Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 22:36
Palsukan SIM, Lima Warga Inhu Ditangkap Polisi

Ahad, 22 Oktober 2017 22:31
Serahkan 30 Ribu Bibit Ikan,
Gubri Hadiri Apel Akbar Acara Santri Nasional


Ahad, 22 Oktober 2017 21:21
Soal Hoax Wahana Riau,
Kapolda Riau Serahkan Bidkum untuk Tindaklanjuti Proses Hukumnya


Ahad, 22 Oktober 2017 19:57
Kapolda Riau Minta Maaf Soal Hoax Satu Media Online

Ahad, 22 Oktober 2017 19:13
Marak Pencabulan Anak,
Kemenag Rohul Intruksikan Penyuluh Agama Gencar Sosialisasi


Ahad, 22 Oktober 2017 19:09
Setelah Disindir, PT EMA Baru Bantu Rp 300 Juta untuk Korban Dampak Limbah di Rohul

Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 11 Agustus 2017 17:12
Realisasi Keuangan APBD Riau 30 Persen Dianggap Normal

Asisten II Setdaprov Riau sampaikan realisasi keuangan APBD baru mencapai 30,11 persen dan fisik 47 persen. Nilai ini disebut masih kategori normal.

Riauterkini - PEKANBARU - Saat ini capaian realisasi APBD Riau untuk keuangan baru mencapai 30,11 persen. Sedangkan fisik mencapai 47 persen. Capaian persentase tersebut dianggap normal.

Demikian dikatakan Asisten II Setdaprov Riau Masperi, Jumat (11/8/17). Meski begitu, menurutnya lagi, disementer kedua yang sudah berjalan hampir satu bulan setengah ini akan terus dimaksimalkan, namun tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya.

"Sejauh ini evaluasi untuk keuangan, 30,11 persen. Fisik 47 persen. Menurut kita masih normal," kata Masperi.

Alasannya, karena saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dihadapkan pada pencermatan program mana yang mesti dirasionalisasi. Hal ini pulalah sekaligus menjadi kendala bagi OPD, mengingat hal itu baru bisa dilakukan setelah memasuki APBD-Perubahan mendatang.

"Kendala yang dihadapi, mana yang dirasionalisasi. Dan itu baru bisa dilakukan setelah memasuki perubahan," ungkap Masperi.***(mok)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Kapolda Riau Minta Maaf Soal Hoax Satu Media Online
- Marak Pencabulan Anak,
Kemenag Rohul Intruksikan Penyuluh Agama Gencar Sosialisasi

- Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru
- Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau
- Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB
- Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional
- RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.155.169
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com