Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 April 2017 22:32
Pemkab Inhil Terus Maksimalkan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 25 April 2017 22:29
2 Penjual Togel di Rohil Diamankan Polisi

Selasa, 25 April 2017 22:08
Diduga Alami Gangguan Jiwa,
Polres Inhil Bakal Periksakan Pelaku Bom Molotov ke RSJ Pekanbaru


Selasa, 25 April 2017 21:28
Dilakukan Dua Warga Kunto Darussalam, Rohul,
PTPN V Cabut Laporan Pencurian Berondolan Sawit


Selasa, 25 April 2017 20:34
Kejar Progres Serapan APBD 2017,
Bagian ULP Rohul Gelar Bimtek Barang dan Jasa


Selasa, 25 April 2017 20:24
Lukman Edy Sebut Pansus Pemilu Setuju DPD Dipilih DPR

Selasa, 25 April 2017 20:18
Terpilih Jadi Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Disebut Harapan Bagi Masyarakat Riau


Selasa, 25 April 2017 20:06
Diduga Curi Mobil Mahasiswa Asal Rohul, Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi

Selasa, 25 April 2017 19:58
Dibanderol Rp 14 Milliar, Warga Pendatang di Duri Miliki Batu Mulia Serendibite

Selasa, 25 April 2017 19:26
Seorang Bocah di Rohul Tewas Tenggelam di Pembuangan Limbah Rumah Tangga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 20 April 2017 21:53
Puisi dan Mengacau Gelamai Memeriahkan Kenduri Melayu di TMII

Tradisi masyarakat Lancang Kuning dalam mengacau gulali dan berpuisi turut meriahkan Kenduri Melayu di TMII Jakarta. Pengunjung ditunjukkan bagaimana salah satu kuliner Riau dibuat.

Riauterkini - JAKARTA - Setelah menggelar parade budaya dengan berkeliling menggunakan perahu baganduong sambil memainkan musik randai dari Kuantan Singingi. Kenduri melayu yang dilaksanakan di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali di meriahkan pertunjukan dengan memasak gelamai.

Mengacau gelamai atau dodol merupakan makanan khas Kuansing yang tak kalah dengan makanan dari daerah lainnya. Ada pun saat pertunjukan, gelamai diaduk oleh bujang dan daro Kuansing. Bahan-bahan makanan terdiri dari gula merah, santan dan daun pandan tersebut diaduk selama lebih kurang dua jam.

"Mengacau gelamai ini memang sengaja kita pertunjukan untuk pengunjung yang datangnya kita ingin masyarakat tahu begini salah kuliner khas Riu dari Kuansing ini dimasak," kata Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zein melalui panitia pelaksana acara Tengku Zul Efendi di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (20/4/17).

Uniknya, mengacau gelamai yang dilakukan bujang dan daro Kuansing ini diaduk menggunakan dahan kelapa. Kemudian api yang digunakan kayu bakar layaknya dikampung.

Selain itu tak kalah menarik juga, pembacaan puisi oleh beberapa seniman Riau diantaranya Hang Kaprawi. Tema puisi yang berkisah tentang kerisauan seorang masyarakat menengah ke bawah terhadap kezaliman penguasa. Pembacaan puisi ini mampu menarik perhatian pengunjung yang antusias menyaksikan pertunjukan tersebut.***(mok)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Dilakukan Dua Warga Kunto Darussalam, Rohul,
PTPN V Cabut Laporan Pencurian Berondolan Sawit

- Lukman Edy Sebut Pansus Pemilu Setuju DPD Dipilih DPR
- Terpilih Jadi Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Disebut Harapan Bagi Masyarakat Riau

- Dibanderol Rp 14 Milliar, Warga Pendatang di Duri Miliki Batu Mulia Serendibite
- Pemerintah dan DPRD Riau Dinilai Lambat Tuntaskan RTRW
- 51 Mustahiq Bakal Terima Zakat dari Baznas Bengkalis
- Serentak di 10 Provinsi,
BPJS Kesehatan Pekanbaru Targetkan 4 Ribu Peserta Ikuti IVA Test



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.76.106
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com