Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Mei 2017 13:46
Dua Pekan Operasi Patuh, Polres Bengkalis Tilang 1.653 Pelanggar Lalin

Selasa, 23 Mei 2017 13:27
Motor Ditabrak Truk Boks di Pelalawan, Sepasang Kekasih Tewas Seketika

Selasa, 23 Mei 2017 13:23
Terlibat Pungli, Pegawai Disdukcapil Pekanbaru Mulai Disidang

Selasa, 23 Mei 2017 13:06
Bupati Meranti Lepas Pawai Ta'aruf Sambut Ramadhan 1438 Hijriyah

Selasa, 23 Mei 2017 13:01
Tolak Beri Izin, Dishub Pekanbaru Minta Angkutan Online Stop Operasi

Selasa, 23 Mei 2017 12:58
DMI Rohil Ajak Umat Islam Jadikan Momen Ramadhan Memakmurkan Masjid

Selasa, 23 Mei 2017 12:53
Hari Pertama Priode Kedua, Wako Pekanbaru Pimpin Upacara dan Rapat Tertutup

Selasa, 23 Mei 2017 10:35
Rumah Mantan Lurah Teluk Meranti, Pelalawan Hangus Terbakar

Selasa, 23 Mei 2017 10:33
Assyura Armarosa Praja IPDN Rohil Mayoret Drumcoprs Abdi Praja Jatinangor

Selasa, 23 Mei 2017 10:26
Senyum Cerah Sambut Bupati Suparman Kembali Pimpin Kabupaten Rokan Hulu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 20 Maret 2017 17:32
Desak RTRW, Massa PMII Riau-Kepri Datangi Kantor Gubri

Puluhan massa yang tergabung dalam PMII Riau-Kepri datangi kantor Gubri. Aksi mendesak agar segera diselesaikannya RTRW Riau dan ukur ulang semua lahan pemerintah.

Riauterkini-PEKANBARU- Sempat lakukan aksi bakar ban, puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Riau-Kepri gelar demo di depan Kantor Gubernur Riau. Massa mendesak agar segera diselesaikannya RTRW Riau dan ukur ulang semua lahan pemerintah di Provinsi Riau.

"Kita mencurigai ada kongkalikong antara pemerintah dan perusahaan sehingga RTRW Riau belum juga selesai. Ukur ulang lahan di Riau," kata Abdul Rauf, Koordinator Lapangan dalam menyampaikan orasinya, Senin (20/03/17).

Ia juga menyampaikan, jika RTRW Riau tidak segera disahkan, maka Provinsi Riau akan mengalami kerugian dari segi invetasi. Totalnya pun akan mencapai puluhan triliun rupiah.

"Banyak indikasi, kejadian yang menyengsarakan rakyat. Lama-lama tidak disahkan, kita yang rugi, investor yang masuk jadi kesulitan karena tidak ada payung hukumnya, nilainya mencapai puluhan triliun," jelasnya.

Ia pun menyampaikan lima poin yang menjadi tuntutannya. Yakni, Mendukung pemerintah Provinsi Riau melakukan penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau, Meminta pemerintah Provinsi​ Riau melakukan pendataan ulang terhadap perusakan perkebunan.

Meminta kepada pemerintah dan Badan Pertahanan Nasional untuk mengukur ulang lahan perkebunan baik secara data maupun faktual, Meminta DPRD Riau serius menyelesaikan tata ruang wilayah, serta meminta kepada masyarakat untuk mengawal pembahasan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Riau.

"Jika tuntutan kami tidak direalisasikan, maka kami akan turunkan massa yang lebih banyak dari yang saat ini," tuturnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Dua Pekan Operasi Patuh, Polres Bengkalis Tilang 1.653 Pelanggar Lalin
- Bupati Meranti Lepas Pawai Ta'aruf Sambut Ramadhan 1438 Hijriyah
- DMI Rohil Ajak Umat Islam Jadikan Momen Ramadhan Memakmurkan Masjid
- Hari Pertama Priode Kedua, Wako Pekanbaru Pimpin Upacara dan Rapat Tertutup
- Assyura Armarosa Praja IPDN Rohil Mayoret Drumcoprs Abdi Praja Jatinangor
- Tutup MTQ Rambah, Bupati Rohul Ajak Gencarkan Maghrib Mengaji dan Didikan Subuh
- DPRD Minta Rohil Bangkit dari Krisis Keuangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.197.230
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com