Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 September 2017 22:01
Tingkatkan PAD dari Pajak, Komisi III DPRD RIau Kunjungi PT IISS

Jum’at, 22 September 2017 20:56
Riau Care Galang Dana untuk Rohingya,
Besok, Gelar Tabligh Akbar DR Syafiq Riza


Jum’at, 22 September 2017 19:51
Main Judi Song di Warung,
Karyawan PTPN V dan Temannya Ditangkap Polisi Rohul, Tiga Lagi Kabur


Jum’at, 22 September 2017 19:46
Cegah Korupsi, Mendagri Tegaskan Daerah Wajib Gunakan e-Planning

Jum’at, 22 September 2017 19:32
Personel Satlantas Polresta Pekanbaru,
Alami Lakalantas Saat Dinas, Aipda M Yusuf Terima Reward dari Kapolri


Jum’at, 22 September 2017 19:25
Gubri Apresiasi Capaian Atlet Popnas Riau di Semarang

Jum’at, 22 September 2017 19:22
Buka Turnamen Bupati Cup,
Wardan Tegaskan Serius Perhatikan Pembinaan Olahraga di Inhil


Jum’at, 22 September 2017 18:05
Tusuk Tetangga Pakai Tojok Sawit,
Oknum Mahasiswa di Rohul Ini Diciduk Polsek Rambah


Jum’at, 22 September 2017 17:25
Pesta Sabu Dalam Rumah, 2 Warga Ujung Batu Digerebek Polisi

Jum’at, 22 September 2017 17:20
25 Jabatan di Lingkungan Pemkab Bengkalis Dijabat Plt



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 20 April 2017 22:43
Dana Sertifikasi Belum Cair, Guru PNS Rohul di Lima Desa Ancam Mogok Ngajar

Guru PNS di lima desa perbatasan Rohul-Kampar ancam lakukan mogok mengajar. Pasalnya, para pahlawan tanpa jasa kesal karena belum menerima SK sertifikasi.

Riauterkini-BANGKINANG- Polemik lima desa di perbatasan antara Kabupaten Kampar dengan Kabupten Rokan Hulu (Rohul) turut berimbas terhadap dunia pendidikan serta tenaga pendidik.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar ikut prihatin dengan polemik terjadi karena hal itu banyak dikeluhkan tenaga pendidik.

Sebelumnya, sekira 35 guru status PNS mengajar di sepuluh SDN dan SMPN di lima desa mengancam akan melakukan mogok mengajar.

Para tenaga pendidik ini merasa kesal karena Surat Keputusan Sertifikasi mereka belum diterima. Dampaknya, para guru ini tidak menerima tunjangan sertifikasi.

Seorang guru di lima desa mengungkapkan nama mereka sebagai penerima tunjangan sertifikasi sudah diberi tanda merah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) daring.

Para guru meyakini, nama mereka diberi tanda merah karena polemik tapal batas antara Kabupaten Kampar dan kabupaten Rohul yang tidak kunjung selesai sampai tahun ini.

Sementara itu, M. Yasir Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar mengatakan jika dana sertifikasi guru tidak cair karena polemik perbatasan, masalah tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

Ia mengungkapkan bahwa sekira 35 guru PNS tersebut memang masih digaji dari Pemkab Rohul. Namun demikian, dirinya tidak tahu persis penyebab hingga SK Sertifikasi para guru ini belum terbit.

Ditanya soal adanya ancaman mogok mengajar, Yasir menyarankan para guru PNS tersebut 'hijrah' ke Kabupaten Kampar.

"Sudah, ke Kampar saja. Pasti selesai itu masalahnya," ujar Yasir kepada wartawan di Bangkinang, Kamis (20/4/17).

Menurutnya, soal kewenangan sepuluh sekolah negeri di lima desa perbatasan antara Kampar dan Rohul, sebenarnya bisa diselesaikan jika kedua kepala daerah mau duduk bersama, dan dimediasi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Diakuinya, polemik perbatasan yang berimbas terhadap dunia pendidikan tidak akan terselesaikan bila kedua daerah saling klaim, tanpa pernah duduk bersama.

Ia mengharapkan semua pihak memikirkan nasib pendidikan di lima desa sehingga tidak terganggu karena polemik perbatasan antara Kampar dan Rohul yang belum terselesaikan.

Yasir mengakui jika terus dibiarkan dan saling klaim, polemik perbatasan juga akan berdampak terhadap pelaksanaan UNBK atau ujian nasional, dan ujian akhir sekolah (UAS).

Di satu sisi, tambah Yasir, sepuluh sekolah negeri di lima sudah teregistrasi masuk wilayah administrasi Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Namun, untuk pelaksanaan UBNK dan UAS hingga penerbitan ijazah masih dikeluarkan oleh Disdikpora Kabupaten Rohul.***(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Riau Care Galang Dana untuk Rohingya,
Besok, Gelar Tabligh Akbar DR Syafiq Riza

- Personel Satlantas Polresta Pekanbaru,
Alami Lakalantas Saat Dinas, Aipda M Yusuf Terima Reward dari Kapolri

- Pesta Sabu Dalam Rumah, 2 Warga Ujung Batu Digerebek Polisi
- 25 Jabatan di Lingkungan Pemkab Bengkalis Dijabat Plt
- Serikat Saudagar Nusantara Pekanbaru Gelar Seminar dan Workshop
- Sidak Tiga Instansi,
Banyak Swalayan di Rohul Kembalikan Uang Koin Pakai Permen

- Sarana Puskesmas Bengkalis Tidak Lagi Memadai Layani Masyarakat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.42.165
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com