Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Oktober 2017 17:26
Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru

Ahad, 22 Oktober 2017 17:11
Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau

Ahad, 22 Oktober 2017 17:03
Peserta Seminar Edukasi Uang Digital Bitconnect Coin Membludak

Ahad, 22 Oktober 2017 16:15
Hari Santri Nasional,
Bank Indonesia Gelar Sarasehan Pesantren se-Riau


Ahad, 22 Oktober 2017 15:28
Ulama Asal Bengkalis,
Nama Tuan Guru Ahmad Diabadikan sebagai Nama Perpustakaan


Ahad, 22 Oktober 2017 15:22
Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB

Ahad, 22 Oktober 2017 14:20
Meja Belajar dan Plafon Rusak, SDN 056 Bengkalis Harus Segera Diperbaiki

Ahad, 22 Oktober 2017 10:11
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan 35 Hektar di Rangsang, Meranti

Ahad, 22 Oktober 2017 10:07
Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 13 Oktober 2017 20:44
Tak Hadiri Panggilan Polisi, Oknum Anggota DPRD Siak Terancam Dijemput Paksa

Seorang oknum anggota DPRD Siak terancam dijemput paksa karena dua kali dipanggil sebagai tersangka oleh pihak Polda, yang bersangkutan mangkir.

Riauterkini-PEKANBARU-Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Siak berinisial Is (50) terancam dijemput paksa pihak Polda Riau. Karena dua kali pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai tersangka tindak pidana menyerang kehormatan atau nama baik seseorang (penghinaan) yang bersangkutan mangkir.

“Yang berasangkutan (Is, Red) sudah dua kali dilakukan pemanggilan, namun tak pernah hadir. Penyidik akan melayangkan surat untuk pemanggilan ketiga,” kata Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM kepada riauterkinicom, Jumat (13/10/17).

Jika pada panggilan berikutnya tetap tidak hadir, katanya lagi, polisi akan melakukan upaya paksa dengan menjemput tersangka yang dinilai tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum.

“Ya, jika tidak kooperatif akan dilakukan penahanan untuk mempermudah proses penyidikan,” tukas Guntur lagi.

Tersangka Is yang dikonfirmasi riauterkinicom melalui telepon selulernya di nomor 0812-1286-**** tidak menjawab. Begitu pun pesan SMS dan WA yang dikirim juga tidak direspon.

Seperti diberitakan sebelumnya, Is anggota DPRD Siak dari Partai Hanura ini dilaporkan salah seorang PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Hasanuddin Tse. Hasanuddin Tse melaporkan dugaan penghinaan terhadap dirinya oleh Ismail, saat aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan besutan Eka Cipta yang terletak di Kabupaten Siak, Rabu (26/4/17) pagi lalu.

Dalam aksi itu, Is sempat melontarkan kata kata yang "menyerang" kehormatan Hasanuddin dengan teriakan; "Hasanuddin Kucing Kurap".

Laporan Hasanuddin ini ditindaklanjuti oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Lalu pihak Ditreskrimum Polda pun pun menetapkan Is sebagai tersangka melanggar pasal 310 jo pasal 315 KUHPidana.***(son)



loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Fikri Wahyudi Hamdani Pimpin Ketua IKA SMA Negeri 10 Pekanbaru
- Sukses Konsolidasi, Keanggotaan dan Program, MPC PP Bengkalis Juara III Riau
- Disdalduk KB Pekanbaru Fokus Bina 12 Kampung KB
- Sekdaprov Lepas Kontingen Kwarda Riau ke Lomba Nasional
- RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti
- 5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau
- Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.203.224
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com