Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Desember 2017 20:02
Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba,
DPRD Riau Hearig Bersama Pengelolah Hiburan Malam di Pekanbaru


Rabu, 13 Desember 2017 19:39
Kelola Cagar Alam Bukit Bungkuk, BBKSDA Riau Gelar Konsultasi Publik

Rabu, 13 Desember 2017 19:29
Mayat Mengapung di Pantai Mentayan, Bengkalis Gegerkan Warga

Rabu, 13 Desember 2017 19:13
Ketua DPRD Inhu Bantah RAPBD 2018 Tidak Dibahas

Rabu, 13 Desember 2017 18:43
Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis


Rabu, 13 Desember 2017 17:46
Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan


Rabu, 13 Desember 2017 17:22
Honda Arista Pekanbaru Raih 3 Kategori Juara di Ajang 3S+BP+CCO Contest 2017

Rabu, 13 Desember 2017 17:18
Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 17:07
Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi

Rabu, 13 Desember 2017 17:05
2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Berawal dari iseng dan mencoba-coba, seorang warga Rohul berhasil menyilangkan dua jenis tanaman salak. Salak Pusaka, nama tanaman yang dihasilkan dengan daging buah tebal dan manis.

Riauterkini - PASIRPENGARAIAN - Musiran awalnya tak menyangka bisa seberhasil ini dapat menyekolahkan anaknya dibangku kuliah hingga S2. Dengan memulai usaha mengelola kebunnya, Musiran mengaku awalnya hanya iseng saja.

Yakni dengan mengawinkan salak Padang Sidempuan dengan bibit salak gading Bojonegoro. Waktu itu, menurutnya, lahan yang dimilikinya sebagai seorang tranmigrasi dari tanah Jawa masih berupa perkebunan jenis lainnya.

Namun karena dianggap berhasil, hasil perkawinan antara tanaman salak Padang Sidempuan dan bibit salak gading Bojonegoro ini menghasilkan bibit salak manis dianggap sebagai harapan baru. Karena selain bisa diterima lidah, isi buah salak yang dihasilkan dari perkawinan silang ini pun lebih tebal.

Musiran mengaku sudah 22 tahun berkebun sambil terus mengembangkan bibit salak yang disebutnya sebagai belasteran tersebut. Sementara kebun salaknya berjejer tanaman salak yang sudah siap dipanen.

"Alhamdulillah anak saya ada lima. Diantaranya ada S1 ada juga S2," kata Musiran, Selasa (21/11/17).

Musiran mengaku semakin bersemangat karena salak belasterannya rupanya juga disambut baik oleh warga sekitar. Sehingga, jadilah perkebunan salak di atas 2,3 hektar miliknya tersebut.

Musiran mengaku berkat keberhasillannya mengembangkan bibit salak yang manis tersebut, dia dapat menyekolahkan dua diantara lima anaknya dijenjang S1 dan S2. Sementara yang paling bontot, masih duduk dibangku SMA.

"Syukurlah, memang ekonomi baik karena kebin salak ini, dua anak saya bisa kuliah hingga S1 dan S2," ujar Musiran lagi.

Namun berbeda dengan dua anak pertamanya, ketika dirinya masih merintis usaha kebun ini, dia hanya bisa menyekolahkan anaknya dijejang SMA saja. Itu pun karena kesabaran dan semengat anaknya yang memang ingin belajar dibangku sekolah.

"Waktu anak pertama, kedua cuma SMA. Waktu itu, ekonomi masih biasa. Sekarang alhamdulillah," ungkap Musiran.

Karena keberhasilannya mencangkokan dua bibit sawit tersebut, juga 'tercium' juga oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Apalagi tanaman buah salaknya banyak juga dijual dipasaran, melalui tengkulak yang datang mengambil di kebunnya setiap masa panen.

"Biasa tengkulak yang datang mengambil," ungkap Musiran. Belakangan, Pemkab Rohul pun menamai salak belasteran Musiran dengan nama salak Pusaka. Disebut nama Pusaka, diambil dari slogan Rohul, yakni Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bahkan ikut memanen buah salak milik Musiran di desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir tersebut.

Dengan penuh antusias, orang nomor satu di Riau ini juga memberikan semangat kepada Musiran. Terlebih ketika, buah salak Pusaka dicoba Gubernur Riau sambil tersenyum, yang berarti rasanya enak.

"Buah salaknya enak pak," ujar Andi yang biasa disapa Andi Rachman.***(mok)



Berita Sosial lainnya..........
- Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf

- Beri Pengobatan Gratis,
Wabup Meranti dan Tim Dokter Spesialis Sambangi Rumah Pasien

- Batal Tampil di Kuansing,
Gubri Undang Penari SMPN 4 Kuantan Mudik ke Pekanbaru Isi Acara Malam Tahun Baru

- Diserahkan MenPAN RB,
Polresta Pekanbaru Dapat Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

- Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis Dimutasi
- 482 ASN Masuki Masa Pensiun Tahun Ini
- Rapat Forkopimda, Wakil Walikota Pekanbaru Bahas Lima Masalah "Hot"
- Badilum MA Resmikan PTSP PN Pekanbaru
- MUI Riau Taja Seminar Penyamaan Persepsi tentang Pemberdayaan Guru Agama
- Kapolres Inhil Pesankan Personelnya Lakukan Tugas dengan Humanis dan Tegas
- Batal Tampil Menari di Acara Gubri Puluhan Penari di Kuansing Kecewa dan Menangis
- Kapolres Pelalawan Minta Jajarannya Terapkan Keterbukaan Informasi
- 2019 Pemkab Kuansing Akan Bangun Perpustakaan Mewah
- Peringatan HBT Inhu Dipimpin Bupati Pelalawan
- Pajero Sport Family Riau Ikut Promosikan Brand Pariwisata dan Objek Wisata Rohul
- Pemkab Rohul Kembali Wajibkan Salat Berjamaah bagi ASN dan Tenaga Honorer di Masjid Agung
- Antisipasi Keterlambatan Lelang, DLHK Sudah Plot Anggaran 2 Bulan
- Kerjasama TIK dan E-Government,
Kominfotik Bengkalis Teken Kerjasama dengan Pemprov

- Program UEK di Duri Timur Dinilai 'Menjebak' Masyarakat dan Pengelola
- Dibantah Bupati Bengkalis Pasang Baleho Nuansa Politik di MTQ Riau di Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.113.250
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com