Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Oktober 2017 14:59
Termasuk Wakapolres, 11 Perwira Polres Meranti Dimutasikan

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:54
Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:48
Dewan Anggap Terlalu Kecil,
2018, Pemprov Riau Anggarkan Ro 50 JUta Per Desa


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:43
Pilkada Inhil 2018, Wardan Jemput Rekomendasi DPP Demokrat ke Jakarta

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:32
Pilgubri 2018, Ketum Golkar Dikabarkan Setujui Duet Andi-Suyatno

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:26
Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:54
Menkes Buka Pekan Olahraga Forkesnmen di RSJ Tampan

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:50
Bandar Togel Beromzet Rp10 Juta per Hari Ditangkap Polisi

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:42
TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:19
Wakili Provinsi Riau, Tim PKK Inhil Juara Ii Menu Sarapan Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 20 April 2017 21:53
Puisi dan Mengacau Gelamai Memeriahkan Kenduri Melayu di TMII

Tradisi masyarakat Lancang Kuning dalam mengacau gulali dan berpuisi turut meriahkan Kenduri Melayu di TMII Jakarta. Pengunjung ditunjukkan bagaimana salah satu kuliner Riau dibuat.

Riauterkini - JAKARTA - Setelah menggelar parade budaya dengan berkeliling menggunakan perahu baganduong sambil memainkan musik randai dari Kuantan Singingi. Kenduri melayu yang dilaksanakan di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali di meriahkan pertunjukan dengan memasak gelamai.

Mengacau gelamai atau dodol merupakan makanan khas Kuansing yang tak kalah dengan makanan dari daerah lainnya. Ada pun saat pertunjukan, gelamai diaduk oleh bujang dan daro Kuansing. Bahan-bahan makanan terdiri dari gula merah, santan dan daun pandan tersebut diaduk selama lebih kurang dua jam.

"Mengacau gelamai ini memang sengaja kita pertunjukan untuk pengunjung yang datangnya kita ingin masyarakat tahu begini salah kuliner khas Riu dari Kuansing ini dimasak," kata Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zein melalui panitia pelaksana acara Tengku Zul Efendi di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (20/4/17).

Uniknya, mengacau gelamai yang dilakukan bujang dan daro Kuansing ini diaduk menggunakan dahan kelapa. Kemudian api yang digunakan kayu bakar layaknya dikampung.

Selain itu tak kalah menarik juga, pembacaan puisi oleh beberapa seniman Riau diantaranya Hang Kaprawi. Tema puisi yang berkisah tentang kerisauan seorang masyarakat menengah ke bawah terhadap kezaliman penguasa. Pembacaan puisi ini mampu menarik perhatian pengunjung yang antusias menyaksikan pertunjukan tersebut.***(mok)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Termasuk Wakapolres, 11 Perwira Polres Meranti Dimutasikan
- Menkes Buka Pekan Olahraga Forkesnmen di RSJ Tampan
- Berangkat Desember 2017,
Bripka Totok Terima Hadiah Umroh dari Kapolda Riau

- ‎Sekda Rohul Lantik 183 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Terjerat Perkara Korupsi,
Plt Kadishub Dumai Prihatin Terkait Kasus Anggotanya

- Gubri Hadiri Kenduri Melayu 2017 di Bengkalis
- Waktu Mempet, Proyek Overlay Sultan Syarif Kasim Dumai Belum Jelas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.67.122
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com