Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:29
213 Calon Anggota PPK Pilgubri 2018 Bengkalis Lulus Administrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:51
RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti

Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 19 Juni 2017 16:28
Delapan Warisan Budaya Riau Lolos Sertifikasi WBTB Indonesia

Delapan Warisan Budaya Melayu Riau lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Di antaranya adalah Zapin Api, Silat Perisai dan Batobo.

Riauterkini - PEKANBARU - Delapan Warisan Budaya Melayu Riau lolos sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Kedelapan warisan budaya tersebut yakni, Tunjuk Ajar Melayu, Sijobang `Buwong Gasiobg', Silat Perisai, Zapin Api, Zapin Meskom, Manongkah, Perahu Baganduang dan Batobo.

"Sebetulnya Dinas Kebudayaan juga mengajukan beberapa kuliner, tapi karena tidak dilengkapi dengan kajian akademis, maka kuliner belum lolos," ujar Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen, Senin (19/6/17).

Menurut Yose yang juga Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Riau ini, untuk penetapan WBTB Indonesia, dilaksanakan sedikitnya empat kali sidang di depan 15 orang tim ahli dari berbagai bidang kebudayaan. Dalam sidang sidang itulah setiap provinsi harus melengkapi foto, video dan kajian tentang warisan budaya.

"Kalau warisan budaya sudah masuk WBTB dengan sertifikasinya, maka negara tetangga tidak akan mudah mengklaim sebagai warisan budaya mereka. Dan WBTB Indonesia merupakan syarat mutlak dalam pengusulan warisan budaya dunia di UNESCO. Makanya sidangnya sangat ketat," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya 10 warisan budaya Melayu Riau sudah mendapat serfikat. Untuk tahun ini sertifikat akan diserahkan Mendikbud kepada Gubernur Riau pada Oktober atau November mendatang di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Dijelaskan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau ini, di Riau untuk warisan budaya tak benda mencapai ribuan warisan budaya yang berada di kabupaten/kota atau di empat sungai besar. Namun belum disertifikasi karena minimnya kajian tentang itu. Untuk itu ke depan Dinas Kebudayaan bersama stakeholder terkait berupaya melakukan kajian, sehingga nantinya ribuan warisan budaya tak benda itu mendapat pengakuan secara akademis dari Kemendikbud RI.

"Pak gubernur sangat mendukung upaya mendapat pengakuan seperti WBTB ini," ungkap Yos selain pengakuan warisan budaya benda atau heritage pula.***(mok)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti
- 5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau
- Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional
- Pemred Riauterkini.com Terpilih Pimpin AMSI Wilayah Riau
- Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah
- Pemuda Ujung Batu, Rohul Taja Turnamen Futsam Peringati Sumpah Pemuda
- Ajak Kawula Muda Malming di Mesjid,
Komunitas Indonesia Tanpa Pacaran Gelar Talkshow Jodis



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.79.128
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com