Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

Sabtu, 24 Pebruari 2018 14:58
Muhaimin Iskandar Wajibkan Seluruh Kader PKB Menangkan Paslon LeHa di Pilgubri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 13:59
Silaturrahmi ke Ponpes Nurul Huda al-Islami Pekanbaru,
Muhaimin Iskandar Didoakan Jadi Wapres RI 2019-2024


Sabtu, 24 Pebruari 2018 13:34
Pasangan AYO Kampanye Dialogis di Dumai

Sabtu, 24 Pebruari 2018 13:29
Teken Kontrak Politik di Inhil,
LE Siap Mundur Jika Dana Rp1 Miliar/Desa/Tahun Tak Terwujud


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Berawal dari iseng dan mencoba-coba, seorang warga Rohul berhasil menyilangkan dua jenis tanaman salak. Salak Pusaka, nama tanaman yang dihasilkan dengan daging buah tebal dan manis.

Riauterkini - PASIRPENGARAIAN - Musiran awalnya tak menyangka bisa seberhasil ini dapat menyekolahkan anaknya dibangku kuliah hingga S2. Dengan memulai usaha mengelola kebunnya, Musiran mengaku awalnya hanya iseng saja.

Yakni dengan mengawinkan salak Padang Sidempuan dengan bibit salak gading Bojonegoro. Waktu itu, menurutnya, lahan yang dimilikinya sebagai seorang tranmigrasi dari tanah Jawa masih berupa perkebunan jenis lainnya.

Namun karena dianggap berhasil, hasil perkawinan antara tanaman salak Padang Sidempuan dan bibit salak gading Bojonegoro ini menghasilkan bibit salak manis dianggap sebagai harapan baru. Karena selain bisa diterima lidah, isi buah salak yang dihasilkan dari perkawinan silang ini pun lebih tebal.

Musiran mengaku sudah 22 tahun berkebun sambil terus mengembangkan bibit salak yang disebutnya sebagai belasteran tersebut. Sementara kebun salaknya berjejer tanaman salak yang sudah siap dipanen.

"Alhamdulillah anak saya ada lima. Diantaranya ada S1 ada juga S2," kata Musiran, Selasa (21/11/17).

Musiran mengaku semakin bersemangat karena salak belasterannya rupanya juga disambut baik oleh warga sekitar. Sehingga, jadilah perkebunan salak di atas 2,3 hektar miliknya tersebut.

Musiran mengaku berkat keberhasillannya mengembangkan bibit salak yang manis tersebut, dia dapat menyekolahkan dua diantara lima anaknya dijenjang S1 dan S2. Sementara yang paling bontot, masih duduk dibangku SMA.

"Syukurlah, memang ekonomi baik karena kebin salak ini, dua anak saya bisa kuliah hingga S1 dan S2," ujar Musiran lagi.

Namun berbeda dengan dua anak pertamanya, ketika dirinya masih merintis usaha kebun ini, dia hanya bisa menyekolahkan anaknya dijejang SMA saja. Itu pun karena kesabaran dan semengat anaknya yang memang ingin belajar dibangku sekolah.

"Waktu anak pertama, kedua cuma SMA. Waktu itu, ekonomi masih biasa. Sekarang alhamdulillah," ungkap Musiran.

Karena keberhasilannya mencangkokan dua bibit sawit tersebut, juga 'tercium' juga oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Apalagi tanaman buah salaknya banyak juga dijual dipasaran, melalui tengkulak yang datang mengambil di kebunnya setiap masa panen.

"Biasa tengkulak yang datang mengambil," ungkap Musiran. Belakangan, Pemkab Rohul pun menamai salak belasteran Musiran dengan nama salak Pusaka. Disebut nama Pusaka, diambil dari slogan Rohul, yakni Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bahkan ikut memanen buah salak milik Musiran di desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir tersebut.

Dengan penuh antusias, orang nomor satu di Riau ini juga memberikan semangat kepada Musiran. Terlebih ketika, buah salak Pusaka dicoba Gubernur Riau sambil tersenyum, yang berarti rasanya enak.

"Buah salaknya enak pak," ujar Andi yang biasa disapa Andi Rachman.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR
- Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM
- HUT Pemasyarakatan 54, Napi Rutan Rengat Bersihkan Tugu Patin Inhu
- Cegah Karlahut, Musim Mas Bantu Alat Berat untuk Warga Buka Lahan
- YKAKI Laporkan Ada 30 Anak Menderita Kanker di Kampar
- Festival Mahligai 2018 di Danau PLTA Koto Panjang Digekar Besok
- Kapolres Laporkan Tingginya Kasus Narkoba di Kampar
- Rumah Terbakar dan Hidup Sendiri,
Warga Bengkalis Ini Perlu Bantuan Material Rumah

-
- Terbukti Lakukan Pungli, Dua Personel Satpol PP Pekanbaru Dipecat
- DPPPA Gelar Pelatihan Layanan Ramah Anak di Puskesmas dan Rumah Sakit
- Diminta Profesional dan Amanah, 149 Advokat Peradi Pekanbaru Dilantik
- Silaturahmi dengan Tokoh Adat,
Kapolres Kampar Sambangi Sekretariat Lembaga Adat Setempat

- Kantongin Izin IUMK, IZI Cabang Riau Taja Pelatihan Budidaya Ikan di Tenayan
- Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap
- Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli
- Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah
- BEM se Indonesia demo di DPRD Riau,
Arus Lalu Lintas Jalan Sudirman Pekanbaru Dialihkan ke Mekar Sari

- TNI-Polri dan Warga Rambah Hilir Bersihkan Pemakaman Raja-raja Rambah
- Tuan Rumah MTQ Pekanbaru,
Marpoyan Damai Siap Berikan yang Terbaik



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.30.26
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com