Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 Mei 2018 21:55
Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap


Kamis, 24 Mei 2018 21:50
Uji 50 Jenis Bahan dan Produk Makanan,
BBPOM Pekanbaru Nihil Temukan Makanan Berbahaya di Bengkalis


Kamis, 24 Mei 2018 20:43
Tokoh Masyarakat Koto Baru Sebut Syamsuar Cagubri Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018 20:19
Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang

Kamis, 24 Mei 2018 20:14
Loyalitas dan Militansi Kader Golkar Siak Modal Kemenangan Paslon Nomor 4

Kamis, 24 Mei 2018 19:49
Dipecat karena Tolak Teken PKWT, 16 Karyawan PT AFR Mengadu ke DPRD Riau

Kamis, 24 Mei 2018 19:44
Kampanye di 'Negeri Seribu Kubah',
Rusli Effendi Tawarkan Perbaikan Jalan Lintas Menggala-Rantau Kopar


Kamis, 24 Mei 2018 16:35
Kadin Riau Ingatkan BUMN Tak Ikut Proyek di bawah Rp 100 miliar

Kamis, 24 Mei 2018 16:11
Sosok Mayat Mr. X Mengapung di Sungai Rokan Desa Muara Dilam, Rohul

Kamis, 24 Mei 2018 15:46
‎Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Salurkan Bantuan Banjir di Rambah Samo

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Agustus 2017 16:41
‎Mediasi Tak Membuahkan Hasil,
Massa FSPTI Kampar dan Karyawan PTPN V Kebun Tandun Nyaris Bentrok


Pertemuan FSPTI-KSPSI Kampar dengan manajemen PTPN V Kebun Tandun tidak membuahkan hasil. Bahkan mediasi yang difasilitasi pihak Polres Kampar nyaris bentrok.

Riauterkini-KAMPAR- Mediasi dilakukan perwakilan FSPTI-KSPSI Kampar dengan manajemen PTPN V Kebun Tandun, Rabu (23/8/17), dinilai tidak membuahkan hasil dan kesepakatan.

Mediasi difasilitasi pihak Polres Kampar di Kantor PTPN V Kebun Tandun‎ merupakan buntut dari aksi demontrasi ratusan massa FSPTI PUK Talang Danto Kecamatan Tapung Hulu-Kampar, bersama FSPTI PUK Koto Tandun Kecamatan Tandun-Rokan Hulu (Rohul).

Pada mediasi dihadiri sejumlah petinggi PTPN V Kebun Tandun, pihak perusahaan mengaku untuk kerja bongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit su‎dah diserahkan ke pihak ketiga atau vendor, sehingga FSPTI diminta berhubungan langsung dengan pihak vendor.

Karena keputusan pihak manajemen PTPN V Kebun Tandun yang terkesan lepas tangan, ratusan massa FSPTI PUK Talang Danto-Kampar dan FSPTI PUK Koto Tandun-Rokan Hulu (Rohul) blokir jalan masuk, dan melarang truk pengangkut buah perusahaan keluar masuk.

Hal itu memicu keributan. Meski dijaga ratusan polisi dan TNI, ratusan karyawan PTPN V Kebun Tandun bersenjatakan pentungan bambu‎ datang ke lokasi hingga kedua kubu nyaris bentrok.

Kerumunan massa kedua kubu yang sampai badan jalan menyebabkan jalan lintas Talang Danto‎ ke Kasikan dan sebaliknya macet.

Keributan memuncak saat petugas‎ memindahkan becak mesin milik massa FSPTI. Bahkan, karyawan PTPN V Kebun Tandun semakin dekat, namun anggota FSPTI tidak berusaha melawan, dan sekira pukul 14.00 WIB.

Ketua SP BUN Kantor Pusat, Asman Nurdin Sinaga‎‎, mengaku pada mediasi pihaknya sudah menyarankan agar untuk masalah bongkar muat, FSPTI berhubungan langsung dengan pihak vendor‎.

Menurutnya, untuk pekerjaan angkutan sudah sistem include diserahkan ke pihak ketiga, sesuai Undang-Undang BUMN, dan PTPN tidak boleh memonopolinya.

"Jadi pihak ketiga inilah yang menetapkan pekerjanya, dia kan tidak mau rugi dan didenda oleh perusahaan. Sebab ‎dalam ikatan kontrak tentu ada sanksi-sanksinya," jelas Asman.

"Jadi sudah kita sarankan, bukan kita tidak mau menerima mereka bekerja, silahkan sepanjang vendor menyetujui mereka, dengan memenuhi persyaratan yang diberikan pihak vendor itu sendiri," tambahnya.

