Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 Oktober 2018 21:18
Diduga Dibunuh, Seorang IRT di Rohul Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Senin, 22 Oktober 2018 20:37
KPK Kumpulkan Lima Kabapenda di Bank Riau Kepri

Senin, 22 Oktober 2018 20:32
Masih Normal, Transaksi Hari Pertama Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Rp8,6 Miliar

Senin, 22 Oktober 2018 20:16
DPRD Kuansing Tinjau Lahan Pertanian Pemkab di Sentajo

Senin, 22 Oktober 2018 20:12
Alfisnardo Terpilih Ketua PWI Bengkalis Periode 2018-2021

Senin, 22 Oktober 2018 19:16
Kejati Sepakat Back Up Pemprov Riau Kawal Kasus Lahan Unri

Senin, 22 Oktober 2018 18:54
Diterjang Badai, Seorang Warga Hilang di Perairan Sungai Pakning, Bengkalis

Senin, 22 Oktober 2018 18:06
‎Bupati Rohul Lantik dan Kukuhkan 68 Pejabat Eselon II, Eselon III, Eselon IV dan Kepsek

Senin, 22 Oktober 2018 18:00
EKK, Camat Mandau Paparkan Mutu Pelayanan Publik di Kota Minyak Duri

Senin, 22 Oktober 2018 17:40
Melalui Pidato Menteri Bupati Mursini Sampaikan 3 Langka Strategis Koperasi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Desember 2017 20:36
Percepatan Menuju Smart City Madani,
Walikota Pekanbaru Evaluasi Seluruh OPD


Walikota Pekanbaru terus menggesa terwujudnya Smart City Madani. Walikota Firdaus segera lakukan evaluasi OPD menjelang tahun 2018.

Riauterkini - PEKANBARU - Dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal mengevaluasi pejabat. Sebelum itu dilakukan Pemko masih menilai kinerja seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Demikian dikatakan Walikota Pekanbaru Dr Firdaus kepada media. Meski tidak menyebut kapan waktu pasti, namun ia menyisaratkan evaluasi dilakukan menjelang tahun baru 2018.

Terkait ada pernyataannya akan mengevuasi salah satu pimpinan OPD lantaran tidak maksimal menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia menegaskan tidak hanya membidik satu pejabat saja.

"Semua, jadi tidak hanya satu OPD. Evaluasi terhadap semua OPD. Ya kan, (PAD) tidak ada terkait dalam satu OPD. Semua OPD. Kinerja semua OPD, saya tegaskan ya," kata Walikota di Pekanbaru, Rabu (13/12/2017).

Pernyataan akan mengevaluasi salah satu pimpinan OPD itu berawal dari masalah perbandingan pendapatan Kota Pekanbaru dan Kota Batam. Ada pernyataan bahwa Walikota menyebut pendapatan Pekanbaru selama tiga tahun terakhir di atas Kota Batam.

Saat dikonfirmasi, ia pun membenarkan pernyataan itu. Menurutnya tiga tahun terakhir Kota Pekanbaru selalu unggul dari Kota Batam. "Betul. Itu yang saya katakan. Tiga tahun yang lalu kami diskusi dengan Sekda Batam, itu PAD Kota Batam dengan PAD Kota Pekanbaru itu lebih tinggi kita. Iya kan, tiga tahun yang lalu," ujarnya.

Disinggung apakah pendapatan yang dimaksud merupakan pendapatan pajak, ia menyebut pendapatan yang ia maksud merupakan PAD secara keseluruhan. Bukan pendapatan di satu OPD saja.

Untuk diketahui, pendapatan pajak Kota Pekanbaru memang tidak pernah di atas Kota Batam. "Bukan hanya pajak, tapi seluruh pendapatan. Bukan satu ya. Ini kita berbicara pendapatan. Pendapatan itu banyak. Pajak itu salah satu. Ada pajak, ada retribusi. Yang saya katakan tadi itu pendapatan. Semua pendapatan," jelas Walikota.

Soal pendapatan pajak, ia mengaku belum mendapatkan laporan berapa perolehan pendapatan dari pajak. Tapi ia mengharapkan pada seluruh jajaran agar maksimal dalam menggali pendapatan.

