Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 21:28
Diduga Curi Uang Infaq Masjid, 2 Remaja di Rohul Ditangkap Warga

Rabu, 25 April 2018 21:10
Pilgubri Juni 2018, Anggota DPRD Siak Minta ASN Jaga Netralitas

Rabu, 25 April 2018 21:06
Wako Firdaus Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Plaza Sukaramai Pekanbaru Ditunda

Rabu, 25 April 2018 20:53
Bupati Rohul Dukung Tradisi Adat Mandai Ulu Taon Jadi Agenda Tahunan

Rabu, 25 April 2018 19:35
Wardan Silaturrahmi Dengan Pimpinan Ponpes Tebu Ireng 3 di Petalongan, Inhil

Rabu, 25 April 2018 19:31
Agar Selalu GCG, Bank Riau Kepri Berkoordinasi dengan KPK

Rabu, 25 April 2018 19:20
Puluhan Personel Polres Bengkalis Jadi Sasaran Razia Pra Operasi Patuh Muara Takus

Rabu, 25 April 2018 19:13
Jalan Provinsi Masih Putus, Bupati Kuansing Tinjau Banjir di Pucuk Rantau

Rabu, 25 April 2018 18:55
Asisten I Inhil Buka Tatap Muka Tim Pengawasan Evaluasi TMMD ke-101

Rabu, 25 April 2018 18:52
Dugaan Politik Uang di Pilgubri,
Sentra Gakkumdu Bengkalis Tuntaskan Pemeriksaan 16 Saksi


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Mei 2017 20:04
UMRI-LSISI Gelar Diskusi Peranan Pers Kampus Sikapi Propaganda Kepentingan

Fakultas Ilmu Komunikasi Umri dan LSISI menggelar diskusi tentang peranan pers mahasiswa dalam menjaga stabilitas nasional serta menangkal propaganda kepentingan pemerintah.

Riauterkini-PEKANBARU-Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyan Riau (UMRI) dan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) menggelar diskusi tentang peranan Pers Mahasiswa dalam menjaga stabilitas Nasional serta menangkal propaganda kepentingan terhadap pemerintah.

Diskusi publik yang digelar di aula kampus, Jumat siang (19/5/17), menampilkan pembicara Jupendri (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI), Jayus (Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau) dan Hasan Basril, salah seorang Pemimpin Redaksi Media Online di Pekanbaru.

Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI Jupendri, menyebutkan, ada tiga pernyataan yang perlu didiskusikan dalam kesempatan ini. Pertama, ada apa dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, mengapa mahasiswa yang menjadi objek. Ketiga, bagaimana peranan mahasiswa dalam menjaga NKRI.

"Pertanyaan pertama itu muncul karena banyaknya isu- isu yang muncul dari media sosial berpotensi memecah belah NKRI seperti gerakan Partai Komunis Indonesia, ISIS, dan isu lain. Kalau mengapa harus mahasiswa yang berperan menjaga keutuhan NKRI itu karena mahasiswa memiliki empat tugas yakni menerima pendidikan, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkannya, mahasiswa juga punya tanggungjawab untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pendidikan yang sudah mereka terima dari kampus sehingga masyarakat tidak sesat dalam memaknai sesuatunya. Untuk menjalankan perannya dalam menjaga keutuhan NKRI, mahasiswa harus mengerti dan memahami apa itu NKRI untuk dikomunikasikan kepada masyarakat.

Jayus, Wakil Ketua Bidang Komunikasi DW Pemuda Muhammadiyah Riau menambahkan, menyebut, sebagai agen perubahan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan juga menjadi pelaku dari perubahan. Mahasiswa memiliki peran istimewa dikelompokkan dalam tiga fungsi. Seperti peran sebagai agen perubahan atau agent of change, social control, dan iron stock..

"Dengan tugas besar tersebut diharapkan mahasiswa dapat mewujudkan perubahan bangsa menuju yang lebih baik,'' ujarnya.

Perubahan yang dimaksud, imbuh Jayus, tnetu adalah perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Untuk mengubah sebuah negara, yang paling utama harus diubah adalah diri kita sendiri.

"Mahasiswa sebagai kontrol sosial diminta menjalankan perannya sebaik mungkin. Agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi orang banyak," katanya di hadapan puluhan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang hadir.

Sementara Hasan Basril mengatakan, peran pers sederhana ketika seorang wartawan menjalankan profesinya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Sehingga berperan baik menjaga keutuhan bangsa begitu pula sebaliknya. Propaganda dan media massa memang tak bisa terpisahkan. Melalui media propaganda bisa terlaksana dengan baik terlepas itu oleh media audio, visual, ataupun audio visual.

"Media massa memiliki pengaruh sangat sentral dalam pembentukan opini publik sehingga informasi yang diberikan dapat mempengaruhi keadaan komunikasi sosial pada masyarakat,'' katanya.

Masyarakat, ujar Hasan, tidak tahu banyak dan menelan mentah-mentah berbagai informasi yang diberitakan pada sebuah media, padahal di sisi lain berita tersebut ada kemungkinan memiliki ketimpangan yang harus diverifikasi. Pers harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik, memberikan pencerahan kepada publik salah satunya tentang pentingmya menjaga keutuhan bangsa.

"Pers harus menjadi pengurus informasi dan sebagai alat pengoreksi," pungkasnya.***(son)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Puluhan Personel Polres Bengkalis Jadi Sasaran Razia Pra Operasi Patuh Muara Takus
- Jalan Provinsi Masih Putus, Bupati Kuansing Tinjau Banjir di Pucuk Rantau
- KPID Riau Hadiri Sarasehan Kelompok Warga Calon Rakom Lintas Subayang, Kampar
- Sebatang Kara, Janda Tua di BS, Bengkalis Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
- Bicara di Depan Para Kades di Riau, Menteri PDT Minta Dana Desa Diswakelolakan
- 133 Desa di Bengkalis Terima ADD dan DD Triwulan I Rp73,846 M
- Lurah Sidmomulyo Barat Pekanbaru Punya Cara Jitu Cegah Gas Melon Langka
- Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral
- Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi
-
- Wakapolri Bakal Pimpin Apel Akbar Kesetiaan Menjaga NKRI di Pekanbaru
- Kasat Lantas Polres Bengkalis Janji Tindak Tegas Petugas 'Nakal'
- MPR Minta Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di RSUD Rohul
-
- Diskes Kampar Klarifikasi Dokumen 63 Tenaga RTK, Nasib RTK Belum Jelas
- Kasus PT KJW, Jamaah Minta Pihak Travel Jakarta Didatangkan ke Riau
- Periksa Kesiapan dan Tambah Motivasi,
Danrem 031/WB Kunjungi Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti Kampar

- Forkom Pemred Riau Tandai Kehadiran dengan Diskusi Sambil Ngopi
- Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri
- Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.144.14.134
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com