Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Mei 2018 23:00
Usulkan 248 Kouta CPNS,
Bupati dan BKD Meranti bertemu Langsung dengan Menpan-RB


Rabu, 23 Mei 2018 22:48
TPPU Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis, Mantan Bupati Terancam Jadi Tersangka

Rabu, 23 Mei 2018 22:43
Rampok Toke 2 Kg Emas di Langgam, Salah Seorang Pelaku Hanya Kebagian Rp3 Juta

Rabu, 23 Mei 2018 22:30
Legislator Yulianti Buka Bersama dengan FWL DPRD Riau

Rabu, 23 Mei 2018 20:58
Tolak HGU PT TSUM,
Gemmpar Berencana Audiensi dengan Bupati dan Pimpinan DPRD Pelalawan


Rabu, 23 Mei 2018 20:53
Cagubri Lukman Edy: Bibit Radikalisme Tumbuh karena Adanya Pembiaraan

Rabu, 23 Mei 2018 19:33
Safari ke Bengkalis,
Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Aktifkan Siskamling untuk Cegah Teroris


Rabu, 23 Mei 2018 19:28
Buka Akses Jalan Lintas Bono Teluk Meranti,
Warga: Dihati Kami Cuma Andi Rachman Jadi Pilihan


Rabu, 23 Mei 2018 19:22
Ini Program Kesehatan Unggul yang Ditawarkan DR.Firdaus-Rusli Effendi

Rabu, 23 Mei 2018 19:13
Peningkatan Jalan Penghubung Tiga Desa,
Kadis PU Tarukim Siak Minta PT Musi Mas Komit Laksanakan MoU


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Nopember 2017 20:19
Kadis Kebudayaan Sebut Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18

Kadis Kebudayaan Riau ungkap Negeri Lancang Kuning memiliki kekayaan budaya yang banyak. Seperti Batik khas Riau yang telah ada sejak abat 18.

Riauterkini - PEKANBARU - Selama ini batik identik dengan Jawa. Berbagai corak, motif hingga berbagai paduan warna dihasilkan dari pembatik yang tersebar dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Namun menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zein, pase batik yang ada di Riau ini hampir sama masanya. Batik Riau sudah lama ada. Hanya yang membedakan, jika batik Jawa dengan tulis atau canting, sementara Riau dikenal dengan batik cap.

"Fase batik antara Jawa dan Riau sebenarnya hampir sama. Hanya selama ini batik memang identik dengan Jawa. Padahal tidak. Ini perlu pemahaman. Hanya saja, batik Jawa motifnya dengan tulis, sementara Riau dengan batik cap," kata Yoserizal, Senin (20/11/17).

Batik Riau sudah ada sejak abad ke 18 lalu atau sejak jaman kerajaan Melayu Daik Lingga antara 1824-1911. Berbeda dengan proses pembuatan batik di Pulau Jawa, pada saat itu, proses pembatikan tidak menggunakan lilin sebagai pembatas warna.

Pada saat itu, kerajinan batik Riau hanya lebih dikenal dikalangan bangsawan istana dalam bentuk kerajinan batik cap. Capnya itu sendiri terbuat dari perunggu yang berisi motoif-motif khas Riau.

"Jadi sebenarnya batik Riau ini sebenarnya bukan hal baru," ujar mantan Karo Humas dan Kepala BPAD Riau ini.

Selain itu menurut Yoserizal lagi, Riau juga memiliki kekayaan dari hasil tenunan. Bahkan Pemerintah Pusat sudah mengakuinya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), khususnya tenun Siak.

Selain itu, masih ada tenunan Indragiri dan berbagai daerah lainnya. Hanya saja, kerajinan tenun di Riau yang ada diberbagai daerah tersebut belum tersusun dengan baik.

"Kita juga berharap selain tenun Siak yang sudah diakui tersebut, tenun dari daerah lainnya bisa kita angkat juga. Ini kekayaan kita yang harus kita bangkit lagi," ujar Yoserizal.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Usulkan 248 Kouta CPNS,
Bupati dan BKD Meranti bertemu Langsung dengan Menpan-RB

- Legislator Yulianti Buka Bersama dengan FWL DPRD Riau
- RAPP Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Warga di Pelalawan
- Baru 40 Desa di Pelalawan Meminta Pendampingan TP4D Kejaksaan
- Komunikasi Bersama Menag, Moeldoko Respon Positip Keinginan Riau Jadi Embarkasi Haji Antara
- Berbekal Besi Gerigi, Belasan Anak SD di Bengkalis Diduga Akan Tawuran
- Beroperasi di Bulan Ramadhan, Satpol PP Pekanbaru Bakal Tindak Tegas Tempat Hiburan Bandel
- Kadiskes Pekanbaru : Masyarakat Mesti Pintar Cari Takjil
- Selama Ramadhan, Pelayanan di RSUD Duri Tetap Normal
- Kakanwil Kemenkumham Riau Safari Ramadhan perdana ke UPT Se Kota Pekanbaru
- Plt Gubri Langsung Urus Mulok ke Mendikbud
- Serahkan Bantuan Rp 5,250 M, Grup APRIL Dukung Tim Indonesia di Asian Gemas 2018
- Miliki Motivasi Kuat Bantu Keluarga, Warga Pelalawan ini Ikuti Program Pelatihan Mekanik
- Tertibkan 'Pengaku' Miskin, Dinsos Bengkalis Diterjunkan 280 Petugas Verifikasi Data
- Melalui Seminar, Prodi Manajemen dan Akuntasi UPP Gali Potensi UMKM di Kabupaten Rohul
- Masyarakat Butuh Rehabilitasi Narkoba Dipersilahkan ke RSJ Tampan
- DLHK Pekanbaru Keluhkan Kebiasaan Masyarakat
- Tingkat Kehadiran PNS Pemko Pekanbaru
- Gepeng Menjamur, Plt Wako Pekanbaru Intruksikan Razia
- Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Hapus Anggaran Jamkesda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com