Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 September 2017 21:50
Kepala Sekolah di Kuantan Hilir Terapkan Strategi Pembelajaran Efektif

Selasa, 19 September 2017 20:11
Begini Penampakan Proyek Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terlihat dari Udara

Selasa, 19 September 2017 19:11
Diserahkan ke Posko Peduli Masjid An Nur,
XTC Muda Pekanbaru Galang Dana Solidaritas Rohingya


Selasa, 19 September 2017 19:03
Akui 'Sunat' Dana Rp250 Juta,
Kejari Pelalawan Tahan Seorang Lagi Tersangka Kasus Korupsi Cetak Sawah


Selasa, 19 September 2017 18:56
Harhubnas 2017,
Walikota Dumai Minta Insan Perhubungan Menata Transportasi


Selasa, 19 September 2017 18:53
Bahas 1 Muharam 1439 H, Kwaran Pramuka Ujung Batu Akan Gelar Sejumlah Kegiatan

Selasa, 19 September 2017 18:48
Alat Kelengkapan Berubah, Tiga Komisi di DPRD Bengkalis Berganti Ketua

Selasa, 19 September 2017 18:02
Dinas PUPR Dumai Kelola Dana Rp87 Miliar untuk Proyek Infrastruktur

Selasa, 19 September 2017 18:00
Fitplus Hadirkan Alat Olahraga Berkualitas Internasional

Selasa, 19 September 2017 17:59
LAMR Provinsi Tunjuk Yose Saputra Sebagai Plt Ketua LAMR Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:02
Sakit Bayi Hafizi Biasanya Terjadi pada Orang Dewasa

Penyakit yang diderita bayi Hafizi merupakan penyakit langka. Biasanya menyerang orang dewasa, bukan bayi.

Riauterkini - PEKANBARU - Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Nurzeli Husnedi sebut, penyakit yang diderita bayi bernama Hafizi merupakan penyakit langka terjadi pada anak-anak.

Secara klinis dinamakan dengan eritroderma atau dermatitis eksfoliativa. Dinamakan langka untuk anak-anak apalagi seorang bayi, karena penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.

"Secara klinis namanya eritroderma umumnya orang dewasa. Tapi ini justru terjadi pada bayi. Ini memang langka menimpa anak-anak apalagi ini bayi pula," kata Nurzeli, Jumat (18/8/17).

Kesimpulan sementara, bisa saja penyakit diderita bayi pasangan Musdianto dan Dewi Lestari asal Kampar Kiri ini, karena faktor bawaan genetik. Bukan karena faktor obat-obatan yang dikonsumsi ibu saat hamil.

"Tidak disebabkan karena obat, tapi juga bisa saja dari bawaan genetik. Jadi auto imun atau yang kita bawa sendiri tapi tak kebal dari penyakit yang kita bawa," ujarnya.

Pihak RSUD sendiri dalam penanganannya ditangani dua orang dokter anak dan penyakit kulit. Tim medis akan berusaha maksimal. Diharapkan, dalam waktu tidak lama penyakit diderita bayi tersebut akan sembuh.

"Kita berusaha semaksimal mungkin. Upaya tertinggikan sudah didaptkan. Yang jelas, sekarang bergantung pada kekuatan tubuh anak itu sendiri. Kita doakanlahm. Penyakit ini memang jarang terjadi pada anak," papar Nurzeli.***(mok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
ingin bermain adu ayam secara online dan aman kunjungi sabungayam.in dan bolavita.org

saniabolavita
Yuk Gabung Bersama Kami Sekarang Dengan Berbagai Macam Bonus Menarik Seperti: -Bonus 10% untuk Member Baru -Bonus Referal 10% -Bonus CashBack 10% BOLA, SABUNG AYAM, TOGEL, KASINO, GREENDRAGON Dengan Pelayanan Terbaik, Costumer Servis Yang Ramah Dan Profesional, Dan Siap Melayani Anda 24 Jam Non


loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Begini Penampakan Proyek Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Terlihat dari Udara
- Diserahkan ke Posko Peduli Masjid An Nur,
XTC Muda Pekanbaru Galang Dana Solidaritas Rohingya

- Harhubnas 2017,
Walikota Dumai Minta Insan Perhubungan Menata Transportasi

- LAMR Provinsi Tunjuk Yose Saputra Sebagai Plt Ketua LAMR Pekanbaru
- Pemko Dumai Tangkal Efek Buruk dengan Program Magrib Mengaji
- Roganda Terpilih Sebagai‎ Ketua SAPMA PP Rohul 2017-2019
- Perwako 100 Persen Naker Lokal Diharapkan Kurangi Pengangguran di Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.42.165
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com