Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Pebruari 2018 14:20
Terkait Temuan Kategori Anak Gizi Rendah,
Wakil Rakyat di DPRD Riau Anggap Pemkab Rohul Kecolongan


Selasa, 20 Pebruari 2018 14:09
Markas Koramil 02 Rambah 'Diserbu' Puluhan Murid RA Azza Rohul

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:19
Seorang Masih Buron, Tiga Maling di Rohul Cabuli Putri Pemilik Rumah

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:16
Soal Tuntutan Warga Kerumutan, Komisi III DPRD Pelalawan Hearing PT Gandaera Hendana

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:13
Kalangan Dewan Sambut Positif Penetapan Riau Siaga Darurat Karlahut

Selasa, 20 Pebruari 2018 13:02
Polda Riau Akan Minta Keterangan Inspektorat Kampar Terkait Pungli Satpol PP

Selasa, 20 Pebruari 2018 12:06
Usai Diberi Gelar, UAS Bersair Perjalanan Hidup dan Sindiran

Selasa, 20 Pebruari 2018 11:19
Maling Pengincar Rumah Kosong Ditangkap Polsek Mandau, Bengkalis

Selasa, 20 Pebruari 2018 10:55
Firdaus-Rusli Ngopi dan Belanja di Pasar Sandang Pangan

Selasa, 20 Pebruari 2018 10:19
Ditabal LAM Riau, Ustadz Abdul Somad Resmi Bergelar Datuk Ulama Setia Negara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Mei 2017 20:04
UMRI-LSISI Gelar Diskusi Peranan Pers Kampus Sikapi Propaganda Kepentingan

Fakultas Ilmu Komunikasi Umri dan LSISI menggelar diskusi tentang peranan pers mahasiswa dalam menjaga stabilitas nasional serta menangkal propaganda kepentingan pemerintah.

Riauterkini-PEKANBARU-Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyan Riau (UMRI) dan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) menggelar diskusi tentang peranan Pers Mahasiswa dalam menjaga stabilitas Nasional serta menangkal propaganda kepentingan terhadap pemerintah.

Diskusi publik yang digelar di aula kampus, Jumat siang (19/5/17), menampilkan pembicara Jupendri (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI), Jayus (Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau) dan Hasan Basril, salah seorang Pemimpin Redaksi Media Online di Pekanbaru.

Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI Jupendri, menyebutkan, ada tiga pernyataan yang perlu didiskusikan dalam kesempatan ini. Pertama, ada apa dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, mengapa mahasiswa yang menjadi objek. Ketiga, bagaimana peranan mahasiswa dalam menjaga NKRI.

"Pertanyaan pertama itu muncul karena banyaknya isu- isu yang muncul dari media sosial berpotensi memecah belah NKRI seperti gerakan Partai Komunis Indonesia, ISIS, dan isu lain. Kalau mengapa harus mahasiswa yang berperan menjaga keutuhan NKRI itu karena mahasiswa memiliki empat tugas yakni menerima pendidikan, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkannya, mahasiswa juga punya tanggungjawab untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pendidikan yang sudah mereka terima dari kampus sehingga masyarakat tidak sesat dalam memaknai sesuatunya. Untuk menjalankan perannya dalam menjaga keutuhan NKRI, mahasiswa harus mengerti dan memahami apa itu NKRI untuk dikomunikasikan kepada masyarakat.

Jayus, Wakil Ketua Bidang Komunikasi DW Pemuda Muhammadiyah Riau menambahkan, menyebut, sebagai agen perubahan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan juga menjadi pelaku dari perubahan. Mahasiswa memiliki peran istimewa dikelompokkan dalam tiga fungsi. Seperti peran sebagai agen perubahan atau agent of change, social control, dan iron stock..

"Dengan tugas besar tersebut diharapkan mahasiswa dapat mewujudkan perubahan bangsa menuju yang lebih baik,'' ujarnya.

Perubahan yang dimaksud, imbuh Jayus, tnetu adalah perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Untuk mengubah sebuah negara, yang paling utama harus diubah adalah diri kita sendiri.

"Mahasiswa sebagai kontrol sosial diminta menjalankan perannya sebaik mungkin. Agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi orang banyak," katanya di hadapan puluhan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang hadir.

Sementara Hasan Basril mengatakan, peran pers sederhana ketika seorang wartawan menjalankan profesinya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Sehingga berperan baik menjaga keutuhan bangsa begitu pula sebaliknya. Propaganda dan media massa memang tak bisa terpisahkan. Melalui media propaganda bisa terlaksana dengan baik terlepas itu oleh media audio, visual, ataupun audio visual.

"Media massa memiliki pengaruh sangat sentral dalam pembentukan opini publik sehingga informasi yang diberikan dapat mempengaruhi keadaan komunikasi sosial pada masyarakat,'' katanya.

Masyarakat, ujar Hasan, tidak tahu banyak dan menelan mentah-mentah berbagai informasi yang diberitakan pada sebuah media, padahal di sisi lain berita tersebut ada kemungkinan memiliki ketimpangan yang harus diverifikasi. Pers harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik, memberikan pencerahan kepada publik salah satunya tentang pentingmya menjaga keutuhan bangsa.

"Pers harus menjadi pengurus informasi dan sebagai alat pengoreksi," pungkasnya.***(son)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Terkait Temuan Kategori Anak Gizi Rendah,
Wakil Rakyat di DPRD Riau Anggap Pemkab Rohul Kecolongan

- Usai Diberi Gelar, UAS Bersair Perjalanan Hidup dan Sindiran
- Firdaus-Rusli Ngopi dan Belanja di Pasar Sandang Pangan
- Ditabal LAM Riau, Ustadz Abdul Somad Resmi Bergelar Datuk Ulama Setia Negara
- KLHK Dukung Pemprov Rawan Karhutla Tetapkan Status Siaga
- Ikut di Kampanye Firdaus-Rusli,
5 ASN dan Oknum Kades 'Diusir' Panwaslu Kepulauan Meranti

- Premium di Inhu Langka, Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kendala
- Belasan Ribu Siswa di Pelalawan Terancam Belajar tak Pakai Bangku dan Meja
- Sebulan, Ustadz Asal Bengkalis Ali Ambar Berdakwah di Hongkong
- Bupati Bengkalis Terbitkan Edaran Peduli Sampah
- Buka Musrenbang, Wabup Meranti Minta Kades Ekspos Masalah Desa
- Bina Napi Jadi Santri, Lapas Bengkalis Dirikan Ponpes Al-Hidayah
- Bupati Harris Teken Deklarasi Pelalawan sebagai Kabupaten Layak Anak
- Hebohkan Dumai dan Viral di Medsos, Papan Bunga untuk Melawan Pelakor
- FERT RAPP Bantu Padamkan Lahan 100 Hektar di Rupat
- Janji Tindak Pelaku 'Bali' di Duri,
Satlantas Bengkalis Himbau Peran Aktif Orang Tua

- KPID Riau Bentuk Pokja Pengawasan Siaran Pilkada 2018
- Ribuan Warga Tionghoa Hadiri Perayaan Imlek Bersama 2569
- Sekdaprov Riau Tinjau Jembatan Amblas di Tempuling, Inhil
- Dihadiri Dewan Kampar, Warga Gajah Bertalut Panrn Ikan Lubuk Larangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.17.101
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com