Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 23:15
Perkenalkan Mata Uang Digital,
Bitconnect Berikan Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 22:10
Hentikan Operasi Pabrik Batu Bata,
Dewan Minta Camat Bantan Kaji Ulang Kebijakannya


Selasa, 17 Oktober 2017 21:22
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta

Selasa, 17 Oktober 2017 20:38
Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik

Selasa, 17 Oktober 2017 20:37
Penyebab Proyek PL di PUPR Kuansing Batal Dilaksanakan

Selasa, 17 Oktober 2017 19:58
Buka MTQ XVI Tingkat Kabupaten,
Bupati Kuansing Ajak Warga Hidupkan Magrib Mengaji


Selasa, 17 Oktober 2017 19:52
Menuju Porprov Riau 2017, Kontingen Meranti Berangkat Naik KM Jelatik

Selasa, 17 Oktober 2017 19:17
Bahas Perdagangan Lintas Batas, Bupati Meranti Rapat Bersama DPD RI

Selasa, 17 Oktober 2017 19:07
Kapolresta Pekanbaru Periksa Puluhan Senpi Laras Panjang Sabhara

Selasa, 17 Oktober 2017 19:03
Sidang KKEP Polri, Tiga Personil Polres Meranti di Pecat Tidak Dengan Hormat

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 20 April 2017 22:43
Dana Sertifikasi Belum Cair, Guru PNS Rohul di Lima Desa Ancam Mogok Ngajar

Guru PNS di lima desa perbatasan Rohul-Kampar ancam lakukan mogok mengajar. Pasalnya, para pahlawan tanpa jasa kesal karena belum menerima SK sertifikasi.

Riauterkini-BANGKINANG- Polemik lima desa di perbatasan antara Kabupaten Kampar dengan Kabupten Rokan Hulu (Rohul) turut berimbas terhadap dunia pendidikan serta tenaga pendidik.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar ikut prihatin dengan polemik terjadi karena hal itu banyak dikeluhkan tenaga pendidik.

Sebelumnya, sekira 35 guru status PNS mengajar di sepuluh SDN dan SMPN di lima desa mengancam akan melakukan mogok mengajar.

Para tenaga pendidik ini merasa kesal karena Surat Keputusan Sertifikasi mereka belum diterima. Dampaknya, para guru ini tidak menerima tunjangan sertifikasi.

Seorang guru di lima desa mengungkapkan nama mereka sebagai penerima tunjangan sertifikasi sudah diberi tanda merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) daring.

Para guru meyakini, nama mereka diberi tanda merah karena polemik tapal batas antara Kabupaten Kampar dan kabupaten Rohul yang tidak kunjung selesai sampai tahun ini.

Sementara itu, M. Yasir Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar mengatakan jika dana sertifikasi guru tidak cair karena polemik perbatasan, masalah tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

Ia mengungkapkan bahwa sekira 35 guru PNS tersebut memang masih digaji dari Pemkab Rohul. Namun demikian, dirinya tidak tahu persis penyebab hingga SK Sertifikasi para guru ini belum terbit.

Ditanya soal adanya ancaman mogok mengajar, Yasir menyarankan para guru PNS tersebut 'hijrah' ke Kabupaten Kampar.

"Sudah, ke Kampar saja. Pasti selesai itu masalahnya," ujar Yasir kepada wartawan di Bangkinang, Kamis (20/4/17).

Menurutnya, soal kewenangan sepuluh sekolah negeri di lima desa perbatasan antara Kampar dan Rohul, sebenarnya bisa diselesaikan jika kedua kepala daerah mau duduk bersama, dan dimediasi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Diakuinya, polemik perbatasan yang berimbas terhadap dunia pendidikan tidak akan terselesaikan bila kedua daerah saling klaim, tanpa pernah duduk bersama.

Ia mengharapkan semua pihak memikirkan nasib pendidikan di lima desa sehingga tidak terganggu karena polemik perbatasan antara Kampar dan Rohul yang belum terselesaikan.

Yasir mengakui jika terus dibiarkan dan saling klaim, polemik perbatasan juga akan berdampak terhadap pelaksanaan UNBK atau ujian nasional, dan ujian akhir sekolah (UAS).

Di satu sisi, tambah Yasir, sepuluh sekolah negeri di lima sudah teregistrasi masuk wilayah administrasi Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Namun, untuk pelaksanaan UBNK dan UAS hingga penerbitan ijazah masih dikeluarkan oleh Disdikpora Kabupaten Rohul.***(man)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta
- Penyebab Proyek PL di PUPR Kuansing Batal Dilaksanakan
- Menuju Porprov Riau 2017, Kontingen Meranti Berangkat Naik KM Jelatik
- Sidang KKEP Polri, Tiga Personil Polres Meranti di Pecat Tidak Dengan Hormat
- Kegiatan Kenal Pamit Kejari Bengkalis Dilakukan Tertutup
- Hasilkan Anggota Polri Terbaik, Polres Inhil dan Pemkab Inhil Teken MoU
- Letkol Pnb Jajang Setiawan Jabat Kadisops Lanud RSN Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.211.135
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com