Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Juni 2018 09:12
11 Pistol dan Ratusan Peluru Aktif Ditemukan di Dasar Muara Parit Belanda Pekanbaru

Senin, 25 Juni 2018 08:33
Hujan Angin Tumbangkan Tenda Launching Mulok Budaya Melayu di Kantor Gubri

Ahad, 24 Juni 2018 21:57
‎Komisioner KPU Rohul Sisir APK di Kecamatan, Pasirpangaraian Dipastikan Sudah Bersih

Ahad, 24 Juni 2018 21:41
Jangan Golput, Apkasindo Riau Minta Petani Sawit Salurkan Hak Politiknya

Ahad, 24 Juni 2018 21:18
Sekubik Pasir Pulau Rupat Dijual Rp250 Ribu di Pulau Bengkalis

Ahad, 24 Juni 2018 21:16
Masa Tenang, Panwaslu di Kampar Lakukan Patroli Pengawasan

Ahad, 24 Juni 2018 20:54
Biaya Perawatan Korban Ditanggung,
Ini Penyebab Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh Versi Pengelola


Ahad, 24 Juni 2018 20:49
Bupati Rohul Sebut Pemekaran 20 Desa Persiapan karena Kepedulian Gubri

Ahad, 24 Juni 2018 20:34
‎Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh, Warga Asahan Sumut Dirawat di RSUD

Ahad, 24 Juni 2018 20:30
Serah Terima Jabatan Wali Kota Pekanbaru: Terima Kasih Pak Ayat Cahyadi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Nopember 2017 21:54
Salak Pusaka, Penemuan Tanaman Unggul Warga Rohul

Berawal dari iseng dan mencoba-coba, seorang warga Rohul berhasil menyilangkan dua jenis tanaman salak. Salak Pusaka, nama tanaman yang dihasilkan dengan daging buah tebal dan manis.

Riauterkini - PASIRPENGARAIAN - Musiran awalnya tak menyangka bisa seberhasil ini dapat menyekolahkan anaknya dibangku kuliah hingga S2. Dengan memulai usaha mengelola kebunnya, Musiran mengaku awalnya hanya iseng saja.

Yakni dengan mengawinkan salak Padang Sidempuan dengan bibit salak gading Bojonegoro. Waktu itu, menurutnya, lahan yang dimilikinya sebagai seorang tranmigrasi dari tanah Jawa masih berupa perkebunan jenis lainnya.

Namun karena dianggap berhasil, hasil perkawinan antara tanaman salak Padang Sidempuan dan bibit salak gading Bojonegoro ini menghasilkan bibit salak manis dianggap sebagai harapan baru. Karena selain bisa diterima lidah, isi buah salak yang dihasilkan dari perkawinan silang ini pun lebih tebal.

Musiran mengaku sudah 22 tahun berkebun sambil terus mengembangkan bibit salak yang disebutnya sebagai belasteran tersebut. Sementara kebun salaknya berjejer tanaman salak yang sudah siap dipanen.

"Alhamdulillah anak saya ada lima. Diantaranya ada S1 ada juga S2," kata Musiran, Selasa (21/11/17).

Musiran mengaku semakin bersemangat karena salak belasterannya rupanya juga disambut baik oleh warga sekitar. Sehingga, jadilah perkebunan salak di atas 2,3 hektar miliknya tersebut.

Musiran mengaku berkat keberhasillannya mengembangkan bibit salak yang manis tersebut, dia dapat menyekolahkan dua diantara lima anaknya dijenjang S1 dan S2. Sementara yang paling bontot, masih duduk dibangku SMA.

"Syukurlah, memang ekonomi baik karena kebin salak ini, dua anak saya bisa kuliah hingga S1 dan S2," ujar Musiran lagi.

Namun berbeda dengan dua anak pertamanya, ketika dirinya masih merintis usaha kebun ini, dia hanya bisa menyekolahkan anaknya dijejang SMA saja. Itu pun karena kesabaran dan semengat anaknya yang memang ingin belajar dibangku sekolah.

"Waktu anak pertama, kedua cuma SMA. Waktu itu, ekonomi masih biasa. Sekarang alhamdulillah," ungkap Musiran.

Karena keberhasilannya mencangkokan dua bibit sawit tersebut, juga 'tercium' juga oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Apalagi tanaman buah salaknya banyak juga dijual dipasaran, melalui tengkulak yang datang mengambil di kebunnya setiap masa panen.

"Biasa tengkulak yang datang mengambil," ungkap Musiran. Belakangan, Pemkab Rohul pun menamai salak belasteran Musiran dengan nama salak Pusaka. Disebut nama Pusaka, diambil dari slogan Rohul, yakni Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bahkan ikut memanen buah salak milik Musiran di desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir tersebut.

Dengan penuh antusias, orang nomor satu di Riau ini juga memberikan semangat kepada Musiran. Terlebih ketika, buah salak Pusaka dicoba Gubernur Riau sambil tersenyum, yang berarti rasanya enak.

"Buah salaknya enak pak," ujar Andi yang biasa disapa Andi Rachman.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Biaya Perawatan Korban Ditanggung,
Ini Penyebab Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh Versi Pengelola

- ‎Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh, Warga Asahan Sumut Dirawat di RSUD
- Makna Tradisi Hari Raya Enam dan Ziarah Kubur di Kampar
- Andi Rachman Terima Penghargaan dari DHN Angkatan 45
- Puluhan Ribu Simpatisan Hadiri Kampanye Akbar Pasangan Wardan-SU di Kotabaru
- Terjatuh di Rumah Dinas,  Asisten III Pemkab Meranti Meninggal Dunia
- TNI Peduli, Dandim 0303/Bengkalis Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu
- DP3A Kota Pekanbaru Siap Launching e-cikpuan
- Kualitas Gambar dan Suara Buruk, Siaran Langsung Debat Peserta Pilgubri Mengecewakan
- Polres Bengkalis dan Wartawan Berbagi Sembako
- Ribuan Warga Sunda Riau Hadiri Halal Bihalal Bersama Kapolda Riau
- Selama Libur Idul Fitri 2018,
Objek Wisata di Rohul Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

- Jatuh Tempo Liburan Idul Fitri, Samsat Bengkalis Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
- Siakkecil, Bengkalis Wakili Riau Program IVA Tes Kanker Serviks
- Wow, Direktur RSUD Mandau Dapat Tiga Mobil Dinas
- Pasca Cuti Lebaran,
Absen di Hari Pertama Kerja, Pemkab Kampar Potong Tunjangan ASN dan THL

- 14 Hari Operasi Ketupat Muara Takus, di Riau Terjadi 40 Kasus Kecelakaan
- Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, ASN Pemkab Bengkalis Diklaim Hadir 98 Persen
- Bersama BRI dan ATIOS, Pemko Pembahasan Finalisasi Percepatan Smart City
- Hari Pertama 'Ngantor', Bupati Harris Sidak di Sejumlah OPD


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com