Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Oktober 2017 13:56
Pemprov Riau dan Bank Riau Kepri Teken MoU Implementasi Transaksi Non Tunai

Kamis, 19 Oktober 2017 13:44
Pelajar Utusan 15 Lembaga Pendidikan di Bengkalis Ikuti Pelatihan Kader Sadar Pemilu

Kamis, 19 Oktober 2017 11:02
Jaksa Kirim Dua lagi Tersangka Korupsi Lampu PJR Pekanbaru ke Rutan Sialang Bungkuk

Kamis, 19 Oktober 2017 09:02
Berdedikasi dan Loyal, Anggota Satlantas Polres Bengkalis Raih Penghargaan

Kamis, 19 Oktober 2017 07:47
Porprov Riau IX di Kampar, Bengkalis Gembleng Empat Pembalap Motor

Kamis, 19 Oktober 2017 07:43
Masyarakat Berharap Calon Sekda Kuansing dari Kalangan Pejabat Berprestasi

Kamis, 19 Oktober 2017 07:38
Sumbang Rp35 Juta, Gubri Hadiri Haul Masyaikh dan Tabligh Akbar Warga NU di Kuansing

Kamis, 19 Oktober 2017 07:26
Siap Bersaing dengan 3 Kandidat, Wabup Kuansing Siap Sumbang Kantor jika Dipercaya Pimpin PDIP

Kamis, 19 Oktober 2017 07:15
Temu Ramah dengan Wartawan, Kapolda Riau Siap Menerima Kritik

Rabu, 18 Oktober 2017 23:49
Polisi Tahan 3 Tersangka UPT Terminal Barang Dishub Dumai Rp3,9 M

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 13 Oktober 2017 19:48
Formulir Pendaftaran Penduduk Viral, Kemendagri Sebut Itu Bohong

Dirjen Dukcapil Kemendagri tegaskan foto Formulir Pelaporan Kelahiran yang beredar di Medsos adalah bohong. Formulir tersebut sudah tidak berlaku.

Riauterkini-JAKARTA- Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan foto Formulir Pelaporan Kelahiran yang beredar viral belakangan ini di media sosial adalah tidak benar alias hoax atau kabar bohong.

Dalam berita hoax tersebut, terlampir Formulir Pelaporan Kelahiran yang berlaku sebelum tahun 2006. Dalam kolom formulir, ada beberapa pilihan keturunan, yakni 1) Eropa, 2) Cina/Timur Asing Lainnya, 3) Pribumi Nasrani, 4) Pribumi Non Nasrani, dan 5) Lainnya.

"Formulir tersebut sudah tidak berlaku lagi semenjak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan" kata Zudan di Jakarta, Jumat (13/10/17).

Undang-Undang ini pun terakhir sudah dilakukan perubahan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013. Akan tetapi, menurut Zudan, formulir hoax tersebut terlanjur “digoreng” dengan komentar-komentar yang sadis terutama dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana atau memang tidak punya pemahaman tentang administrasi kependudukan.

"Saat ini pengaturan pendaftaran penduduk telah diatur melalui Permendagri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil," jelasnya.

Dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2010 tersebut lanjut Zudan, Formulir F-2.01 sudah tidak mencantumkan penggolongan penduduk sebagaimana formulir di atas. Sekarang, katanya, penduduk hanya dibedakan atas WNI dan Orang Asing (WNA).

"Sesuai Permendagri Nomor 19 Tahun 2010, pelaporan kelahiran di mana dalam data Ayah dan Ibu hanya ada elemen data kewarganegaraan WNI/WNA. Dan sudah tidak ada penggolongan penduduk," tegasnya.***(jor)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Masyarakat Berharap Calon Sekda Kuansing dari Kalangan Pejabat Berprestasi
- Sumbang Rp35 Juta, Gubri Hadiri Haul Masyaikh dan Tabligh Akbar Warga NU di Kuansing
- Tokoh Melayu Ini Minta Pemerintah Pekanbaru Perhatikan LAM
- ‎Perbatasan Riau-Sumut Kembali Rusuh,
Dua Petani Rohul Mengalami Luka-luka

- Lanud Rsn Gelar Karya Bakti di Panti Asuhan Baiturrahmah Kampar
- Bersumber dari DD,
Melihat dari Dekat Panen Raya Ikan Patin di Desa Terbangiang, Pelalawan

- 32.964 Bikers Honda Bersatu di HBD 2017


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.131.189
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com