Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:48
Bupati Inhil Buka Perkemahan Karya di Kecamatan Keritang

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:45
Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 14 September 2017 18:53
Rumah Batik Andalan RAPP,
Pembatik Mengaku Membatik untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga


Rumah Batik Andalan binaan CD PT RAPP dapat meningkat perekonomian masyarakat. Bagi pelakunya, membatik dapat membantu perekonomian keluarga.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi merupakan cita-cita dari warga Pangkalan Kerinci, Ni'mah (39). Ia memilih menjadi pembatik untuk membantu sang suami membiayai pendidikan keempat anaknya.

Ni'mah telah menjadi pembatik sejak tahun 2015 silam. Awalnya ia mengaku tidak bisa membatik. Namun, lewat Rumah Batik Andalan binaan Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ia bisa belajar membatik dan sekarang menjadi pembatik tetap.

"Saya dilatih oleh ibu-ibu pembatik di Rumah Batik Andalan PT RAPP. Karena kemauan saya yang besar untuk membatik, dalam 3 bulan saya bisa memproduksi batik. Alhamdulillah dari membatik yang punya rumah sendiri," ujarnya.

Ia masih ingat, penghasilan pertamanya sebanyak Rp 300 ribu dari membatik membuatnya senang. Ternyata dari penghasilan itu, membantu perekonomian keluarganya.

"Ternyata setelah saya tekuni, penghasilan itu bisa membantu suami saya yang bekerja secara serabutan. Menyekolahkan anak saya hingga perguruan tinggi. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," ujar Ni'mah yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah ini.

Sebelumnya ia dan suami bekerja sebagai penjaga kebun sawit di Pangkalan Kerinci. Saat itu ia tinggal disebuah gubuk kayu yang tidak dialiri listrik. Selama 7 tahun ia hidup tanpa listrik di areal kebun sawit.

"Di tempat saya tinggal dulu cuma ada 7 keluarga. Tidak ada listrik, jalannya masih tanah. Kalau hujan becek. Saya kalau ke pasar harus jalan 5 kilometer. Alhamdulillah sekarang sudah beli rumah sendiri dan ada listrik," ujarnya.

Mulai dirintis pada 2013, Rumah Batik Andalan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Target utamanya adalah para istri pegawai serta petani perkebunan yang sebelumnya lebih sering menganggur ketika suaminya bekerja.

Mereka diajari cara membatik. Namun, langkah pertama tidak akan pernah mudah. Membatik bukan bagian dari keseharian warga di sana sejak dulu, sehingga mereka kesulitan.

“Setelah berlatih selama dua minggu, kami lantas vakum karena masih bingung batik ini mau dijadikan apa,” kata salah seorang pembatik, Siti Nurbaya.

Cara yang ditempuh RAPP dengan “menyekolahkan” para peserta ke sejumlah daerah pusat batik nasional seperti Pekalongan, Yogyakarta, maupun Solo untuk meningkatkan kemampuan para pembatik.

Motif batik pertama yang dilahirkan adalah Bono. Ini terinspirasi dari fenomena alam unik khas di Sungai Kampar dan Sungai Rokan yang berada di sekitar area mereka.

Bono sejatinya merupakan pertemuan arus ombak unik yang terjadi akibat pertemuan arus sungai dengan air laut yang hendak menuju ke sana akibat pasang. Ombaknya sangat tinggi, sehingga berbahaya bagi pelayaran. Namun, belakangan Bono malah populer dimanfaatkan sebagai sarana berselancar.

Bono sangatlah unik. Banyak peselancar kelas dunia yang akhirnya datang ke sana untuk menjajal menaiki ombak tersebut. Hal itulah yang akhirnya dituangkan sebagai motif mitra Rumah Batik Andalan. “Kami sampai melihat Bono langsung untuk membuat motif ini,” kata Siti.

Selain Bono, sejumlah motif lain juga dilahirkan oleh binaan Rumah Batik Andalan. Lagi-lagi semua terinspirasi dari kondisi alam di sana seperti motif daun eucalyptus, daun akasia, lakum, sebuah buah khas lokal yang mirip dengan anggur, serta timun suri.***(rls)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat
- Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak
- Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017
- Kinerja Buruk, Gubernur Riau Segera Ganti Kepala OPD tak Loyal
- Peserta Apel 17 Bulan Minim,
Wabup Inhu Berang dan Tegur Kepala SKPD

- MA Hukum Kontraktor Tipu Rekan Bisnis yang Bebas di PN Pekanbaru
- Sekdaprov Sebut Anggaran Pembangunan Gedung Polda Riau tak Ada Masalah
- Senin Lusa, Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru Rilis Koperasi yang Digubarkan
- Sekda Dumai Bawa Kepala OPD Tinjau TPS Jalan Sidorejo
- Menteri PAN Tegaskan Rekrutmen ASN Harus Berdasar Kebutuhan
- Kecewa Jalan Umum Rusak,
Warga Bengkalis Ramai-ramai Berkeluh Kesah di Medsos

- Satpol PP Bengkalis Ciduk Pengemis di Kedai-kedai Kopi
- Mendagri Buka Rakornas Camat Wilayah Barat di Pekanbaru
- Juara Karate Dunia, Bufon Sinaga Ingin Jadi Polisi
- Walikota Dumai Buka Sosialisasi Penguatan Dasawisma
- Kenalkan Objek Wisata Andalan, Pemkab Inhu Gelar Festival Tembulun
- Realisasi Proyek Infrastruktur di Rohul Sudah 71,75 Persen
- Penyebab LPG 3 Kg Langka di Wilayah Rokan Hulu
- Sekda Kampar Pimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan BB-GRM ke-IV dan HKG PKK 2017
- ‎Korupsi Dana Silpa APBDes di Rohul,
Mantan Kades Kepayang Dipindahkan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.210.67
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com