Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 08:09
Jelang Dini Hari, SMPN 4 Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 19 Januari 2018 07:40
Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya

Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Jum’at, 19 Januari 2018 07:34
Masyarakat Bukit Nenas, Dumai Resahkan Beruang Hutan Berkeliaran

Kamis, 18 Januari 2018 23:24
Senin, Perindo Disidang Bawaslu Riau

Kamis, 18 Januari 2018 23:19
‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018

Kamis, 18 Januari 2018 20:47
Terjerat Pungli Pengurusan Izin Usaha, Kadis PUPR Pekanbaru dan Tiga Bawahan Dituntut Jaksa 1,5 Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 19:37
Jualan Sabu dan Miliki Senpi,
Honorer Kominfo Pelalawan Terancam Hukuman Berlapis


Kamis, 18 Januari 2018 19:04
Bupati Ikut Shalat Jenazah dan Pemakaman Tokoh Agama dan Pendidikan di Kecamatan GAS

Kamis, 18 Januari 2018 18:11
Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Agustus 2017 16:40
Diduga Ilegal, Pemkab Siak Tetap Pungut Pajak Penangkaran Burung Walet di 2016

Kabid PAD Pemkab Siak membenarkan pemungutan pajak terhadap seribuan penangkaran burung walet meski ilegal di tahun 2016. Menurutnya telah sesuai aturan.

Riauterkini-SIAK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak, di 2016 lalu melakukan pemungutan pajak dari hasil penangkaran burung walet, walaupun diketahui bahwa seribuan penangkaran burung itu belum mengantongi izin alias ilegal.

Rabu (9/8/17), keterangan Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Asli Daerah (PAD) di BKD Siak Muzamil, tidak membantah dilakukannya pemungutan. Dan ia juga mengungkapkan bahwa di 2017 ini pemungutan tidak lagi dilakukan, karena persoalan perizinan.

"Dulu kita pungut, tapi untuk tahun ini (2017, red) tidak lagi," ujar Muzamil melalui sambungan selularnya yang saat ini ia berada di Bandung.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pajak yang dipungut sesuai aturan yang ada. Dan pajak itu wajib dipungut selagi usaha masih beraktifitas. "Dulu kita pungut sesuai aturan yang ada," katanya.***(vila)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya
- ‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018
- Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen
- Ketum Gapensi Riau Meradang Disebut Pendemo Ngerjakan Proyek SPAM
- Penyertaan Modal Rp121 M,
Bengkalis Terima PAD Rp30 M Pertahun dari Bank Riau Kepri

- ‎Rekontruksi Pembunuhan Pekerja PT Torusganda Tambusai, Kejari Rohul Temukan Fakta Baru
- Harapan Wawako Pekanbaru Terhadap Pembangunan Pasar Cik Puan
- Baru 19 ASN Daftar Assessment Dilingkungan Pemko Pekanbaru
- Genjot PAD, Pemkab Bengkalis Incar Pajak Lahan Warga di Pedesaan
- Warga Rohul Temukan Makam Keramat di Desa Rambah Samo Barat
- Defisit Anggaran, DLH Bengkalis Bantah akan Berhentikan THL
- 22 Tahun Berpisah, Wasito Cari Ibunya di Bengkalis
- Bakal Dihadiri Presiden, Pelantikan PW NU Riau Dirangkai dengan 'Sumatera Berdzikir'
- Listrik di Rohul Padam Sejak Tengah Hari, Penjelasan Manager PLN Pasirpangaraian
- Gagal Kabur, Dua Jambret di Pekanbaru ini Lebam Diamuk Massa
- Disdukcapil Pekanbaru Cetak 500 e-KTP Sehari
- Bupati Siak Resmikan Gedung LAM Riau Kecamatan Mempura
- Hulubalang LAMR Rohul Susun Kepengurusan Baru dan Segera Audensi
- Gandeng 11 Rumah Sakit, Dinkes Pekanbaru Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
- RPK Bulog Bengkalis Atasi Masalah Mahalnya Beras


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.104.40
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com