Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Juni 2017 21:17
Polres Inhil Sebut Kebakaran Ludeskan 60 Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu

Ahad, 25 Juni 2017 16:13
Usai Sholat Ied, Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Open House

Ahad, 25 Juni 2017 15:51
Meriahnya Pawai Obor Sambut Idul Fitri dan Open House di Rumdis Bupati Rohul

Ahad, 25 Juni 2017 15:16
Bupati Inhil Khotib Sholat Idul Firi 1438 Hijriyah di Tembilahan

Ahad, 25 Juni 2017 14:03
Bupati Kampar dan Forkopimda Shalat Idul Fitri di Mesjid Jami' Al-Ikhsan Islamic Centre Bangkinang

Ahad, 25 Juni 2017 13:14
Bupati Harris Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H

Ahad, 25 Juni 2017 10:52
Ditandai Pemukulan Beduk,
Bupati Inhil Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H


Ahad, 25 Juni 2017 10:44
Perumahan Karyawan PT Pulau Sambu Guntung, Inhil Terbakar

Ahad, 25 Juni 2017 10:38
Dilepas Bupati Bengkalis,
Ribuan Warga Duri Turun ke Jalan Kumandangkan Takbir


Sabtu, 24 Juni 2017 21:46
Berupaya Kabur, Provokator Kaburnya Napi Sialang Bungkuk Di-"dor"



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 20 Maret 2017 17:18
Tiga Bulan Insentif Belum Dibayar, Satu Persatu ASN Bengkalis Mulai ‘Menjerit’

Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Bengkalis mulai keluhkan TPP yang tak kunjung cair. Insentif tersebut yang mereka tunggu sudah tiga bulan.

Riauterkini-BENGKALIS- Menyusul sejak Januari hingga sekarang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum dibayarkan, satu persatu kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai ‘menjerit’. Menyusul TPP tersebut sangat ditunggu untuk membiayai berbagai kebutuhan sehari-hari karena gaji pokok yang diterima setiap bulan harus digunakan untuk membayar pinjaman di bank.

Seperti pengakuan disampaikan Dedi, salah seorang ASN di Bengkalis ini. “Gaji walau sempat terlambat, sekarang sudah dibayar hingga Maret. Gaji ini kami terima sudah tak seberapa lagi, karena langsung dipotong untuk bayar hutang bank,” akunya kepada wartawan, Senin (20/3/17).

Ia menambahkan, dari gaji yang ia terima perbulan, bersih sampai ditangan hanya kisaran Rp500 ribu, karena sisanya untuk bayar pinjaman. Dengan jumlah hanya segitu, harus cari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terpaksa pinjam dibank untuk beli tanah dan membuat rumah. Kalau nunggu gaji terkumpul, tak kan terbuat rumah,” katanya lagi.

Lain halnya dengan sebut saja ASN NN (enggan disebutkan namanya) ini, NN terpaksa menjual tanah untuk menyambung hidup dan biaya kuliah dua orang anaknya. Selama ini menghandalkan insentif atau TPP sementara gaji, walau tidak terima penuh, masih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Yang penting masih bisa makan dan dicukup-cukupkan saja walau tidak cukup,” katanya.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Usai Sholat Ied, Gubri Ajak Masyarakat Hadiri Open House
- Meriahnya Pawai Obor Sambut Idul Fitri dan Open House di Rumdis Bupati Rohul
- Bupati Kampar dan Forkopimda Shalat Idul Fitri di Mesjid Jami' Al-Ikhsan Islamic Centre Bangkinang
- Bupati Harris Lepas Pawai Takbir Idul Fitri 1438 H
- Dilepas Bupati Bengkalis,
Ribuan Warga Duri Turun ke Jalan Kumandangkan Takbir

- Sempena Hari Bhayangkara ke-71 Polres Inhu Gelar Bakti Sosial
- Sebut Terbaik, Wakapolda Riau Kunjungi Pospam Lebaran 2017 di Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.158.253.14
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com