Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Agustus 2017 18:04
Terbaring Lemas di RSUD Arifin Ahmad,
Jantung Bocor, Dizan Tunggu Uluran Tangan Par Dermawan


Dizan, menunggu uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan. Bocah tujuh tahun itu menderita jantung bocor.

Riauterkini - PEKANBARU - Tubuh mungil Al Dizan Magribi Ramadan tampak lemas. Selang infus masuk ke bagian kaki kirinya. Sementara selang oksigen masuk ke bagian hidung dan mulutnya. Bocah ini duduk dengan tubuh yang tergontai-gontai. Jika tidak ditahan dengan kedua tangan ibunya dia bisa tumbang. Kerana kondisi fisiknya tidak bisa menahan tubuhnya.

Nafasnya ter engah-engah dan matanya terlihat sayu. Perutnya terlihat buncit dan keras saat ditekan. Padanganya terus tertuju ke ibunya yang setia mendampinginya sejak dirinya sakit.

Bocah berusia 7 tahun ini kondisi kesehatanya terus memburuk setelah selama sepekan mengalami gangguan pernapasan. Anak dari pasangan Deni (43) dan Jeki (44) ini divonis jantung bocor yang dibawa sejak lahir. Namun sejak dua tahun belakangan ini kondisi Dizan terus membaik. Bahkan anak ke empat dari lima bersaudara ini sudah sekolah di taman kanak-kanak tidak jauh dari tempat tinggal.

Sejak dua pekan belakangan ini kondisi kesehatan Dizan kembali memburuk. Awalnya hanya batuk dan pilek biasa. Namun karena Dizan punya riawayat jantung bocor, penyakit batuk dan pilek tersebut menggangu sistem pernapasanya. Dizan selalu sesak nafas dan sulit bernafas. Sehingga harus membutuhkan alat bantu pernapasan agar bisa bernafas dengan normal.

"Sudah seminggu saya tidak tidur. Karena Dizan tidak bisa tidur baring. Dia tidurnya harus duduk. Jadi kalau tidur harus dipegang, karena kalau baring dia sesak, perutnya penuh dan mengeras," kata Deni (43) ibu Dizan.

Sudah tiga hari Dizan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, tepatnya di lantai 3, kamar Kelas III, 3, Ruang Merak. Menurut keterangan Deni, Dizan harusnya dirawat di ruang PICU, namun karena diruangan tersebut penuh, Dizan terpaksa dirawat diruang kelas umum. "Kalau diruang PICU kan alatnya lebih lengkap. Tidak pakai infus seperti ini. Kalau pakai selang-selang seperti ini kan sesak nafasnya," kata Deni.

Persoalan lain yang dialami oleh keluarga pasien, adalah masalah kartu Jamkesda dan BPJS yang tidak bisa digunakan. Kedua kartu yang bisa dijadikan sebagai jaminan kesehatan tersebut tidak bisa digunakan.

"Jamkesdnya sudah mati belum diperpanjang, sedangkan BPJSnya barus diurus, dan baru aktif tanggal 26 Agustus," ujar Deni.

Keluarga Dizan berharap ada uluran tangan dari donatur. Sebab kalau harus menunggu sampai tanggal 26 Agustus kondisi kesehatan buah hatinya khawatir semakin memburuk.

"Saya ngak kerja lagi bang. Ibu rumah tangga biasa. Sedangkan suami saya kerjanya bertani cabe,"katanya. ***(rls/dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum

- Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan

- Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan
- Bersama Kadis PUPR, Direktur PDAM Dumai Tinjau PDAM Bengkalis
- Besok Plt Gubri Umumkan Perpanjangan Status Siaga Darurat Karhutla
- Jawaban PT CPI Terkait Ledakan Pipa Minyak di Duri
- MPC dan DPC Srikandi PP Pelalawan Berbagi di Bulan Penuh Berkah
- Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng
- Tim ESDM Riau Kaji Eksplorasi Pertambangan Pasir Rakyat di Pulau Rupat
- BAZNas Rohul Banyak Salurkan Bantuan Selama Bulan Suci Ramadhan
- Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau
- Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik Riau
- 85 Persen Penduduk Pekanbaru Sudah Miliki Akte Kelahiran
- RT, RW dan Kader Posyandu di Bengkalis Terima Honor
- Jelang Perpanjangan Status, Satgas Karhutla Riau Gelar Rapat Evaluasi
- IMA Chapter Pekanbaru Gelar Goes to Campus di FEB Unri
- Kadin Riau Ingatkan BUMN Tak Ikut Proyek di bawah Rp 100 miliar
- Sosok Mayat Mr. X Mengapung di Sungai Rokan Desa Muara Dilam, Rohul
- ‎Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Salurkan Bantuan Banjir di Rambah Samo
- Ngaku Diusir Kasi Intel, MPR Demo Kantor Kejari Rohul dan Minta MA Ganti Kajari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com