Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Juni 2017 21:46
Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"

Sabtu, 24 Juni 2017 21:09
Polda Tempatkan 20 Sniper di Jalur Mudik

Sabtu, 24 Juni 2017 20:21
Polres Inhil Tangkap Spesialis Curat Sarang Walet

Sabtu, 24 Juni 2017 16:58
Polda Ringkus Provokator Kaburnya Ratusan Napi Sialang Bungkuk

Sabtu, 24 Juni 2017 16:15
Seorang Buruh PT Bina Duta Laksana, Tewas Tertimbun Gambut di Gaung, Inhil

Sabtu, 24 Juni 2017 14:53
Kendaraan di Basement Hotel Grand Central Belum Bisa Dievakuasi

Sabtu, 24 Juni 2017 14:18
Menjambret, Dua Pemuda Sebaya di Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Juni 2017 14:12
Pelayanan PLN Kian Buruk,
Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Berkirim Pesan Instagram ke Presiden Jokowi


Sabtu, 24 Juni 2017 13:41
PLN WRKR Usahakan Tak Ada Pemadaman di Hari Lebaran

Sabtu, 24 Juni 2017 11:40
Kecelakaan Maut Diselidiki, Polisi Stop Operasi Roller Coaster Transmart Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 12 Januari 2017 15:21
Tuntut Hak, Disnaker Bengkalis Mediasi PT RW Parsons dan Karyawannya

Disnaker Bengkalis mediasi pertemuan Puluhan karyawan PT RW Parsons dengan perusahaan. Mereka menuntut pesangon dan uang lembr, jasa dan serta uang perumahan.

Riauterkini - DURI - Kamis (12/1/17) pagi, perwakilan dari Perusahaan Subkontraktor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Rekind Worley Parsons (RWP) dan sejumlah perwakilan dari puluhan karyawannya menggelar pertemuan dengan dimediasi Bidang PHI, di Kantor Dinas tenaga kerja (Disnaker) Kabupaten Bengkalis, Jalan Pipa Air Bersih (PAB), Kota Duri.

Dalam mediasi tersebut, perwakilan puluhan karyawan tersebut juga didampingi oleh kuasa hukumnya, Marnalom Hutahaean, SH, MH menuntut agar PT RWP segera merealisasikan Pesangon, Uang lembur, jasa dan perumahan, sesuai dengan kontrak kerja.

Dalam mediasi tersebut, adu argumen antara karyawan dan perusahaan tampak alot hingga akhirnya empat orang perwakilan perusahaan yang dikuasakan kepada Djasmier, Yanuar Simanjuntak, Zulhamidi dan Osdimansyah belum menemukan kata sepakat dan kembali akan bertemu pada Jum'at (13/1/17).

" Kami hanya menuntut hak kami terkait pesangon, lembur, Jasa dan perumahan sesuai di perjanjian kontrak kerja dan sebelumnya perusahaan menjanjikan pada awal bulan desember 2016 lalu. Jelas saja sudah melewati batas selama sebulan tujuh hari,"ungkap salah seorang perwakilan karyawan PT RWP, Ranto.

Hal senada juga diungkapkan Kuasa Hukum kurang lebih 65 orang karyawan PT RWP itu, Marnalom Hutahaean, SH MH. Menurutnya, perihal yang dilakukan Perusahaan dengan mengulur - ulur waktu pembayaran sudah masuk keranah pidana. Dimana PT RWP telah menerima pembayaran dari PT Chevron namun hingga kini hak karyawan sama sekali belum dibayarkan.

" Jumlah uang yang belum disalurkan perusahaan sebesar sepuluh Milliar lebih, oleh karena itu kita akan giring terkait masalah hukumnya dan Chevron juga didesak mengontrol Subkontraktornya jika tidak ingin dikatakan bersekongkol,"ancamnya.
Terpisah, Kabid PHI Disnaker Kabupaten Bengkalis, A. Simanjuntak mengatakan saat diteliti ternyata permasalahan ini masih terjadi Bipartit atau antara pihak perusahaan dan karyawannya serta belum mengarah ke Tripartit atau melibatkan pemerintah." Untuk itu kita arahkan dulu melalui perundingan secara kekeluargaan,"tegasnya.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Sempena Hari Bhayangkara ke-71 Polres Inhu Gelar Bakti Sosial
- Sebut Terbaik, Wakapolda Riau Kunjungi Pospam Lebaran 2017 di Duri
- Pastikan Arus Mudik Aman, Gubri dan Kapolda Tinjau Posko Lebaran
- Gubri Ajak Walikota Pekanbaru Geliatkan Pariwisata
- Gubri Berharap RJ jadi Inspirasi Umat Memakmurkan Masjid
- Minta Dibayarkan Gaji dan THR, Karyawan PT Asia Citra di Rohil Unjuk Rasa
- Dilengkapi Wi-fi Gratis, Besok Gubri Resmikan Dua RTH


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.76.55
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com