Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Pebruari 2018 14:20
Terkait Temuan Kategori Anak Gizi Rendah,
Wakil Rakyat di DPRD Riau Anggap Pemkab Rohul Kecolongan


Selasa, 20 Pebruari 2018 14:09
Markas Koramil 02 Rambah 'Diserbu' Puluhan Murid RA Azza Rohul

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:19
Seorang Masih Buron, Tiga Maling di Rohul Cabuli Putri Pemilik Rumah

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:16
Soal Tuntutan Warga Kerumutan, Komisi III DPRD Pelalawan Hearing PT Gandaera Hendana

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:13
Kalangan Dewan Sambut Positif Penetapan Riau Siaga Darurat Karlahut

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:02
Polda Riau Akan Minta Keterangan Inspektorat Kampar Terkait Pungli Satpol PP

Selasa, 20 Pebruari 2018 12:06
Usai Diberi Gelar, UAS Bersair Perjalanan Hidup dan Sindiran

Selasa, 20 Pebruari 2018 11:19
Maling Pengincar Rumah Kosong Ditangkap Polsek Mandau, Bengkalis

Selasa, 20 Pebruari 2018 10:55
Firdaus-Rusli Ngopi dan Belanja di Pasar Sandang Pangan

Selasa, 20 Pebruari 2018 10:19
Ditabal LAM Riau, Ustadz Abdul Somad Resmi Bergelar Datuk Ulama Setia Negara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Maret 2017 21:18
Tanpa Alasan Jelas, Satpam di Sekwan Riau Mogok Kerja

Sejumlah satpam di Sekretariat DPRD Riau melakukan mogok kerja. Herannya, mogok ini tak jelas alasannya.

Riauterkini-PEKANBARU- Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba sejumlah Satpam yang ditugaskan di sekretariat DPRD Riau mendadak lakukan aksi mogok kerja. Padahal, baru satu bulan penuh Satpam tersebut, bertugas di gedung dewan.

"Kabarnya mereka (Satpam, red) mogok kerja," kata Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua DPRD Riau kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Senin (20/03/17).

Namun diakuinya, ia sama sekali belum mengetahui secara detail alasan aksi mogok kerja tersebut. Rencananya, ia akan mencari kebenarannya melalui Sekretaris DPRD Riau, Kaharuddin.

"Itu yang lagi saya cari tahu penyebab mogoknya para Satpam itu. Saya akan panggil sekretaris dewan," ungkap mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Sebagai data tambahan, sejak ditugaskannya Satpam di gedung dewan (14/02/17), berbagai kritikan terus dilontarkan. Salah satunya dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau yang meminta aparat penegak hukum untuk mengusut pengadaan tenaga pengamanan di sekretariat DPRD Riau. Apalagi, diduga ada indikasi korupsi di dalamnya.

FITRA pun menganggap pengadaan 136 tenaga Satpam yang dipekerjakan di sekretariat dewan, dinilai terlalu berlebihan. Mengingat luas gedung dewan saat ini, cukup dijaga oleh 60 orang Satpam.

"60 orang ini misalnya digaji dengan gaji supermewah sebagai seorang petugas keamanan, misalnya 5 juta ya. Satu tahun cuma Rp3 miliar. Ini hitungan kasar kita, anggaplah ditambah untuk pengamanan rumah pimpinan dewan dan Sekwan, berapa sih jumlahnya, saya yakin tidak sampai 136. Hitungan di atas itu kalau gaji mereka segitu, tapi kan pastinya tidak segitu. Paling mereka digaji sesuai UMR kan. Ini jelas potensi korupsi," kata Usman, Koordinator FITRA Riau kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, jika rasionya satu orang Satpam mengamankan gedung dewan seluas 5000 meter persegi, maka hanya dibutuhkan 20 orang saja dikalikan tiga sift. Maka, dalam satu hari, hanya dibutuhkan 60 orang petugas.

"Gedung DPRD ini luasnya berapa sih. Itung-itungan mereka berapa, kok bisa sampai 136 orang yang dipasang. Saya curiga jumlahnya tidak sampai segitu," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, anggaran tenaga pengamanan gedung dewan paling besar dari anggaran yang dialokasikan pemerintah Provinsi Riau. Total anggaran pengamanan yang dianggarkan tahun 2017 sebesar Rp14,9 miliar.

"Jadi ini kita simpulkan, proyek semacam ini cuma akal-akalan saja. Mereka mau cari keuntungan. Makanya kita berharap penegak hukum untuk masuk menyelidiki ini," jelasnya.

Pengadaan Satpam ini masuk dalam anggaran untuk jasa pengamanan gedung dewan yang besarannya mencapai Rp5,6 miliar dari Rp6,1 miliar dalam Pagu lelang yang dianggarkan dalam APBD Riau. PT. Karya Satria Abadi (KSA) selaku perusahaan yang memenangkan lelang pengamanan tersebut.

Selain untuk upah, anggaran sebesar ini ternyata juga digunakan untuk pengadaan pakaian safari, pakaian dinas lapangan, pakaian dinas harian, sepatu dan perlengkapan Satpam. Total Satpam yang bertugas di DPRD Riau, mencapai 136 orang. ***(ary)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Terkait Temuan Kategori Anak Gizi Rendah,
Wakil Rakyat di DPRD Riau Anggap Pemkab Rohul Kecolongan

- Usai Diberi Gelar, UAS Bersair Perjalanan Hidup dan Sindiran
- Firdaus-Rusli Ngopi dan Belanja di Pasar Sandang Pangan
- Ditabal LAM Riau, Ustadz Abdul Somad Resmi Bergelar Datuk Ulama Setia Negara
- KLHK Dukung Pemprov Rawan Karhutla Tetapkan Status Siaga
- Ikut di Kampanye Firdaus-Rusli,
5 ASN dan Oknum Kades 'Diusir' Panwaslu Kepulauan Meranti

- Premium di Inhu Langka, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kendala
- Belasan Ribu Siswa di Pelalawan Terancam Belajar tak Pakai Bangku dan Meja
- Sebulan, Ustadz Asal Bengkalis Ali Ambar Berdakwah di Hongkong
- Bupati Bengkalis Terbitkan Edaran Peduli Sampah
- Buka Musrenbang, Wabup Meranti Minta Kades Ekspos Masalah Desa
- Bina Napi Jadi Santri, Lapas Bengkalis Dirikan Ponpes Al-Hidayah
- Bupati Harris Teken Deklarasi Pelalawan sebagai Kabupaten Layak Anak
- Hebohkan Dumai dan Viral di Medsos, Papan Bunga untuk Melawan Pelakor
- FERT RAPP Bantu Padamkan Lahan 100 Hektar di Rupat
- Janji Tindak Pelaku 'Bali' di Duri,
Satlantas Bengkalis Himbau Peran Aktif Orang Tua

- KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018
- Ribuan Warga Tionghoa Hadiri Perayaan Imlek Bersama 2569
- Sekdaprov Riau Tinjau Jembatan Amblas di Tempuling, Inhil
- Dihadiri Dewan Kampar, Warga Gajah Bertalut Panrn Ikan Lubuk Larangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.17.101
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com