Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Oktober 2017 23:15
Perkenalkan Mata Uang Digital,
Bitconnect Berikan Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 22:10
Hentikan Operasi Pabrik Batu Bata,
Dewan Minta Camat Bantan Kaji Ulang Kebijakannya


Selasa, 17 Oktober 2017 21:22
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta

Selasa, 17 Oktober 2017 20:38
Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik

Selasa, 17 Oktober 2017 20:37
Penyebab Proyek PL di PUPR Kuansing Batal Dilaksanakan

Selasa, 17 Oktober 2017 19:58
Buka MTQ XVI Tingkat Kabupaten,
Bupati Kuansing Ajak Warga Hidupkan Magrib Mengaji


Selasa, 17 Oktober 2017 19:52
Menuju Porprov Riau 2017, Kontingen Meranti Berangkat Naik KM Jelatik

Selasa, 17 Oktober 2017 19:17
Bahas Perdagangan Lintas Batas, Bupati Meranti Rapat Bersama DPD RI

Selasa, 17 Oktober 2017 19:07
Kapolresta Pekanbaru Periksa Puluhan Senpi Laras Panjang Sabhara

Selasa, 17 Oktober 2017 19:03
Sidang KKEP Polri, Tiga Personil Polres Meranti di Pecat Tidak Dengan Hormat

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 19 Juni 2017 16:28
Delapan Warisan Budaya Riau Lolos Sertifikasi WBTB Indonesia

Delapan Warisan Budaya Melayu Riau lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Di antaranya adalah Zapin Api, Silat Perisai dan Batobo.

Riauterkini - PEKANBARU - Delapan Warisan Budaya Melayu Riau lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Kedelapan warisan budaya tersebut yakni, Tunjuk Ajar Melayu, Sijobang `Buwong Gasiobg', Silat Perisai, Zapin Api, Zapin Meskom, Manongkah, Perahu Baganduang dan Batobo.

"Sebetulnya Dinas Kebudayaan juga mengajukan beberapa kuliner, tapi karena tidak dilengkapi dengan kajian akademis, maka kuliner belum lolos," ujar Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen, Senin (19/6/17).

Menurut Yose yang juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau ini, untuk penetapan WBTB Indonesia, dilaksanakan sedikitnya empat kali sidang di depan 15 orang tim ahli dari berbagai bidang kebudayaan. Dalam sidang sidang itulah setiap provinsi harus melengkapi foto, video dan kajian tentang warisan budaya.

"Kalau warisan budaya sudah masuk WBTB dengan sertifikasinya, maka negara tetangga tidak akan mudah mengklaim sebagai warisan budaya mereka. Dan WBTB Indonesia merupakan syarat mutlak dalam pengusulan warisan budaya dunia di UNESCO. Makanya sidangnya sangat ketat," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya 10 warisan budaya Melayu Riau sudah mendapat serfikat. Untuk tahun ini sertifikat akan diserahkan Mendikbud kepada Gubernur Riau pada Oktober atau November mendatang di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dijelaskan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau ini, di Riau untuk warisan budaya tak benda mencapai ribuan warisan budaya yang berada di kabupaten/kota atau di empat sungai besar. Namun belum disertifikasi karena minimnya kajian tentang itu. Untuk itu ke depan Dinas Kebudayaan bersama stakeholder terkait berupaya melakukan kajian, sehingga nantinya ribuan warisan budaya tak benda itu mendapat pengakuan secara akademis dari Kemendikbud RI.

"Pak gubernur sangat mendukung upaya mendapat pengakuan seperti WBTB ini," ungkap Yos selain pengakuan warisan budaya benda atau heritage pula.***(mok)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta
- Penyebab Proyek PL di PUPR Kuansing Batal Dilaksanakan
- Menuju Porprov Riau 2017, Kontingen Meranti Berangkat Naik KM Jelatik
- Sidang KKEP Polri, Tiga Personil Polres Meranti di Pecat Tidak Dengan Hormat
- Kegiatan Kenal Pamit Kejari Bengkalis Dilakukan Tertutup
- Hasilkan Anggota Polri Terbaik, Polres Inhil dan Pemkab Inhil Teken MoU
- Letkol Pnb Jajang Setiawan Jabat Kadisops Lanud RSN Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.211.135
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com