Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Nopember 2017 19:49
Bupati Kuanisng Ingatkan OPD Wajib Jaga Arsip

Rabu, 22 Nopember 2017 18:45
Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru

Rabu, 22 Nopember 2017 18:38
Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara

Rabu, 22 Nopember 2017 17:57
Galeri Foto Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Memonitoring Pilkades Serentak

Rabu, 22 Nopember 2017 17:20
Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru

Rabu, 22 Nopember 2017 17:14
Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati

Rabu, 22 Nopember 2017 17:10
Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima

Rabu, 22 Nopember 2017 17:01
Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara

Rabu, 22 Nopember 2017 16:20
Perusahaan Wajib Laksanakan,
UMK 2018 Sudah Diteken Gubri


Rabu, 22 Nopember 2017 16:13
Syamsuar Optimis Dapatkan Dukungan Partai di Pilgubri 2018

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 17 Oktober 2017 11:41
RSUD Arifin Achmad Bantah Abaikan Pasien Kanker Payudara asal Bengkalis

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menepis tudingan mengabaikan pasien kanker payudara asal Bengkalis. Pasien tersebut sudah ditangani dan akan terus diupayakan penanganan medis terhadapnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Direktur RSUD Arifin Achmad dr Nuzelly Husnedi menyatakan pihaknya selalu berikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien dengan baik tanpa pandang bulu.

Begitu pula dengan pasien Soinah, warga Bengkalis yang menderita kanker dan saat ini sedang mendapat perawatan jalan untuk penegakan diagnosis dan rencana pengobatannya.

Menurut Nuzelly, ia secara pribadi sudah beberapa kali ketemu dengan pasien ini sejak selesai biopsi. Terakhir, kemarin, Minggu, (15/10/2017) sebelum Zuhur, ia kembali bertemu langsung dengan pasien Soinah. Pada kesempatan tersebut hadir pula teman teman LSM yang membuat video curahan hati anak Soinah terkait penyakit yang dialami ibunya.

"Pada kesempatan ini saya ingin sampaikan mari kita berkoordinasi dan bersinergi secara konstruktif dengan mengutamakan kepentingan penyembuhan pasien sesuai kapasitas kita masing masing," ujarnya.

Pihak pihak yang ingin membantu kesembuhan pasien Soinah, lanjut Nuzelly bisa langsung berkomunikasi dengan pihak RSUD Arifin Achmad atau dirinya tentang apa dan bagaimana penanganan penyakit tersebut. Sehingga terhindar dari menyebarkan informasi yang bisa berpotensi mispersepsi di tengah masyarakat.

Menurut Nuzelly, pasien Soinah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk konsultasi dan pemeriksaan beberapa dokter spesialis. Hari Senin, (16/10/2017) ini Soinah dikonsulkan atau diperiksa oleh dokter ahli jantung untuk selanjutnya direncanakan Kemoterapi.

Menurut info dari dokter penanggung jawab pelayanan pasien Soinah yaitu DR.Dr. Effif Syofra Tripiadi,SpB(K)Onk, Senin siang tadi pasien sudah selesai pemeriksaan dan sudah diberikan resep obat yang akan dipersiapkan untuk pelaksanaan kemoterapi. Selanjutnya segera dijadwalkan di ruang Rawat Bedah untuk kemoterapi.

Jika responnya baik baru dipersiapkan untuk operasi. Lebih lanjut dikatakan bahwa terhadap pasien yang terdiagnosa penyakit kanker, dokter merencanakan rangkaian pengobatan secara komprehensif sesuai jenis dan stadium penyakitnya. Misalnya perlu operasi, kemoterapi, radioterapi, paliatif terapi, psikoterapi, dan biasanya gabungan beberapa terapi tersebut.

Penegakan diagnosa penyakit kanker dan pemberian tindakan termasuk obat obatan kanker atau kemoterapi memang memerlukan pemeriksaan yang agak panjang dan lengkap. Hal ini terkait meminimalisir berbagai risiko penyakit tersebut.

