Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 Juli 2017 19:15
Sahril Dilantik Sebagai Ketua Golkar Pekanbaru 2017-2022

Sabtu, 22 Juli 2017 19:10
Target Indonesia Layak Anak Tahun 2030

Sabtu, 22 Juli 2017 18:24
Bupati Inhil Hadiri Halal Bihalal Forum RT/RW Kelurahan Sungai Beringin

Sabtu, 22 Juli 2017 18:19
Ledakan TNT di Rohul, Dua dari Empat Korban Dirawat di RSUD Sudah Pulang

Sabtu, 22 Juli 2017 18:04
Balai Monitoring Riau Evaluasi Uji Coba Siaran Gemilang FM

Sabtu, 22 Juli 2017 18:01
Penyediaan Solusi Jasa Keuangan,
MNC Capital Indonesia Gandeng Bank Riau Kepri


Sabtu, 22 Juli 2017 17:48
Sahril Dilantik sebagai Ketua Golkar Pekanbaru

Sabtu, 22 Juli 2017 17:44
Jelang Pilgubri 2018,
Syamsuar Ambil Formulir di PAN


Sabtu, 22 Juli 2017 17:38
Pendukung Balon Gubri Khairuddin Al-Young Riau Siap Bentuk Tim Relawan di Bengkalis

Sabtu, 22 Juli 2017 16:47
Banggakan Nama Riau,
Utusan Garda Bangsa Riau Masuk Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 14 Juli 2017 17:15
Demi Jalani Bisnis Kotor, Pemilik Home Industri Ekstasi di Pekanbaru Tega Mengusir Istrinya

Polresta Pekanbaru berhasil ungkap pelaku home industri ekstasi. Pelaku tega mengusir istri agar leluasa menjalankan bisnis haramnya.

Riauterkini-PEKANBARU-Hanya demi mengejar keuntungan yang didapat dari pekerjaan haram meracik dan memproduksi pil ekstasi, Indrianto Tri Kurniawan (46) tega mengusir istrinya sendiri. Ironisnya, pemilik home industri pil setan yang berada di Jalan Arjuna, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki tersebut merasa senang mengusir sang istri dan hanya tinggal berdua bersama anak semata wayangnya yang masih duduk di bangku SMP.

Tanpa kehadiran sang istri, tersangka yang telah digerebek oleh aparat Polresta Pekanbaru pada Selasa, (11/07/17) itupun menjadi leluasa menjalani home industri pembuatan ekstasi. Fakta miris itu disebutkan langsung oleh Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata setelah selesai ekspose tersangka dan barang bukti di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (14/07/17).

Mantan Kapolres Kampar ini menuturkan, tersangka juga tak cuma mengusir istrinya tapi juga sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga sekitarnya. "(tersangka) sangat tertutup dengan tetangganya, jadi tetangganya juga tidak ada yang tahu kalau di TKP (home industri ekstasi) tersebut tersangka kerjanya membuat pil ekstasi," ujarnya kepada riauterkini.com.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan, dalam sehari tersangka bisa memproduksi 35 sampai 50 butir ekstasi. Proses pembuatan pil haram itu seluruhnya dipelajari tersangka dari berbagai sumber yang ada di internet. "Pengakuannya, ekstasi itu diedarkan hanya di Pekanbaru saja. Dia sudah membuka home industri ekstasi itu sejak kurang lebih 3 bulan. Tapi untuk omset, tersangka belum mau kooperatif memberikan keterangan lebih lanjut. Kita masih lakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut," paparnya.

Masih kata Susanto, terhadap tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 111 jo 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Empat hari sebelumnya, sebuah rumah di Jalan Arjuna No 40, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki mendadak jadi sasaran penggerebekan tim Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Selasa (11/07/17) pukul 00.30 WIB dinihari. Rumah yang dihuni oleh Indrianto Tri Kurniawan (46) terpaksa digerebek petugas karena diketahui sebagai home industri pembuatan pil ekstasi.

Terbongkarnya home industri ekstasi tersebut dibenarkan juga oleh Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Deddy Herman. Dari lokasi penggerebekan itu sendiri, turut diamankan berbagai bahan pembuatan ekstasi seperti satu set alat cetak, sebuah mangkuk keramik berisi serbuk bahan campuran pil ekstasi, sebuah piring berisikan serbuk bahan campuran ekstasi, sebuah nampan alumunium berisi sebur bahan campuran pil ekstasi, dua sendok, sebungkus tepung tapioka, sebuah serbuk tepung hijau muda, sebungkus serbuk tepung warna putih, sebuah saringan teh, sebotol alkohol, sebotol pewarna makanan warna hijau, sebotol pewarna makanan warna biru, satu unit timbangan digital dan dua set bong atau alat hisap sabu, sepaket sedang dan sepaket kecil sabu sisa pakai untuk campuran ekstasi.***(gas)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
saniabolavita
-SABUNG AYAM LANGSUNG DARI FILIPINA Pembayaran Terjamin Cepat dan Aman!! BBM : D8C363CA No.HP : 0813-7705-5002

herlisa
JANGAN LEWATKAN PROMO DAN BONUS LAIN NYA !!!Berbagai Hadiah Menunggu Anda Hanya Di Agen Terpercaya B-O-L-A-V-I-T-AUntuk keterangan lebih lanjut, segera hubungi kami di:BBM: BOLAVITA

angeltan
Agen Bola Terlengkap Dan TerbaikBonus Dan Promo Menarik Hingga Jutaan RupiahTunggu Apalagi BoskuHanya di www(titik)bolavita(titik)co / www(titik)ayamjago(titik)netBBM : D8C363CA (NEW) / BBM : BOLAVITA

karina
PROMO MERDEKA DI BULAN AGUSTUS 2017 New pin D8C363CA freebet untuk semua member setia kami dan member baru agen bolavita.net


loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Sahril Dilantik Sebagai Ketua Golkar Pekanbaru 2017-2022
- Target Indonesia Layak Anak Tahun 2030
- Banggakan Nama Riau,
Utusan Garda Bangsa Riau Masuk Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional

- Kompak dan Tegas, Wadah Wartawan di Duri Terbentuk
- Pasca FAN, Anak Indonesia Diharapkan Jadi Pelopor dan Pelapor
- Dua ASN Kejari Bengkalis Terima Penghargaan Pengabdian dari Presiden
- Penerimaan Brigadir Polri,
12 Putera dan 1 Puteri Inhil Lolos Seleksi Awal



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.126.136
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com