Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 April 2018 15:32
Buka O2SN dan FLS2N, Wabup Kampar Minta Peserta Junjung Tinggi Sportivitas

Kamis, 19 April 2018 15:28
Sidak ke Gudang Penyimpanan, Polisi Belum Temukan Adanya Miras Oplosan di Pekanbaru

Kamis, 19 April 2018 15:24
Rahma Selviawati Resmi Menjabat External Affair Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu

Kamis, 19 April 2018 15:20
Disiapkan Anggaran Sekitar Rp3,2 Miliar,
32 Desa di Kabupaten Bengkalis Gelar Pilkades Serentak Tahun Ini


Kamis, 19 April 2018 15:03
Harga Terigu Merangkak Naik, Bulog Datangkan Tepung Kita

Kamis, 19 April 2018 15:00
Diduga Palsukan Akreditasi, Dua Mahasiswa Laporkan Kampusnya ke Polda Riau

Kamis, 19 April 2018 14:57
Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan

Kamis, 19 April 2018 14:54
Bangko Pusako Rohil,
Mantan Camat: Waktunya Singkat Saja, Calon Gubernur Riau Nomor 1 Pilihan Kita


Kamis, 19 April 2018 14:49
Pasca Longsor, Jalan lintas Riau-Sumbar di Kuok Sudah Bisa Dilewati

Kamis, 19 April 2018 14:14
Khusus di Hari Kartini, Konsumen SBT Berkesempatan Dapatkan Hadiah Umroh Gratis

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Maret 2017 21:18
Tanpa Alasan Jelas, Satpam di Sekwan Riau Mogok Kerja

Sejumlah satpam di Sekretariat DPRD Riau melakukan mogok kerja. Herannya, mogok ini tak jelas alasannya.

Riauterkini-PEKANBARU- Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba sejumlah Satpam yang ditugaskan di sekretariat DPRD Riau mendadak lakukan aksi mogok kerja. Padahal, baru satu bulan penuh Satpam tersebut, bertugas di gedung dewan.

"Kabarnya mereka (Satpam, red) mogok kerja," kata Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua DPRD Riau kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Senin (20/03/17).

Namun diakuinya, ia sama sekali belum mengetahui secara detail alasan aksi mogok kerja tersebut. Rencananya, ia akan mencari kebenarannya melalui Sekretaris DPRD Riau, Kaharuddin.

"Itu yang lagi saya cari tahu penyebab mogoknya para Satpam itu. Saya akan panggil sekretaris dewan," ungkap mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Sebagai data tambahan, sejak ditugaskannya Satpam di gedung dewan (14/02/17), berbagai kritikan terus dilontarkan. Salah satunya dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau yang meminta aparat penegak hukum untuk mengusut pengadaan tenaga pengamanan di sekretariat DPRD Riau. Apalagi, diduga ada indikasi korupsi di dalamnya.

FITRA pun menganggap pengadaan 136 tenaga Satpam yang dipekerjakan di sekretariat dewan, dinilai terlalu berlebihan. Mengingat luas gedung dewan saat ini, cukup dijaga oleh 60 orang Satpam.

"60 orang ini misalnya digaji dengan gaji supermewah sebagai seorang petugas keamanan, misalnya 5 juta ya. Satu tahun cuma Rp3 miliar. Ini hitungan kasar kita, anggaplah ditambah untuk pengamanan rumah pimpinan dewan dan Sekwan, berapa sih jumlahnya, saya yakin tidak sampai 136. Hitungan di atas itu kalau gaji mereka segitu, tapi kan pastinya tidak segitu. Paling mereka digaji sesuai UMR kan. Ini jelas potensi korupsi," kata Usman, Koordinator FITRA Riau kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, jika rasionya satu orang Satpam mengamankan gedung dewan seluas 5000 meter persegi, maka hanya dibutuhkan 20 orang saja dikalikan tiga sift. Maka, dalam satu hari, hanya dibutuhkan 60 orang petugas.

"Gedung DPRD ini luasnya berapa sih. Itung-itungan mereka berapa, kok bisa sampai 136 orang yang dipasang. Saya curiga jumlahnya tidak sampai segitu," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, anggaran tenaga pengamanan gedung dewan paling besar dari anggaran yang dialokasikan pemerintah Provinsi Riau. Total anggaran pengamanan yang dianggarkan tahun 2017 sebesar Rp14,9 miliar.

"Jadi ini kita simpulkan, proyek semacam ini cuma akal-akalan saja. Mereka mau cari keuntungan. Makanya kita berharap penegak hukum untuk masuk menyelidiki ini," jelasnya.

Pengadaan Satpam ini masuk dalam anggaran untuk jasa pengamanan gedung dewan yang besarannya mencapai Rp5,6 miliar dari Rp6,1 miliar dalam Pagu lelang yang dianggarkan dalam APBD Riau. PT. Karya Satria Abadi (KSA) selaku perusahaan yang memenangkan lelang pengamanan tersebut.

Selain untuk upah, anggaran sebesar ini ternyata juga digunakan untuk pengadaan pakaian safari, pakaian dinas lapangan, pakaian dinas harian, sepatu dan perlengkapan Satpam. Total Satpam yang bertugas di DPRD Riau, mencapai 136 orang. ***(ary)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan
- DP3A Taja Rakor KLA, Targetkan 2022 Pekanbaru Kota Layak Anak Utama
- Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah
- Per-April 2018, 602 Istri di Pekanbaru Gugat Cerai Suaminya
- Sebelum Sholat Jumat,
Panglima TNI dan Kapolri akan Beri Arahan untuk Personilnya

- Pemprov Riau Gesa Persiapan Sholat Jumat Bersama Panglima TNI dan Kapolri
- Dandim Pekanbaru Pimpin Upacara di Rutan Sialang Bungkuk
-
- Ribuan Warga Ikuti Pawai Taruf MTQ ke-23 Kecamatan Bantan
- Isra Mi'raj, Jemaah Masjid Muhamjiri Tampan Gelar Tabligh Akbar dan Silaturrahmi
- Plt Walikota Pekanbaru Optimis Penambahan Mesin Reman dan Cetak Percepat Urus e-KTP
- Bupati Bengkalis Buka MTQ Ke - 15 Kecamatan Pinggir
- Tuntut Bagi Hasil Plasma,
Ratusan Warga Demo PT. MMJ dan Kantor Camat di Rupat

- 500 Undangan Disebar,
Besok Dianto Mapanini Dilantik Menjadi Sekda Kuansing

- 16 ASN Pemkab Rohul Lulus Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa
- Bupati Kuansing Serukan Satpol PP dan Satlinmas Indahkan Imbauan Mendagri
- Bupati Pelalwan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushalla Al-Barokah
- Disdalduk KB Pekanbaru Jadikan Kampung KB Meranti Pandak menjadi "Pokdarwis"
- Komitkan Pecinta Ayam Jago Tanpa Judi, Iwan Gunawan Pimpin Papaji Bengkalis 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.127
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com