Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Selasa, 21 Nopember 2017 21:36
Kapolres Inhil Pesankan HMCI Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan Raya

Selasa, 21 Nopember 2017 20:10
Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub


Selasa, 21 Nopember 2017 20:03
Layani Masyarakat Pelosok, Bengkaiis Harus Miliki Mobil Samsat Keliling

Selasa, 21 Nopember 2017 18:30
Pemko Segera Lakukan Lelang Jabatan Bulan Ini

Selasa, 21 Nopember 2017 18:26
HUT PGRI ke-72, Gubernur Riau Minta Guru tak Terlibat Politik

Selasa, 21 Nopember 2017 18:05
Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis

Selasa, 21 Nopember 2017 16:58
Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak

Selasa, 21 Nopember 2017 16:45
Mitra Bina Antusias Ikuti Pelatihan Service Excellent oleh PT RAPP

Selasa, 21 Nopember 2017 16:13
Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 14 September 2017 18:53
Rumah Batik Andalan RAPP,
Pembatik Mengaku Membatik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga


Rumah Batik Andalan binaan CD PT RAPP dapat meningkat perekonomian masyarakat. Bagi pelakunya, membatik dapat membantu perekonomian keluarga.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi merupakan cita-cita dari warga Pangkalan Kerinci, Ni'mah (39). Ia memilih menjadi pembatik untuk membantu sang suami membiayai pendidikan keempat anaknya.

Ni'mah telah menjadi pembatik sejak tahun 2015 silam. Awalnya ia mengaku tidak bisa membatik. Namun, lewat Rumah Batik Andalan binaan Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ia bisa belajar membatik dan sekarang menjadi pembatik tetap.

"Saya dilatih oleh ibu-ibu pembatik di Rumah Batik Andalan PT RAPP. Karena kemauan saya yang besar untuk membatik, dalam 3 bulan saya bisa memproduksi batik. Alhamdulillah dari membatik yang punya rumah sendiri," ujarnya.

Ia masih ingat, penghasilan pertamanya sebanyak Rp 300 ribu dari membatik membuatnya senang. Ternyata dari penghasilan itu, membantu perekonomian keluarganya.

"Ternyata setelah saya tekuni, penghasilan itu bisa membantu suami saya yang bekerja secara serabutan. Menyekolahkan anak saya hingga perguruan tinggi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," ujar Ni'mah yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya ia dan suami bekerja sebagai penjaga kebun sawit di Pangkalan Kerinci. Saat itu ia tinggal disebuah gubuk kayu yang tidak dialiri listrik. Selama 7 tahun ia hidup tanpa listrik di areal kebun sawit.

"Di tempat saya tinggal dulu cuma ada 7 keluarga. Tidak ada listrik, jalannya masih tanah. Kalau hujan becek. Saya kalau ke pasar harus jalan 5 kilometer. Alhamdulillah sekarang sudah beli rumah sendiri dan ada listrik," ujarnya.

Mulai dirintis pada 2013, Rumah Batik Andalan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Target utamanya adalah para istri pegawai serta petani perkebunan yang sebelumnya lebih sering menganggur ketika suaminya bekerja.

Mereka diajari cara membatik. Namun, langkah pertama tidak akan pernah mudah. Membatik bukan bagian dari keseharian warga di sana sejak dulu, sehingga mereka kesulitan.

“Setelah berlatih selama dua minggu, kami lantas vakum karena masih bingung batik ini mau dijadikan apa,” kata salah seorang pembatik, Siti Nurbaya.

Cara yang ditempuh RAPP dengan “menyekolahkan” para peserta ke sejumlah daerah pusat batik nasional seperti Pekalongan, Yogyakarta, maupun Solo untuk meningkatkan kemampuan para pembatik.

Motif batik pertama yang dilahirkan adalah Bono. Ini terinspirasi dari fenomena alam unik khas di Sungai Kampar dan Sungai Rokan yang berada di sekitar area mereka.

Bono sejatinya merupakan pertemuan arus ombak unik yang terjadi akibat pertemuan arus sungai dengan air laut yang hendak menuju ke sana akibat pasang. Ombaknya sangat tinggi, sehingga berbahaya bagi pelayaran. Namun, belakangan Bono malah populer dimanfaatkan sebagai sarana berselancar.

Bono sangatlah unik. Banyak peselancar kelas dunia yang akhirnya datang ke sana untuk menjajal menaiki ombak tersebut. Hal itulah yang akhirnya dituangkan sebagai motif mitra Rumah Batik Andalan. “Kami sampai melihat Bono langsung untuk membuat motif ini,” kata Siti.

Selain Bono, sejumlah motif lain juga dilahirkan oleh binaan Rumah Batik Andalan. Lagi-lagi semua terinspirasi dari kondisi alam di sana seperti motif daun eucalyptus, daun akasia, lakum, sebuah buah khas lokal yang mirip dengan anggur, serta timun suri.***(rls)



Berita Sosial lainnya..........
- Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul
- Kapolres Inhil Pesankan HMCI Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan Raya
- Layani Masyarakat Pelosok, Bengkaiis Harus Miliki Mobil Samsat Keliling
- Pemko Segera Lakukan Lelang Jabatan Bulan Ini
- HUT PGRI ke-72, Gubernur Riau Minta Guru tak Terlibat Politik
- Rumdis Kepala Seksi Pidum Kejari Bengkalis Diteror Ayam Hitam Bertabur Kembang
- Disbud Riau Taja Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu Gelombang Dua
- Ribuan Travel Ilegal Menjamur di Pekanbaru
- Sukses Kembangkan PAUD, Bupati Inhil Terima Penghargaan Tingkat Nasional
- Bupati dan Forkopimda Kampar Tuntaskan Sengketa Ciliandra-Masyarakat
- Kadis Kebudayaan Sebut Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18
- Sebulan Buron, Seorang Maling Motor di Pekanbaru Akhirnya Terciduk
- Ratusan Warga Desa Sako, Kuansing Teken Tidak Percaya Kineja Kades
- Kafilah Pelalawan Bidik Posisi Lima Besar di MTQ Riau 2017
- Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017,
BI : Peran Penting Media dalam Komunikasi Bank Indonesia

- Isi Tiga Jabatan Kosong, Gubri Bersiap Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV
- Pelalawan Kerahkan 500 Peserta Untuk Pawai Ta'aruf MTQ Riau di Dumai
- Tolong Korban Kecelakaan Tunggal, Anggota DPRD Riau Rela Berlumur Darah
- MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat
- Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.188.64
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com