Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juli 2017 17:34
Hadiri Harlah ke-71 Muslimat NU,
Bupati Wardan Minta Berperan dalam Penanganan Kenakalan Remaja


Selasa, 25 Juli 2017 17:31
Dualisme Kepengurusan,
Pengurus Koperasi BBDM Bukitbatu, Bengkalis Ngadu ke DPRD


Selasa, 25 Juli 2017 17:15
Metode Konversi Suara Pileg 2019 di Mata Pengamat Lokal Kuansing

Selasa, 25 Juli 2017 17:12
Agustus, Mitsubishi Hadirkan Next Generation MPV di Riau

Selasa, 25 Juli 2017 17:10
Wako Lantik Komisaris dan Direktur BUMD Pelabuhan Dumai Berseri

Selasa, 25 Juli 2017 16:57
Dua Rumah Kayu Terbakar di Rohil

Selasa, 25 Juli 2017 16:55
Empat Terdakwa Penganiayaan di Rohul,
Dua Bebas dan Dua Divonis 2 Bulan 10 Hari


Selasa, 25 Juli 2017 16:42
Pemda Pelalawan Serius Kembangkan Kawasan Teknopolitan

Selasa, 25 Juli 2017 16:33
Masyarakat dan Perusahaan Diminta Dukung Pembangunan Tol Dumai-Pekanbaru

Selasa, 25 Juli 2017 16:22
‎Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Busana Melayu di Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 20 Maret 2017 17:18
Tiga Bulan Insentif Belum Dibayar, Satu Persatu ASN Bengkalis Mulai ‘Menjerit’

Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Bengkalis mulai keluhkan TPP yang tak kunjung cair. Insentif tersebut yang mereka tunggu sudah tiga bulan.

Riauterkini-BENGKALIS- Menyusul sejak Januari hingga sekarang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum dibayarkan, satu persatu kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai ‘menjerit’. Menyusul TPP tersebut sangat ditunggu untuk membiayai berbagai kebutuhan sehari-hari karena gaji pokok yang diterima setiap bulan harus digunakan untuk membayar pinjaman di bank.

Seperti pengakuan disampaikan Dedi, salah seorang ASN di Bengkalis ini. “Gaji walau sempat terlambat, sekarang sudah dibayar hingga Maret. Gaji ini kami terima sudah tak seberapa lagi, karena langsung dipotong untuk bayar hutang bank,” akunya kepada wartawan, Senin (20/3/17).

Ia menambahkan, dari gaji yang ia terima perbulan, bersih sampai ditangan hanya kisaran Rp500 ribu, karena sisanya untuk bayar pinjaman. Dengan jumlah hanya segitu, harus cari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terpaksa pinjam dibank untuk beli tanah dan membuat rumah. Kalau nunggu gaji terkumpul, tak kan terbuat rumah,” katanya lagi.

Lain halnya dengan sebut saja ASN NN (enggan disebutkan namanya) ini, NN terpaksa menjual tanah untuk menyambung hidup dan biaya kuliah dua orang anaknya. Selama ini menghandalkan insentif atau TPP sementara gaji, walau tidak terima penuh, masih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Yang penting masih bisa makan dan dicukup-cukupkan saja walau tidak cukup,” katanya.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Wako Lantik Komisaris dan Direktur BUMD Pelabuhan Dumai Berseri
- Pemda Pelalawan Serius Kembangkan Kawasan Teknopolitan
- ‎Ratusan Peserta Ramaikan Lomba Busana Melayu di Rohul
- Perkara Korupsi BPMPD Inhil, Jaksa Hadirkan Dua Saksi PNS
- Bupati Kampar Minta Perusahaan Berkontribusi Bangun Daerah
- Diskusi Forjuri, Pekanbaru Paling Siap Lakukan Keuangan Digital di Riau
- Menlu Singapura Kunjungi Riau Bahas Karlahut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.233.92
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com