Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 Januari 2018 20:12
Dikira Orderan Penumpang, Saudara Kandung Driver Gocar Dipukuli Supir Taksi Konvensional Bandara SSK II

Senin, 22 Januari 2018 19:05
Batas Desa Sumpu dan Koto Kombu, Kuansing Telah Disepakati

Senin, 22 Januari 2018 18:33
Bawaslu Riau Sidang KPU Rohul dan Pekanbaru

Senin, 22 Januari 2018 17:20
Kadis Kebudayaan Riau Pimpin Sertijab Kasi Permuseuman

Senin, 22 Januari 2018 17:10
Coklit Pemilih, Bawaslu Blusukan ke Pelosok Desa Perbatasan di Bengkalis

Senin, 22 Januari 2018 16:45
Lelang Swastanisasi Sampah Molor, Sekdako Pekanbaru Akan Tegur Kadis DLHK

Senin, 22 Januari 2018 16:41
Diduga Ada Indikasi Pungli,
Sekolah di Bengkalis Siap-siap Disidak


Senin, 22 Januari 2018 16:33
Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus PAC dan Ranting Muslimat NU Kecamatan Sungai Batang, Inhil

Senin, 22 Januari 2018 16:30
'Divonis' Melanggar Aturan, Sekdako Pekanbaru Nilia Keputusan Bawaslu Prematur

Senin, 22 Januari 2018 16:22
Antisipasi Kebocorn PAD, Bapenda Pekanbaru Analisis Data dan Periksa Pajak

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Agustus 2017 18:04
Terbaring Lemas di RSUD Arifin Ahmad,
Jantung Bocor, Dizan Tunggu Uluran Tangan Par Dermawan


Dizan, menunggu uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan. Bocah tujuh tahun itu menderita jantung bocor.

Riauterkini - PEKANBARU - Tubuh mungil Al Dizan Magribi Ramadan tampak lemas. Selang infus masuk ke bagian kaki kirinya. Sementara selang oksigen masuk ke bagian hidung dan mulutnya. Bocah ini duduk dengan tubuh yang tergontai-gontai. Jika tidak ditahan dengan kedua tangan ibunya dia bisa tumbang. Kerana kondisi fisiknya tidak bisa menahan tubuhnya.

Nafasnya ter engah-engah dan matanya terlihat sayu. Perutnya terlihat buncit dan keras saat ditekan. Padanganya terus tertuju ke ibunya yang setia mendampinginya sejak dirinya sakit.

Bocah berusia 7 tahun ini kondisi kesehatanya terus memburuk setelah selama sepekan mengalami gangguan pernapasan. Anak dari pasangan Deni (43) dan Jeki (44) ini divonis jantung bocor yang dibawa sejak lahir. Namun sejak dua tahun belakangan ini kondisi Dizan terus membaik. Bahkan anak ke empat dari lima bersaudara ini sudah sekolah di taman kanak-kanak tidak jauh dari tempat tinggal.

Sejak dua pekan belakangan ini kondisi kesehatan Dizan kembali memburuk. Awalnya hanya batuk dan pilek biasa. Namun karena Dizan punya riawayat jantung bocor, penyakit batuk dan pilek tersebut menggangu sistem pernapasanya. Dizan selalu sesak nafas dan sulit bernafas. Sehingga harus membutuhkan alat bantu pernapasan agar bisa bernafas dengan normal.

"Sudah seminggu saya tidak tidur. Karena Dizan tidak bisa tidur baring. Dia tidurnya harus duduk. Jadi kalau tidur harus dipegang, karena kalau baring dia sesak, perutnya penuh dan mengeras," kata Deni (43) ibu Dizan.

Sudah tiga hari Dizan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, tepatnya di lantai 3, kamar Kelas III, 3, Ruang Merak. Menurut keterangan Deni, Dizan harusnya dirawat di ruang PICU, namun karena diruangan tersebut penuh, Dizan terpaksa dirawat diruang kelas umum. "Kalau diruang PICU kan alatnya lebih lengkap. Tidak pakai infus seperti ini. Kalau pakai selang-selang seperti ini kan sesak nafasnya," kata Deni.

Persoalan lain yang dialami oleh keluarga pasien, adalah masalah kartu Jamkesda dan BPJS yang tidak bisa digunakan. Kedua kartu yang bisa dijadikan sebagai jaminan kesehatan tersebut tidak bisa digunakan.

"Jamkesdnya sudah mati belum diperpanjang, sedangkan BPJSnya barus diurus, dan baru aktif tanggal 26 Agustus," ujar Deni.

Keluarga Dizan berharap ada uluran tangan dari donatur. Sebab kalau harus menunggu sampai tanggal 26 Agustus kondisi kesehatan buah hatinya khawatir semakin memburuk.

"Saya ngak kerja lagi bang. Ibu rumah tangga biasa. Sedangkan suami saya kerjanya bertani cabe,"katanya. ***(rls/dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Batas Desa Sumpu dan Koto Kombu, Kuansing Telah Disepakati
- Kadis Kebudayaan Riau Pimpin Sertijab Kasi Permuseuman
- Lelang Swastanisasi Sampah Molor, Sekdako Pekanbaru Akan Tegur Kadis DLHK
- Berbatasan dengan PT Adei,
Beginilah Penampakan Jalan di Pekan Tua Pelalawan

- Dua Jabatan Paling Diincar, Lelang Jabatan Pemko Pekanbaru Diikuti 55 Peserta
- Proyek Jalan Simpang Batang-Parit Kitang Dumai Dibantu DAK Rp3,2 Miliar
- Gubri Penuhi Janji Bantu Mobil Praktek untuk SMK
- UPT Persampahan Mandau Himbau Masyarakat BS, Bengkalis Taat Bayar Restribusi
- Bupati Inhu, Bupati dan Wabup Kuansing Goes Bersama BBC di Baserah
- ‎Tanah Dibiarkan Berceceran di Jalan,
Proyek Irigasi Osaka Kementrian PUPR Bikin Warga Rohul Sesak‎ Nafas

- Luncurkan Album Perdana Identity,
Band Asal Pekanbaru SABI Targetkan Prestasi Nasional dan Internasional

- HUT ke-68, ‎Imigrasi Bengkalis Goro Bersihkan dan Cat Museum
- Malam ini, DKKM Gelar Pentas Seni Perdana di Alun-alun Kota Selatpanjang
- Pakai Baju PKI, Seorang Warga Tionghoa Meranti Ditangkap BIN dan Tentara
- Gubri Target Peremajaan Sawit Rakyat Seluas 30 Ribu Haktar
- Sekda Defenitif Kuansing Tak Kunjung Dilantik
- Pergi ke Luar Negeri, Kepala Daerah Harus Izin Kemendagri
- Bupati Launching Program Migrasi Listrik Prabayar 100 Persen di Inhil
- Lalai Kembalikan Mobil Dinas,
Sekdako Akan Beri SP Sekwan Pekanbaru

- Dewan Nilai Target PAD Sektor Pajak Pemprov Riau Rendah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.82.29.141
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com