Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Oktober 2017 14:59
Termasuk Wakapolres, 11 Perwira Polres Meranti Dimutasikan

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:54
Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:48
Dewan Anggap Terlalu Kecil,
2018, Pemprov Riau Anggarkan Ro 50 JUta Per Desa


Jum’at, 20 Oktober 2017 14:43
Pilkada Inhil 2018, Wardan Jemput Rekomendasi DPP Demokrat ke Jakarta

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:32
Pilgubri 2018, Ketum Golkar Dikabarkan Setujui Duet Andi-Suyatno

Jum’at, 20 Oktober 2017 14:26
Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:54
Menkes Buka Pekan Olahraga Forkesnmen di RSJ Tampan

Jum’at, 20 Oktober 2017 11:50
Bandar Togel Beromzet Rp10 Juta per Hari Ditangkap Polisi

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:42
TNI dan Polisi Bantu Pemadam Padamkan Kebakaran Lahan di Duri

Jum’at, 20 Oktober 2017 07:19
Wakili Provinsi Riau, Tim PKK Inhil Juara Ii Menu Sarapan Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 21 April 2017 14:47
Jadi Tulang Punggung Keluarga,
Perempuan ini Kemudikan Forklift di PT RAPP


Inilah salah satu Kartini masa kini. Namanya Lita, pengemudi forklift di PT RAPP.

PANGKALAN KERINCI-Riauterkini– Peralatan operasional yang sangat dibutuhkan di bidang perindustrian dalam kegiatan pengangkutan, pengangkatan serta pemindahan barang berkapasitas besar yang biasa disebut forklift, biasanya dioperasikan oleh seorang pria. Namun, jika dikendarai oleh seorang perempuan, tentu tidak biasa. Kendaraan itulah yang dikendarai oleh Lita Syafriana (22). Bukan tanpa alasan ia memilih untuk mengendarai kendaraan yang harusnya dikendarai oleh laki-laki itu. Ia memilih bekerja sebagai pengemudi forklift demi membantu perekonomian keluarganya.

Anak kedua dari lima orang bersaudara ini menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya wafat. Bersama kakaknya yang bekerja sebagai penjaga kebun, Lita membantu ibunya untuk membiayai dua orang adiknya yang masih bersekolah.

"Saya harus membantu ibu saya untuk menghidupi keluarga ini. Saya bersyukur mendapatkan peluang dan kesempatan dari PT RAPP (PT Riau Andalan Pulp and Paper). Meski saya perempuan, mereka percaya saya bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki," ujar Lita.

Sebelum bekerja sebagai pengemudi forklift, Lita pernah bekerja di salah satu klinik di Pangkalan Kerinci. Selain itu, ia juga pernah menjadi SPG di salah satu pusat perbelanjaan di kota Seiya Sekata ini. Setelah itu, ia mencoba melamar ke PT Riau Duta Berlian, salah satu mitra Community Development (CD) RAPP. Ia pun harus bersaing dengan 52 orang yang juga melamar sebagai pengemudi forklift ini. Ia terpilih bersama 11 rekan lainnya untuk menjadi pengemudi kendaraan pengangkut kertas tersebut.

“Mau bagaimana lagi, siap tak siap harus siap. Mau tidak mau saya harus siap karena saya butuh pekerjaan. Tawaran kerja di sini (PT RAPP-red) gajinya lebih tinggi daripada sebelumnya jadi SPG dulu. Awalnya saya sempat bingung, tapi setelah saya diterima, saya pun diberikan pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan hingga saya bisa mengoperasikan forklift dan sekarang saya mendapatkan sertifikasi dari Disnaker sekaligus memiliki Surat Izin Operasi,” ujarnya.

Rasa cemas pun sempat menghantui pikiran Lita, ia khawatir tidak mampu menjalani profesi ini. Bahkan, awalnya ia sempat mengalami kecelakaan kecil saat bertugas. Namun, berkat pelatihan yang diberikan, ia kini sudah mahir mengendarai kendaraan besar tersebut, sudah tak ada rasa takut dan cemas yang terlihat saat Lita mengendarai Forklift.

Diakui Lita, ia senang dengan pekerjaan sebagai pengendara Forklift ini. Terlebih lagi bisa bergabung dengan perusahaan sebesar PT RAPP, merupakan sebuah hal yang membanggakan bagi warga Pangkalan Kerinci dan sekitarnya ini. Forklift yang mampu mengangkat beban hingga ribuan kilogram itu pada kenyataannya tidak semudah mengendarai mobil pada umumnya. Pusat gerakan kendaraan beroda tiga itu berada di ban belakang.

“Jadi kalau bawa forklift itu seperti bawa mobil jalan mundur. Tak semua orang yang mengendarai mobil bisa bawa forklift. Rasa bangga ada jadi perempuan di antara laki-laki. Tak menyangka bisa diterima, karena karyawan yang dipilih bawa forklift yang memiliki kaki sampai ke rem,” ungkapnya. Sementara itu, Shift Superintendent RAPP, Nofriadi, mengemukakan RAPP telah memberdayakan pekerja lokal perempuan untuk mengendarai forklift sejak 2004. Dia mengemukakan perempuan merupakan pekerja yang lebih halus dan lebih hati-hati dalam bekerja. Hal ini menjadi landasan perusahaan untuk mempercayakan produknya pada perempuan.

“Perempuan itukan sifat dasarnya lebih halus dan lebih hati-hati. Jadi produk kita pun akan lebih terjaga,” ucapnya. ***(rls)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Termasuk Wakapolres, 11 Perwira Polres Meranti Dimutasikan
- Menkes Buka Pekan Olahraga Forkesnmen di RSJ Tampan
- Berangkat Desember 2017,
Bripka Totok Terima Hadiah Umroh dari Kapolda Riau

- ‎Sekda Rohul Lantik 183 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Terjerat Perkara Korupsi,
Plt Kadishub Dumai Prihatin Terkait Kasus Anggotanya

- Gubri Hadiri Kenduri Melayu 2017 di Bengkalis
- Waktu Mempet, Proyek Overlay Sultan Syarif Kasim Dumai Belum Jelas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.67.122
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com