Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Desember 2017 13:56
Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan

Jum’at, 15 Desember 2017 13:26
2017 Terjadi 436 Lakalantas Kendaraan Barang,
Hino Dutro Gelar Safety Driving Competition


Jum’at, 15 Desember 2017 13:23
Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan

Jum’at, 15 Desember 2017 13:20
Gantikan Setya Novanto,
Golkar Riau Harapkan Airlangga Hartarto Dikukuhkan sebagai Ketum Baru Jelang Munaslub


Jum’at, 15 Desember 2017 13:00
Demi Kepastian Hukum,
RAPP Ajukan Permohonan Pembatalan SK 5322 ke PTUN


Jum’at, 15 Desember 2017 12:14
Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri

Jum’at, 15 Desember 2017 11:02
6 Kades di Gaung Dilantik, Bupati Inhil Pesan Memimpin Sesuai Ketentuan

Jum’at, 15 Desember 2017 08:33
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ayah Bupati Rohul Suparman Wafat

Jum’at, 15 Desember 2017 06:18
Gubri Yakin Sagu Bisa Dijadikan Alternatif Pangan, Solusi Alih Fungsi Lahan

Jum’at, 15 Desember 2017 06:07
Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 5 Oktober 2017 06:49
Musyawarah Batas Desa Sumpu dan Koto Kumbu di Kuansing Belum Capai Kesepakatan

Batas Desa Sumpu dan Koto Kumbu di Kuansing masih bermasalah. Perundingan yang digelar belum hasilkan titik temu.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Persoalan batas wilayah Desa Koto Kombu dengan Desa Sumpu, Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing masih belum menemukan titik terang. Pada pertemuan kedua pemerintahan desa itu di Kantor Camat Hulu Kuantan tadi malam, Rabu(4/10/17) terjadi silang pendapat.

Kedua belah pihak saling mengedepankan beragam argumen menurut sejarah yang dihimpun dari para tetua terdahulu. Musyawarah penentuan tapal batas desa tadi malam difasiltasi oleh MCa -Indonesia selaku pihak pelaksana kegiatan pemetaan tata batas desa.

Suasana rapat sempat tegang tadi malam, karena salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Sumpu, Rahmad merasa tidak setuju dengan batas batas wilayah desa yang diajukan oleh pemerintahan Desa Koto Kombu. Karena, Rahmat yang bergelar datuk Sumarajo itu merasa sempadan yang dibuat oleh Desa Koto Kombu dinilainya telah memasuki wilayah Desa Sumpu.

Awalnya, pihak MCa meminta utusan dari Koto Kombu menyebutkan batas batas wilayah dengan Desa Sumpu. Lalu, berdasarkan sejarah dan beberapa dokumen yang berhasil dikumpulkan, Kepala Desa Koto Kombu, Firdaus menyebutkan batas wilayah antara Desa Koto Kombu dimulai dari Sungai "Bayi" dan langsung berbatasan dengan Ulu Muaro Sungai Tarontang, Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi.

Pernyataan Firdaus itu diperkuat dengan argumen yang disampaikan oleh mantan Kades Desa Lubuk Ambacang, Suherman. Sebab, dulu sebelum Desa Koto Kombu dimekarkan menjadi sebuah desa, Suherman adalah Kades masa peralihan. Sehingga kesepakatan batas wilayah desa sebelum dimekarkan dulu, dirinya ikut terlibat langsung sebagai penentu.

"Dulu sudah ada kesepakatan, batas batas wilayahnya, ya seperti itu," ucap Suherman.

Lantas mendengar batas batas wilayah yang disebutkan oleh pihak Koto Kombu itu, tokoh masyarakat Sumpu, Rahmad tidak mau menerima. Karena Rahmad menilai batas yang disebutkan oleh pemerintahan Desa Koto Kombu tersebut melenceng jauh. Dan sudah masuk wilayah Desa Sumpu.

Sempat beberapa jam terjadi perdebatan sengit, akhirnya musyawarah dihentikan. Sehingga penentuan tapal batas wilayah kedua desa itu akan diselesaikan ketingkat kecamatan. Jika tingkat kecamatan tidak juga menyelesaikan sengketa tapal batas itu, maka penyelesaian sengketa akan diambil alih oleh Bupati Kuansing melalui Surat Keputusan Bupati Kuansing.***(dri)



Berita Sosial lainnya..........
- Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, Ayah Bupati Rohul Suparman Wafat
- Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti

- Jadi 'Sarang Hantu', Dewan Datangi Ambulan Tua Milik Pemkab Bengkalis di Duri
- Waka DPRD Dumai Masih Komit Bangun Lingkungan Dapilnya
- Upaya Meningkatkan PAD, Bapenda Rohul Mutakhirkan NJOP
- Berkunjung ke RAPP, Duta Besar Kanada Borong Kerajinan Tenun dan Batik Riau
- BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit
- Sambut Hari Ibu, IWARA RAPP Adakan Seminar KDRT
- Evaluasi Akreditasi, Dirjen Badilum MA RI Tinjau PN Bengkalis
- Wakil Bupati Kuansing 'Sentil' Dinas Pertanian dan Pariwisata
- Percepatan Menuju Smart City Madani,
Walikota Pekanbaru Evaluasi Seluruh OPD

- Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf

- Beri Pengobatan Gratis,
Wabup Meranti dan Tim Dokter Spesialis Sambangi Rumah Pasien

- Batal Tampil di Kuansing,
Gubri Undang Penari SMPN 4 Kuantan Mudik ke Pekanbaru Isi Acara Malam Tahun Baru

- Diserahkan MenPAN RB,
Polresta Pekanbaru Dapat Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

- Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis Dimutasi
- 482 ASN Masuki Masa Pensiun Tahun Ini
- Rapat Forkopimda, Wakil Walikota Pekanbaru Bahas Lima Masalah "Hot"
- Badilum MA Resmikan PTSP PN Pekanbaru
- MUI Riau Taja Seminar Penyamaan Persepsi tentang Pemberdayaan Guru Agama


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.61.66
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com