Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 September 2017 22:08
Eddy Tanjung Terpilih Aklamasi Jadi Ketum IPSI Riau

Ahad, 24 September 2017 21:20
Satu Rumah Bulatan di Maharatu Pekanbaru Ludes Terbakar

Ahad, 24 September 2017 21:14
DPD LMB Bengkalis Resmi Dilantik

Ahad, 24 September 2017 20:48
42 WN Bangladesh Diamankan di Pulau Rupat, Bengkalis

Ahad, 24 September 2017 20:12
‎Komunitas Trabas Kota Intan Ekadura Bantu Keluarga Bocah Penderita Kanker di Rohul

Ahad, 24 September 2017 19:59
Hormati Perintah Partai Soal Pilgubri 2018,
Septina Persilahkan Samsuar dan Haris Maju Tanpa Perahu Golkar


Ahad, 24 September 2017 19:22
Bocah Penderita Kanker‎ Mulut Asal Rohul Meninggal di RSUD Arifin Achmad

Ahad, 24 September 2017 19:17
Cassata Camilan Khas Italia Hadir di Pekanbaru

Ahad, 24 September 2017 19:13
Cabuli Anak di Bawah Umur,
Seorang Pria Beristri di Desa Sei Kuning, Rohul, Dipolisikan


Ahad, 24 September 2017 19:07
Honda Sport Motoshow 2017,
Chicco Jerikho Uji Ketangguhan CB150 R di Mal SKA Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 14 September 2017 18:53
Rumah Batik Andalan RAPP,
Pembatik Mengaku Membatik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga


Rumah Batik Andalan binaan CD PT RAPP dapat meningkat perekonomian masyarakat. Bagi pelakunya, membatik dapat membantu perekonomian keluarga.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi merupakan cita-cita dari warga Pangkalan Kerinci, Ni'mah (39). Ia memilih menjadi pembatik untuk membantu sang suami membiayai pendidikan keempat anaknya.

Ni'mah telah menjadi pembatik sejak tahun 2015 silam. Awalnya ia mengaku tidak bisa membatik. Namun, lewat Rumah Batik Andalan binaan Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ia bisa belajar membatik dan sekarang menjadi pembatik tetap.

"Saya dilatih oleh ibu-ibu pembatik di Rumah Batik Andalan PT RAPP. Karena kemauan saya yang besar untuk membatik, dalam 3 bulan saya bisa memproduksi batik. Alhamdulillah dari membatik yang punya rumah sendiri," ujarnya.

Ia masih ingat, penghasilan pertamanya sebanyak Rp 300 ribu dari membatik membuatnya senang. Ternyata dari penghasilan itu, membantu perekonomian keluarganya.

"Ternyata setelah saya tekuni, penghasilan itu bisa membantu suami saya yang bekerja secara serabutan. Menyekolahkan anak saya hingga perguruan tinggi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," ujar Ni'mah yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya ia dan suami bekerja sebagai penjaga kebun sawit di Pangkalan Kerinci. Saat itu ia tinggal disebuah gubuk kayu yang tidak dialiri listrik. Selama 7 tahun ia hidup tanpa listrik di areal kebun sawit.

"Di tempat saya tinggal dulu cuma ada 7 keluarga. Tidak ada listrik, jalannya masih tanah. Kalau hujan becek. Saya kalau ke pasar harus jalan 5 kilometer. Alhamdulillah sekarang sudah beli rumah sendiri dan ada listrik," ujarnya.

Mulai dirintis pada 2013, Rumah Batik Andalan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Target utamanya adalah para istri pegawai serta petani perkebunan yang sebelumnya lebih sering menganggur ketika suaminya bekerja.

Mereka diajari cara membatik. Namun, langkah pertama tidak akan pernah mudah. Membatik bukan bagian dari keseharian warga di sana sejak dulu, sehingga mereka kesulitan.

“Setelah berlatih selama dua minggu, kami lantas vakum karena masih bingung batik ini mau dijadikan apa,” kata salah seorang pembatik, Siti Nurbaya.

Cara yang ditempuh RAPP dengan “menyekolahkan” para peserta ke sejumlah daerah pusat batik nasional seperti Pekalongan, Yogyakarta, maupun Solo untuk meningkatkan kemampuan para pembatik.

Motif batik pertama yang dilahirkan adalah Bono. Ini terinspirasi dari fenomena alam unik khas di Sungai Kampar dan Sungai Rokan yang berada di sekitar area mereka.

Bono sejatinya merupakan pertemuan arus ombak unik yang terjadi akibat pertemuan arus sungai dengan air laut yang hendak menuju ke sana akibat pasang. Ombaknya sangat tinggi, sehingga berbahaya bagi pelayaran. Namun, belakangan Bono malah populer dimanfaatkan sebagai sarana berselancar.

Bono sangatlah unik. Banyak peselancar kelas dunia yang akhirnya datang ke sana untuk menjajal menaiki ombak tersebut. Hal itulah yang akhirnya dituangkan sebagai motif mitra Rumah Batik Andalan. “Kami sampai melihat Bono langsung untuk membuat motif ini,” kata Siti.

Selain Bono, sejumlah motif lain juga dilahirkan oleh binaan Rumah Batik Andalan. Lagi-lagi semua terinspirasi dari kondisi alam di sana seperti motif daun eucalyptus, daun akasia, lakum, sebuah buah khas lokal yang mirip dengan anggur, serta timun suri.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
Nikmati kemudahan bermain game online sabung ayam bersama kami di link : berikut kontak kami bosku: sabungayam. in dewasabungayam. com sabungayam. com sabung-ayam. net sabong. pw sabungayam. co Silahkan Add PIN BBM Kami D1A1E6DF (FULL) D8DB1C57 (FULL) BOLAVITA

nayla
ayo bergabung segera dengan agen yang sedang fenomenal kenapa bisa gitu?karena proses deposit dan wd nya cepat ayooMINIMAL DEPOSIT 50 RIBU - SABUNG AYAM- SPORTSBOOK- TOGEL ONLINE- TEMBAK IKAN- TANGKASNET- POKER AYAM ( MINIMAL DEPOSIT 10 RIBU )JOIN SEGERA WWW(TITIK)agens128(TITIK)orgBBM : D8B84EE1BBM

Cindy
Pusing mau cari uang yang berlimpah ?? Langsung saja konsultasi bersama kami di www(titik)bolavita(titik)net Info, Silahkan Hubungi : BBM : D8C363CA wechat : bolavita whatup : 6281377055002 Email : cs@bolavita .com


loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Eddy Tanjung Terpilih Aklamasi Jadi Ketum IPSI Riau
- Satu Rumah Bulatan di Maharatu Pekanbaru Ludes Terbakar
- DPD LMB Bengkalis Resmi Dilantik
- ‎Komunitas Trabas Kota Intan Ekadura Bantu Keluarga Bocah Penderita Kanker di Rohul
- Sempena HUT ke-72 PMI,
PT RAPP Raih Penghargaan sebagai Perusahaan Peduli Kemanusiaan dan Donor Darah Terbanyak

- Pasokan Air Baku PDAM TD Cabang Duri Kembali Normal
- Galang Bantuan Untuk Rohingya, Riau Care Hadirkan Ustadz Syafiq Riza Basalamah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.225.41.203
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com