Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Desember 2017 19:39
Kelola Cagar Alam Bukit Bungkuk, BBKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik

Rabu, 13 Desember 2017 19:29
Mayat Mengapung di Pantai Mentayan, Bengkalis Gegerkan Warga

Rabu, 13 Desember 2017 19:13
Ketua DPRD Inhu Bantah RAPBD 2018 Tidak Dibahas

Rabu, 13 Desember 2017 18:43
Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis


Rabu, 13 Desember 2017 17:46
Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan


Rabu, 13 Desember 2017 17:22
Honda Arista Pekanbaru Raih 3 Kategori Juara di Ajang 3S+BP+CCO Contest 2017

Rabu, 13 Desember 2017 17:18
Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 17:07
Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi

Rabu, 13 Desember 2017 17:05
2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik

Rabu, 13 Desember 2017 17:04
Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 19 Mei 2017 20:04
UMRI-LSISI Gelar Diskusi Peranan Pers Kampus Sikapi Propaganda Kepentingan

Fakultas Ilmu Komunikasi Umri dan LSISI menggelar diskusi tentang peranan pers mahasiswa dalam menjaga stabilitas nasional serta menangkal propaganda kepentingan pemerintah.

Riauterkini-PEKANBARU-Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyan Riau (UMRI) dan Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) menggelar diskusi tentang peranan Pers Mahasiswa dalam menjaga stabilitas Nasional serta menangkal propaganda kepentingan terhadap pemerintah.

Diskusi publik yang digelar di aula kampus, Jumat siang (19/5/17), menampilkan pembicara Jupendri (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI), Jayus (Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau) dan Hasan Basril, salah seorang Pemimpin Redaksi Media Online di Pekanbaru.

Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI Jupendri, menyebutkan, ada tiga pernyataan yang perlu didiskusikan dalam kesempatan ini. Pertama, ada apa dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, mengapa mahasiswa yang menjadi objek. Ketiga, bagaimana peranan mahasiswa dalam menjaga NKRI.

"Pertanyaan pertama itu muncul karena banyaknya isu- isu yang muncul dari media sosial berpotensi memecah belah NKRI seperti gerakan Partai Komunis Indonesia, ISIS, dan isu lain. Kalau mengapa harus mahasiswa yang berperan menjaga keutuhan NKRI itu karena mahasiswa memiliki empat tugas yakni menerima pendidikan, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkannya, mahasiswa juga punya tanggungjawab untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pendidikan yang sudah mereka terima dari kampus sehingga masyarakat tidak sesat dalam memaknai sesuatunya. Untuk menjalankan perannya dalam menjaga keutuhan NKRI, mahasiswa harus mengerti dan memahami apa itu NKRI untuk dikomunikasikan kepada masyarakat.

Jayus, Wakil Ketua Bidang Komunikasi DW Pemuda Muhammadiyah Riau menambahkan, menyebut, sebagai agen perubahan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan juga menjadi pelaku dari perubahan. Mahasiswa memiliki peran istimewa dikelompokkan dalam tiga fungsi. Seperti peran sebagai agen perubahan atau agent of change, social control, dan iron stock..

"Dengan tugas besar tersebut diharapkan mahasiswa dapat mewujudkan perubahan bangsa menuju yang lebih baik,'' ujarnya.

Perubahan yang dimaksud, imbuh Jayus, tnetu adalah perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Untuk mengubah sebuah negara, yang paling utama harus diubah adalah diri kita sendiri.

"Mahasiswa sebagai kontrol sosial diminta menjalankan perannya sebaik mungkin. Agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi orang banyak," katanya di hadapan puluhan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang hadir.

Sementara Hasan Basril mengatakan, peran pers sederhana ketika seorang wartawan menjalankan profesinya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Sehingga berperan baik menjaga keutuhan bangsa begitu pula sebaliknya. Propaganda dan media massa memang tak bisa terpisahkan. Melalui media propaganda bisa terlaksana dengan baik terlepas itu oleh media audio, visual, ataupun audio visual.

"Media massa memiliki pengaruh sangat sentral dalam pembentukan opini publik sehingga informasi yang diberikan dapat mempengaruhi keadaan komunikasi sosial pada masyarakat,'' katanya.

Masyarakat, ujar Hasan, tidak tahu banyak dan menelan mentah-mentah berbagai informasi yang diberitakan pada sebuah media, padahal di sisi lain berita tersebut ada kemungkinan memiliki ketimpangan yang harus diverifikasi. Pers harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik, memberikan pencerahan kepada publik salah satunya tentang pentingmya menjaga keutuhan bangsa.

"Pers harus menjadi pengurus informasi dan sebagai alat pengoreksi," pungkasnya.***(son)



Berita Sosial lainnya..........
- Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf

- Beri Pengobatan Gratis,
Wabup Meranti dan Tim Dokter Spesialis Sambangi Rumah Pasien

- Batal Tampil di Kuansing,
Gubri Undang Penari SMPN 4 Kuantan Mudik ke Pekanbaru Isi Acara Malam Tahun Baru

- Diserahkan MenPAN RB,
Polresta Pekanbaru Dapat Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

- Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis Dimutasi
- 482 ASN Masuki Masa Pensiun Tahun Ini
- Rapat Forkopimda, Wakil Walikota Pekanbaru Bahas Lima Masalah "Hot"
- Badilum MA Resmikan PTSP PN Pekanbaru
- MUI Riau Taja Seminar Penyamaan Persepsi tentang Pemberdayaan Guru Agama
- Kapolres Inhil Pesankan Personelnya Lakukan Tugas dengan Humanis dan Tegas
- Batal Tampil Menari di Acara Gubri Puluhan Penari di Kuansing Kecewa dan Menangis
- Kapolres Pelalawan Minta Jajarannya Terapkan Keterbukaan Informasi
- 2019 Pemkab Kuansing Akan Bangun Perpustakaan Mewah
- Peringatan HBT Inhu Dipimpin Bupati Pelalawan
- Pajero Sport Family Riau Ikut Promosikan Brand Pariwisata dan Objek Wisata Rohul
- Pemkab Rohul Kembali Wajibkan Salat Berjamaah bagi ASN dan Tenaga Honorer di Masjid Agung
- Antisipasi Keterlambatan Lelang, DLHK Sudah Plot Anggaran 2 Bulan
- Kerjasama TIK dan E-Government,
Kominfotik Bengkalis Teken Kerjasama dengan Pemprov

- Program UEK di Duri Timur Dinilai 'Menjebak' Masyarakat dan Pengelola
- Dibantah Bupati Bengkalis Pasang Baleho Nuansa Politik di MTQ Riau di Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.113.250
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com