pengurus PGRI ini dari pejabat eselon yang berada di lingkungan Diknas, hal ini supaya lebih independent," ujar salah seorang pendemo, Junaidi.

Junaidi mengharapkan PGRI Kuansing kedepannya mencontoh organisasi guru yang berlaku di Amerika. Kata Junaidi, persatuan guru di Amerika itu sangat kuat dan kerja mereka yang paling utama, yaitu melindungi guru. Hal itu, disebabkan pengurus persatuan guru di sana berasal dari orang-orang independen. Dengan begitu, mereka bisa melindungi guru, tapi di daerah kita pengurus PGRI dirangkap oleh pejabat dinas pendidikan.

Dia mengusulkan, agar dilakukan perubahan di tubuh PGRI, perlu dilakukan pengkajian ulang, agar pengurus PGRI berasal dari orang independen, namun celakanya, jika pengurus berasal dari orang independen, terkadang dikawatirkan tak mendapat dukungan dari pemerintah.

Para pendemo mengharapkan untuk masa yang akan datang jangan lagi PGRI diurus oleh orang-orang yang tak bisa independen. Selanjutnya, pengurus PGRI harus memahami tugas dan fungsinya. Organisasi ini, bukan tujuan politis, tapi melindungi dan membantu guru.

Kekesalan itu juga diutarakan oleh, Samsuddin, salah seorang guru yang ikut berorasi kemarin. Kata Samsuddin, dirinya pernah dipenjarakan oleh pemerintahan Kuansing yang lama akibat pencemaran nama baik. Dalam hal itu, Samsuddin mengaku tidak mendapatkan perlindungan hukum dari PGRI Kuansing sebagai tempatnya berorganisasi.

"Seharusnya PGRI memberikan pelindung hukum kepada saya waktu itu," ujar Samsuddin.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh guru yang lainnya, mereka mengharapkan PGRI sebagai organisasi profesi terbesar merupakan, wadah yang ideal untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan serta memperjuangkan nasib guru.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan
- DP3A Taja Rakor KLA, Targetkan 2022 Pekanbaru Kota Layak Anak Utama
- Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah
- Per-April 2018, 602 Istri di Pekanbaru Gugat Cerai Suaminya
- Sebelum Sholat Jumat,
Panglima TNI dan Kapolri akan Beri Arahan untuk Personilnya

- Pemprov Riau Gesa Persiapan Sholat Jumat Bersama Panglima TNI dan Kapolri
- Dandim Pekanbaru Pimpin Upacara di Rutan Sialang Bungkuk
-
- Ribuan Warga Ikuti Pawai Taruf MTQ ke-23 Kecamatan Bantan
- Isra Mi'raj, Jemaah Masjid Muhamjiri Tampan Gelar Tabligh Akbar dan Silaturrahmi
- Plt Walikota Pekanbaru Optimis Penambahan Mesin Reman dan Cetak Percepat Urus e-KTP
- Bupati Bengkalis Buka MTQ Ke - 15 Kecamatan Pinggir
- Tuntut Bagi Hasil Plasma,
Ratusan Warga Demo PT. MMJ dan Kantor Camat di Rupat

- 500 Undangan Disebar,
Besok Dianto Mapanini Dilantik Menjadi Sekda Kuansing

- 16 ASN Pemkab Rohul Lulus Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa
- Bupati Kuansing Serukan Satpol PP dan Satlinmas Indahkan Imbauan Mendagri
- Bupati Pelalwan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushalla Al-Barokah
- Disdalduk KB Pekanbaru Jadikan Kampung KB Meranti Pandak menjadi "Pokdarwis"
- Komitkan Pecinta Ayam Jago Tanpa Judi, Iwan Gunawan Pimpin Papaji Bengkalis 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.127
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com