Asman mengatakan memang tidak ada kegiatan khusus bongkar muat di PTPN V Kebun Tandun. Semua diserahkan dalam ikatan kontrak, dan sudah include dengan kerja bongkar muat TBS sawit.

Ditanya apakah bisa kerja bongkar muat bisa dikelola langsung oleh FSPTI, Asman mengaku ia belum mengerti Undang-Undang nya. Namun menurutnya, perusahaan yang sudah menyerahkan ke FSPTI bukan buah dari kebun inti.

"Mungkin itu bukan inti, sedangkan di PTPN V sendiri merupakan buah inti," tutup Asman.

FSPTI Tempuh Jalur Hukum

Sementara, Ketua FSPTI Kampar M. Marpaung, didampingi Ketua PUK Talang Danto Suryono dan Wakil Ketua Joni Saputra Matondang‎,‎ mengatakan PTPN V Kebun Tandun sudah serahkan ke pihak ketiga berikut upah bongkar dan angkutan.

PTPN V menyerahkan supaya FSPTI berhubungan dengan‎ pihak ketiga, yaitu angkutannya. Kalau tidak berhasil pihak PTPN V mengarahkan agar ditempuh jalur.

"Akan diselesaikan melalui jalur hukum," tegas M. Marpaung.

Ia mengaku akan merapatkan barisan dan minta seluruh FSPTI di seluruh daerah di Provinsi Riau ikut memberikan masukan‎ bagaimana sikap FSPTI dalam menghadapi masalah buruh tersebut.

Diakuinya, aksi buruh FSPTI ini juga sebagai upaya agar perusahaan membayarkan upah ke seluruh buruh bongkar sesuai ketentuan pemerintah, tidak harus buruh FSPTI yang bongkar.

M. Marpaung mengungkapkan sesuai Perda Kampar Nomor: 525/ Dinsosnaker/‎ 2016/ 501, upah bongkar Rp21,835 per kg untuk kerja bo‎ngkar, dan Rp23,293 per kg untuk kerja muat TBS.

Namun, jelas M. Marpaung, dari informasi yang diterimanya upah bongkar muat ada yang menyebut Rp11 per kg dan Rp8 per kg.

"Tidak jelas berapa. Yang jelas belum sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah," katanya.

M. Marpaung‎ mengaku sebelumnya FSPTI sudah dikasih kesempatan bongkar, namun karena kurang koordinasi, mereka didenda Rp15 juta.

"Kami siap untuk membayar kalau memang kami yang salah dalam pengerjaan dan siap ganti rugi, namun berikan pekerjaan kepada kami,"‎ pungkas M. Marpaung.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kadin Riau Ingatkan BUMN Tak Ikut Proyek di bawah Rp 100 miliar
- Sosok Mayat Mr. X Mengapung di Sungai Rokan Desa Muara Dilam, Rohul
- ‎Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Salurkan Bantuan Banjir di Rambah Samo
- Ngaku Diusir Kasi Intel, MPR Demo Kantor Kejari Rohul dan Minta MA Ganti Kajari
- Gedung Baru Bawaslu Riau Tergenang Air Hampir Setinggi Lutut
- Dilarang Ujian, Siswi Penunggak SPP Dibantu Kapolres Inhu
- Manager PLN Duri Tegaskan Pemadaman di Ramadhan Bukan karena Devisit
- Diduga Stres, Wanita Paruh Baya di Duri, Bengkalis Sholat di Median Jalan
- Sebabkan Macet, Satpol PP Segera Teribkan PKL di Jalur Lambat Pasar Pagi Arengka
- Minggu Depan Pemprov Riau Mulai Gelar Syafari Ramadhan
- Sebelum Juni, Pemprov Riau Masih Berjuang Jadi Embarkasi Haji Antara
- Demo di Kantor Bupati Rohul, MPR Minta Bupati Sukiman tidak Terlibat di Lelang Proyek
- Imbuan Ramadhan, Pengusaha Warnet di Pekanbaru Banyak Bandel
- Dinsos Pekanbaru Gencar Razia Gepeng Selama Ramadhan
- Pengurus Mesjid Darul Abrar DPRD Riau Kembali Gelar MTQ
- Usulkan 248 Kouta CPNS,
Bupati dan BKD Meranti bertemu Langsung dengan Menpan-RB

- Legislator Yulianti Buka Bersama dengan FWL DPRD Riau
- RAPP Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Warga di Pelalawan
- Baru 40 Desa di Pelalawan Meminta Pendampingan TP4D Kejaksaan
- Komunikasi Bersama Menag, Moeldoko Respon Positip Keinginan Riau Jadi Embarkasi Haji Antara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com