Sebagai pengetahuan bersama, lanjut Nuzelly, pasien kanker umumnya dirawat inap karena akan menjalani operasi atau keadaan umumnya yang jelek (total care). Penderita kanker yang memerlukan Kemoterapi/Radioterapi, biasanya daya tahan tubuhnya jg menurun.

Pada keadaan umum pasien yang relatif masih baik maka diutamakan perawatannya di luar rumah sakit (rawat jalan). Hal ini antara lain untuk menghindari infeksi dari kuman kuman yang berasal dari rumah sakit yang umumnya lebih berbahaya.

Sebagai tambahan dapat diinformasikan bahwa saat ini Pelayanan Kanker Terpadu merupakan salah satu Layanan Unggulan dalam pengembangan RSUD Arifi Achmad sebagai rumah sakit pusat Rujukan Provinsi Riau.

"Kita sudah mempunyai berbagai sarana pendukung yang hampir lengkap. Dampaknya adalah akhir2 ini pasien kanker yg berobat di RSUD AA makin meningkat," ujarnya.

Di sisi lain jumlah dokter Konsultan yang masih terbatas maka muncul Bottle Neck Phenomena yg berakibat adanya antrian (mirip kejadian di RS Pusat Kanker Dharmais Jakarta). Hal ini yang perlu dikelola dengan baik dan berkesinambungan untuk mengurai agar pelayanan bisa berjalan optimal.

Pelayanan Kanker Terpadu yang baik itu tambah Nuzelly memerlukan dukungan masyarakat dan stakeholders yang dikenal dengan Komunitas Peduli Kanker. Komunitas ini yang biasanya penuh perhatian dan keikhlasan mencari solusi persoalan diluar medik seperti menjaga asupan gizi, penanganan masalah psikososial dan sebagainya. Bahkan pasien yang berasal dari luar kota malah memerlukan Rumah Singgah sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien dari luar kota yang menjalani penanganan kanker, misalnya Radioterapi yang membutuhkan waktu lima minggu dengan cara Rawat Jalan (One Day Care).

"Untuk itulah saya mengajak teman teman LSM termasuk yang mengurus bu Soinah untuk bekerja sama dalam merawat pasien kanker secara serius, apabila perlu dibuat kesepakatan dengan RSUD AA," ujarnya.

Termasuk lanjutnya pemberian pengetahuan/keterampilan kalau memang ingin serius bergerak sebagai salah satu Komunitas Peduli Kanker dalam rangka mendukung Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu di RSUD AA ke depan.***(rls/mok)



Berita Sosial lainnya..........
- Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul
- Kapolres Inhil Pesankan HMCI Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan Raya
- Layani Masyarakat Pelosok, Bengkaiis Harus Miliki Mobil Samsat Keliling
- Pemko Segera Lakukan Lelang Jabatan Bulan Ini
- HUT PGRI ke-72, Gubernur Riau Minta Guru tak Terlibat Politik
- Rumdis Kepala Seksi Pidum Kejari Bengkalis Diteror Ayam Hitam Bertabur Kembang
- Disbud Riau Taja Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu Gelombang Dua
- Ribuan Travel Ilegal Menjamur di Pekanbaru
- Sukses Kembangkan PAUD, Bupati Inhil Terima Penghargaan Tingkat Nasional
- Bupati dan Forkopimda Kampar Tuntaskan Sengketa Ciliandra-Masyarakat
- Kadis Kebudayaan Sebut Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18
- Sebulan Buron, Seorang Maling Motor di Pekanbaru Akhirnya Terciduk
- Ratusan Warga Desa Sako, Kuansing Teken Tidak Percaya Kineja Kades
- Kafilah Pelalawan Bidik Posisi Lima Besar di MTQ Riau 2017
- Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017,
BI : Peran Penting Media dalam Komunikasi Bank Indonesia

- Isi Tiga Jabatan Kosong, Gubri Bersiap Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV
- Pelalawan Kerahkan 500 Peserta Untuk Pawai Ta'aruf MTQ Riau di Dumai
- Tolong Korban Kecelakaan Tunggal, Anggota DPRD Riau Rela Berlumur Darah
- MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat
- Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com