Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Januari 2018 21:52
Zulaikha Wardan Lantik PAC dan Ranting Muslimat NU Tempuling

Rabu, 17 Januari 2018 21:30
Pilgubri 2018, PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Riau Satu

Rabu, 17 Januari 2018 20:39
Sertijab Eselon III dan IV,
Kadisdik Riau Ingatkan Pegawai Segera Beradaptasi dan Koordinasi


Rabu, 17 Januari 2018 20:35
Korupsi Dana Anggaran, Mantan Kepala Bappeda Rohil Dihukum 2 Tahun

Rabu, 17 Januari 2018 20:31
Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian

Rabu, 17 Januari 2018 19:27
Pileg 2019, Bulan Depan Demokrat Riau Buka Pendaftaran Baleg

Rabu, 17 Januari 2018 19:11
Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa

Rabu, 17 Januari 2018 19:02
Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari

Rabu, 17 Januari 2018 18:57
Menghadapi Pileg 2019, PAN Rohul Mulai Buka Pendaftaran Bacaleg

Rabu, 17 Januari 2018 18:53
Terduga Bandar Sabu di Pelalawan Diketahui Oknum Pegawai Diskominfo

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 Juli 2017 17:15
Demi Jalani Bisnis Kotor, Pemilik Home Industri Ekstasi di Pekanbaru Tega Mengusir Istrinya

Polresta Pekanbaru berhasil ungkap pelaku home industri ekstasi. Pelaku tega mengusir istri agar leluasa menjalankan bisnis haramnya.

Riauterkini-PEKANBARU-Hanya demi mengejar keuntungan yang didapat dari pekerjaan haram meracik dan memproduksi pil ekstasi, Indrianto Tri Kurniawan (46) tega mengusir istrinya sendiri. Ironisnya, pemilik home industri pil setan yang berada di Jalan Arjuna, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki tersebut merasa senang mengusir sang istri dan hanya tinggal berdua bersama anak semata wayangnya yang masih duduk di bangku SMP.

Tanpa kehadiran sang istri, tersangka yang telah digerebek oleh aparat Polresta Pekanbaru pada Selasa, (11/07/17) itupun menjadi leluasa menjalani home industri pembuatan ekstasi. Fakta miris itu disebutkan langsung oleh Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata setelah selesai ekspose tersangka dan barang bukti di Mapolresta Pekanbaru, Jum'at (14/07/17).

Mantan Kapolres Kampar ini menuturkan, tersangka juga tak cuma mengusir istrinya tapi juga sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga sekitarnya. "(tersangka) sangat tertutup dengan tetangganya, jadi tetangganya juga tidak ada yang tahu kalau di TKP (home industri ekstasi) tersebut tersangka kerjanya membuat pil ekstasi," ujarnya kepada riauterkini.com.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan, dalam sehari tersangka bisa memproduksi 35 sampai 50 butir ekstasi. Proses pembuatan pil haram itu seluruhnya dipelajari tersangka dari berbagai sumber yang ada di internet. "Pengakuannya, ekstasi itu diedarkan hanya di Pekanbaru saja. Dia sudah membuka home industri ekstasi itu sejak kurang lebih 3 bulan. Tapi untuk omset, tersangka belum mau kooperatif memberikan keterangan lebih lanjut. Kita masih lakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut," paparnya.

Masih kata Susanto, terhadap tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 111 jo 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Empat hari sebelumnya, sebuah rumah di Jalan Arjuna No 40, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki mendadak jadi sasaran penggerebekan tim Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Selasa (11/07/17) pukul 00.30 WIB dinihari. Rumah yang dihuni oleh Indrianto Tri Kurniawan (46) terpaksa digerebek petugas karena diketahui sebagai home industri pembuatan pil ekstasi.

Terbongkarnya home industri ekstasi tersebut dibenarkan juga oleh Kasat Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Deddy Herman. Dari lokasi penggerebekan itu sendiri, turut diamankan berbagai bahan pembuatan ekstasi seperti satu set alat cetak, sebuah mangkuk keramik berisi serbuk bahan campuran pil ekstasi, sebuah piring berisikan serbuk bahan campuran ekstasi, sebuah nampan alumunium berisi sebur bahan campuran pil ekstasi, dua sendok, sebungkus tepung tapioka, sebuah serbuk tepung hijau muda, sebungkus serbuk tepung warna putih, sebuah saringan teh, sebotol alkohol, sebotol pewarna makanan warna hijau, sebotol pewarna makanan warna biru, satu unit timbangan digital dan dua set bong atau alat hisap sabu, sepaket sedang dan sepaket kecil sabu sisa pakai untuk campuran ekstasi.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian
- Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa
- Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari
- Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura
- Hulubalang LAMR Rohul Susun Kepengurusan Baru dan Segera Audensi
- Gandeng 11 Rumah Sakit, Dinkes Pekanbaru Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
- RPK Bulog Bengkalis Atasi Masalah Mahalnya Beras
- Pelajar SMKN I Minas Acungkan Jempol untuk Mendapat Tumpangan ke Sekolah
- Bahas Pilgubri 2018, Kapolda Riau Bertemu dengan LAM Pekanbaru
- LAMR Rohul Tetapkan Nama LAM Mulai Tingkat Kabupaten sampai Desa
- Dikeluhkan Petani, Kadistan Pelalawan Jelaskan Bantuan 50 Ton Bibit Padi 2017
- Tinjau Penimbunan Jalan, Gubri Senang Kelak Pekanbaru-Perawang Cukup 30 Menit
- Resmi Pimpin Diskop.dan UMKM, Haris Komit Majukan Ekonomi Kerakyatan di Pekanbaru
- Pemko Pekanbaru Dukung Rencana Pembangunan Dua Fly Over di Jalan Soeta
- Pelantikan Pengurus PKDP Kepulau Meranti Dihadiri Tiga Kepala Daerah
- Lantik 542 Pejabat, Gubri Sebut Mutasi untuk Pengembangan Karir
- Gubri Lantik 542 Pejabat Eselon III dan IV
- Resmikan Puskesmas Megah, Masyarakat Rohil Ucapkan Terima Kasih Pada Gubri
- Jelang Pelantikan Eselon III dan IV,
Ratusan Pejabat Disuguhi Pemutaran Video Even Pariwisata

- Lanud Rsn Buka Penerimaan Tamtama TNI AU


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.83.81.52
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com