Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 8 Oktober 2017 16:39
Koto Kombu dan Sungai Alah di Kuansing Sepakati Sempadan Desa

Penyelesaian soal sempadan desa antara Koto Kombu dengan Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan berlangsung tanpa konflik. Kedua belah pihak sepakat melalui musyawarah.

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Sama halnya dengan penyelesaian batas Desa Koto Kombu dengan Mudik Ulo beberapa waktu lalu. Penyelesaian soal sempadan desa antara Koto Kombu dengan Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan tidak ada konflik.

Kedua desa sudah sepakat melalui musayawarah yang digelar tadi malam, Sabtu(7/10/17) di Posko PMaP di Desa Lubuk Ambacang. Kesepakatan itu memutuskan batas Desa Koto Kombu dengan Desa Mudik Ulo dimulai dari Pangkalan Bontuak menuju pematang Sungai Salingkawan.

Kesepakatan itu telah ditandatangani secara resmi oleh kedua kepala desa. Dan juga ketua tim masing masing pemetaan desa. Dan juga ditandatangani oleh masing masing Ketua BPD serta disaksikan oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat.

"Alhamduillah batas desa kami dengan Sungai Alah tak ada persoalan. Sudah sepakat," ujar Kades Koto Kombu, Firdaus kepada riauterkinicom, usai penandatangani kesepakatan tadi malam.

Sementara itu, batas desa Koto Kombu dengan Desa Mudik Ulo, sebelumnya juga telah disepakati dengan cara musyawarah. Kesepakatan batas desa berada di Bukit Sungai Onau hingga sungai "Bayi. Sedangkan batas desa dengan Lubuk Ambacang dan Sampurago, Koto Kombu berbatasan sungai Kuantan.

Namun, kesepakatan batas desa antara Sumpu dengan Koto Kombu hingga berita ini diturunkan belum menemui titik terang. Kedua belah pihak belum ada mencapai kesepakatan. Sehingga penyelesaian sengketa tapal batas wilayah akan berlanjut ke langkah selanjutnya.

Dulu Kenagarian.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, sebelum menjadi desa, Koto Kombu merupakan pusat pemerintahan kenagarian pada zaman kolonial belanda. Nama kenagarian itu yakni Kenagarian IV Koto Lubuk Ambacang. Pusat perdagangan juga berada di wilayah ini. Tepatnya di Dusun II Kombu yang sekarang.

Lalu, karena pasar itu sering dihantam banjir, pasar itu dipindahkan oleh kolonial belanda ke pasar Lubuk Ambacang yang sekarang ini. Perpindahan ini terjadi pada tahun 1936. Dengan berpindahnya pusat perdagangan, belanda juga memindahkan pusat pemerintahan ke Lubuk Ambacang.

Wali kenagarian yang pertama waktu itu dijabat oleh Alimadina yang merupakan warga setempat. Alimadina ini juga pernah menjabat sebagai camat dizaman PRRI Semesta.

Selanjutnya tongkat kepemimpinan kewalinagarian dipindahkan ke pejabat lainnya. Ada beberapa orang warga setempat yang pernah menjabat sebagai kepala walinagari diantaranya, Wali Timbang, Wali Abdullah E Lunak dan terakhir Wali suherman.

Lalu, pada tahun 1976 pemerintahan kewlinagarian berubah menjadi pemerintahan desa. Sehingga kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang tadi dipecah menjadi beberapa desa. Diantaranya, Desa Lubuk Ambacang, Desa Koto Kombu, Desa Sungai Alah, Desa Sungai Pinang, Desa Mudik Ulo, Inuman, Desa Tanjung Medang, Desa Sumpu dan Desa Tanjung. Dan Suherman ini merupakan Kades terakhir menjabat dimasa peralihan sebelum Kenegerian itu dipecah pecah menjadi sebuah desa.***(dri)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru
- Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau
- Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB
- Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional
- RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti
- 5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau
- Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.203.224
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com