Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 September 2018 22:37
Ditolak Masyarakat, Kirab Satu Negeri GP Ansor Batal di Depan Istana Siak

Sabtu, 22 September 2018 21:20
Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 22 September 2018 20:45
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

Sabtu, 22 September 2018 16:52
Golkar Klaim Siap Jadi Pemenang Pileg 2019 di Kuansing

Sabtu, 22 September 2018 16:32
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

Sabtu, 22 September 2018 16:23
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur ke-17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 16:16
Atasi Kecemasan Kades, JE Berhasil Carikan Solusi Pengelolaan Dana Desa

Sabtu, 22 September 2018 15:08
Keluhan PNS Kuansing,
Libur Tetap Kerja, tapi Tunjangan Tak Memadai


Sabtu, 22 September 2018 14:07
Kadis PUPR Pekanbaru Sebut Kesdaran Warga Masih Minim Lindungi Sungai

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 Oktober 2017 06:49
Musyawarah Batas Desa Sumpu dan Koto Kumbu di Kuansing Belum Capai Kesepakatan

Batas Desa Sumpu dan Koto Kumbu di Kuansing masih bermasalah. Perundingan yang digelar belum hasilkan titik temu.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Persoalan batas wilayah Desa Koto Kombu dengan Desa Sumpu, Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing masih belum menemukan titik terang. Pada pertemuan kedua pemerintahan desa itu di Kantor Camat Hulu Kuantan tadi malam, Rabu(4/10/17) terjadi silang pendapat.

Kedua belah pihak saling mengedepankan beragam argumen menurut sejarah yang dihimpun dari para tetua terdahulu. Musyawarah penentuan tapal batas desa tadi malam difasiltasi oleh MCa -Indonesia selaku pihak pelaksana kegiatan pemetaan tata batas desa.

Suasana rapat sempat tegang tadi malam, karena salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Sumpu, Rahmad merasa tidak setuju dengan batas batas wilayah desa yang diajukan oleh pemerintahan Desa Koto Kombu. Karena, Rahmat yang bergelar datuk Sumarajo itu merasa sempadan yang dibuat oleh Desa Koto Kombu dinilainya telah memasuki wilayah Desa Sumpu.

Awalnya, pihak MCa meminta utusan dari Koto Kombu menyebutkan batas batas wilayah dengan Desa Sumpu. Lalu, berdasarkan sejarah dan beberapa dokumen yang berhasil dikumpulkan, Kepala Desa Koto Kombu, Firdaus menyebutkan batas wilayah antara Desa Koto Kombu dimulai dari Sungai "Bayi" dan langsung berbatasan dengan Ulu Muaro Sungai Tarontang, Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi.

Pernyataan Firdaus itu diperkuat dengan argumen yang disampaikan oleh mantan Kades Desa Lubuk Ambacang, Suherman. Sebab, dulu sebelum Desa Koto Kombu dimekarkan menjadi sebuah desa, Suherman adalah Kades masa peralihan. Sehingga kesepakatan batas wilayah desa sebelum dimekarkan dulu, dirinya ikut terlibat langsung sebagai penentu.

"Dulu sudah ada kesepakatan, batas batas wilayahnya, ya seperti itu," ucap Suherman.

Lantas mendengar batas batas wilayah yang disebutkan oleh pihak Koto Kombu itu, tokoh masyarakat Sumpu, Rahmad tidak mau menerima. Karena Rahmad menilai batas yang disebutkan oleh pemerintahan Desa Koto Kombu tersebut melenceng jauh. Dan sudah masuk wilayah Desa Sumpu.

Sempat beberapa jam terjadi perdebatan sengit, akhirnya musyawarah dihentikan. Sehingga penentuan tapal batas wilayah kedua desa itu akan diselesaikan ketingkat kecamatan. Jika tingkat kecamatan tidak juga menyelesaikan sengketa tapal batas itu, maka penyelesaian sengketa akan diambil alih oleh Bupati Kuansing melalui Surat Keputusan Bupati Kuansing.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ditolak Masyarakat, Kirab Satu Negeri GP Ansor Batal di Depan Istana Siak
- Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar
- Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron
- Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks
- Keluhan PNS Kuansing,
Libur Tetap Kerja, tapi Tunjangan Tak Memadai

- Sengketa Informasi Publik,
Majelis KI Perintahkan Sekdako Dumai Berikan Informasi

- Bupati Kuansing Akui Anak Buahnya Banyak yang Tak Memahami Tupoksi
- Kunjungan PWNU ke LAM Riau Singgung GP Ansor
- Diikuti 3.000 Perserta, Festival Kue Bulan Digelar Warga Tionghoa Pekanbaru Besok
- Zikir Kebangsaan di Siak,
GMMK Bersama Elemen Masyarakat Riau Terus Pantau Ketua DPP GP Anshor

- Lantai Parkir Hotel Ambruk, Truk Ekspedisi Nyaris 'Terjun' ke Laut di Bengkalis
- Bupati Inhil Jenguk Indra Muchlis Adnan Di RSUD Puri Husada Tembilahan
- Basarnas Pekanbaru Utus Tim Bertuah dalam Ajang Jambore Potensi SAR 2018
- Undang Ustadz Derry Sulaiman, Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Gema Muharram 1440 H
- RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK
- BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha
- Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung
- Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi
- Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif
- Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com