Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 11 Oktober 2017 19:10
MKA LAM Pekanbaru Sebut Musdalub I Besok Tidak Sesuai AD/ART

Musdalub I LAM Kota Pekanbaru yang dijadwalkan Kamis besok dinilai ilegal. Pasalnya, musyawarah yang diadakan oleh tingkat provinsi bertentangan dengan AD/ART.

Riauterkini-PEKANBARU- Pelaksanaan Musdalub I LAM Kota Pekanbaru yang dilaksanakan oleh LAM Riau di Gedung LAM Riau untuk memilih pengurus baru LAM Kota Pekanbaru, Kamis besok dianggap sebagai sebuah hal yang ilegal atau tidak sesuai AD/ART LAM.

"Dalam AD/ART LAM, setiap persoalan diselesaikan oleh LAM bersangkutan. Misalnya, LAM Kota diselesaikan oleh kota, bukan provinsi, apalagi LAM kabupaten/kota punya hak otonom, mengurus dan mengatur rumah tangganya masing-masing," kata DR H Nurhasyim, SH, MH, Ketua Umum MKA LAM Kota Pekanbaru dalam Jumpa Pers, Rabu (11/10/17).

Ia pun mengkritisi sikap LAM Riau yang melaksanakan rapat pleno menunjuk Yose Saputra sebagai Plt Ketua DPH LAM Kota Pekanbaru, beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, rapat pleno tersebut juga tidak sesuai AD/ART LAM.

"Dalam Pasal 9 AD/ART menjelaskan, dalam hal mencari pengganti antar waktu kepengurusan, maka akan dilakukan rapat pleno lengkap, yang terdiri dari pengurus, MKA. Dalam hal rapat pleno provinsi itu, kami sama sekali tidak dilibatkan atau diundang," ungkapnya.

Lebih lanjut ia bersama dengan pengurus LAM Kota Pekanbaru yang lain tidak akan hadir dalam Musdalub I. Baginya, ia dengan yang lain tetap berpedoman kepada AD/ART LAM yang disahkan dalam Mubes LAM, beberapa waktu yang lalu.

"Kalau mereka melakukan apapun, kami tidak akan ikut termasuk Musdalub, itu di luar kewenangan kami, silahkan mereka melakukan apapun, kami tidak akan ikut," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Syahrizal, Sekretaris Umum MKA LAM Kota Pekanbaru. Dalam hal mengisi kekosongan kepengurusan, semestinya LAM Riau berkoordinasi dengan MKA LAM Kota Pekanbaru.

"Surat pengunduran diri Pak Destrayani Bibra dan Afrizal Usman selaku Ketua Umum DPH dan Sekretaris Umum DPH baru kami terima 27 September lalu. Mereka mengundurkan diri karena rangkap jabatan, juga menjadi pengurus LAM provinsi," terangnya.

Untuk selanjutnya, pihaknya tetap akan memproses surat pengunduran diri tersebut sekaligus akan melaksanakan rapat pleno lengkap memilih pengganti antar waktu yang ditinggalkan oleh Destrayani Bibra dan Afrizal Usman.

"Jika memungkinkan akan dilakukan pemilihan defenitif, kita lihatlah nanti seperti apa perkembangannya. Yang jelas, rapat pleno lengkap akan kita lakukan, karena kita berjalan sesuai dengan AD/ART LAM," tegasnya.

Ia pun tidak akan khawatir jika nantinya terjadi dualisme kepemimpinan di LAM Kota Pekanbaru. Ia tetap yakin jika apa yang dilakukannya, sudah berdasarkan kepada aturan yang ada.

Sementara itu, Hj Nuraini, salah seorang Wakil Ketua DPH LAM Kota Pekanbaru sangat menyayangkan dengan adanya Musdalub I tersebut. Anggota DPRD Riau ini menegaskan tidak akan hadir dalam Musdalub I yang dimaksud.

"Saya memang dapat undangan, tapi undangan tersebut bukan atas nama saya sebagai pengurus LAM kota, tapi sebagai anggota dewan Dapil Kota Pekanbaru," ujar politisi Golkar ini.

Sikap yang sama juga disampaikan Yusfar, Ketua Ikatan Putra Pekanbaru. Menurutnya, persolan ini mesti diselesaikan segera, apalagi ini baru pertama kali yang ada di LAM Kota Pekanbaru.

"Ada baiknya persolan ini diselesaikan dengan duduk satu meja. Kami memang tidak masuk struktur LAM, tapi kami punya hak suara dalam menentukan pengurus LAM," terangnya.

Hadir dalam Jumpa Pers tersebut, Okto Arianto, Wakil Sekretaris I DPH LAM Kota Pekanbaru, Epan, Ketua Bidang Organisasi DPH LAM Kota Pekanbaru. ***(ary)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB
- Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional
- RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti
- 5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau
- Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional
- Pemred Riauterkini.com Terpilih Pimpin AMSI Wilayah Riau
- Waka DPRD Riau Bantu Murid Nunggak SPP dan Dikeluarkan Sekolah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.150.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com