"Inikan saya belum dapat laporan berapa sesungguhnya yang kita dapat. Ini yang saya katakan keprihatinan, yang saya katakan, saya ingin mestinya semuanya wajib pajak masyarakat Kota Pekanbaru dan yang bergerak di dunia usaha yang menjadi wajib pajak dan juga para petugas kita di semua dinas, bukan hanya di Bapenda saja, tetapi semua dinas yang berkaitan tentang pendapatan, baik pajak dan retribusi dan lain sebagainya, termasuk juga penyewaan aset. Artinya sumber-sumber pendapatan kita," paparnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, terhitung tahun 2012 hingga tahun 2017, realisasi PAD sektor pajak yang dikelola Bapenda Pekanbaru tidak pernah sekalipun berada di atas Bapenda Kota Batam.

Seperti tahun 2012, realisasi penerimaan PAD Kota Pekanbaru sebesar Rp 224.484.191.146. Sementara Batam sebesar Rp 335.216.496.634. Jika dipersentasekan penerimaan Kota Pekanbaru dengan Batam, 66,97 persen. Dengan selisih angka Rp110.732.305.488.

Untuk tahun 2013, realisasi PAD Pekanbaru sebesar Rp 249.909.235.811. Sedangkan Batam sebesar Rp 475.172.881.114. Dengan persentase penerimaan Kota Pekanbaru terhadap Kota Batam sebesar 52,59 persen. Dengan selisih angka sebesar Rp 225.263.645.303.

Tahun 2014 realisasi penerimaan PAD Kota Pekanbaru sebesar Rp 295.389.957.067. Sementara Kota Batam sebesar Rp 580.864.691.714. Jika dipersentasekan, perolehan Pekanbaru terhadap Batam sebesar 50,85 persen. Dengan selisih angka sebesar Rp 285.474.734.647.

Sedangkan tahun 2015, realisasi PAD Kota Pekanbaru Rp 362.512.186.182. Batam Rp 614.910.861.602. Persentase Pekanbaru terhadap Batam sebesar 58,95 persen. Selisih angka Rp 252.398.675.420.

Sementara di tahun 2016, realisasi pendapatan pajak yang dikelola Bapenda Kota Pekanbaru kembali naik, yakni menjadi Rp 396.043.026.553. Perolehan Pekanbaru walau naik dari tahun sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan Bapenda Kota Batam, masih jauh tertinggal, yang mana realisasi PAD dari keseluruhan objek pajak Bapenda Kota Batam sebesar Rp 648.110.820.097. Persentase Pekanbaru terhadap Batam sebesar 61,11 persen, dengan selisih angka Rp 252.067.793.544.

Terakhir, di tahun 2017, walau turun dari dua tahun sebelumnya, realisasi PAD Kota Batam peringkatnya masih berada diatas Kota Pekanbaru, dengan angka realisasi sebesar Rp 592.911.567.481. Sementara Kota Pekanbaru Rp 432.786.171.703. Dengan persentase Pekanbaru terhadap Batam, 72,99 persen. Dengan selisih angka realisasi PAD sebesar Rp 160.125.395.778.

Intinya, Walikota menginginkan seluruh pimpinan OPD terus berusaha belerja maksimal. Jika memang tidak bisa bekerja maksimal, ia menegaskan akan melakukan evaluasi.

Untuk evaluasi itu, ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Evaluasi ini dilakukan oleh Tim Seleksi. Dari evaluasi itu nanti mana yang masih bisa bekerja akan tetap ditempatkan sesuai kemampuan.

"Kemudian dari evaluasi kinerja itu nanti, tim seleksi akan memberikan rekomendasi kepada kepala daerah," kata Walikota.

Kepala daerah, lanjutnya lebih mengakomodir hasil analisis dari evaluasi yang dilakukan. "Intinya adalah kinerja. Bagaimana kita meningkatkan kinerja yang lebih baik," jelasnya.

Lanjutnya, setelah dilakukan rotasi dan kemudian ada jabatan yang kosong, maka akan dilakukan seleksi terbuka. Dalam waktu dekat Pemko akan umumkan OPD mana yang akan dilakukan seleksi terbuka. ***(dan).

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Diduga Dibunuh, Seorang IRT di Rohul Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
- KPK Kumpulkan Lima Kabapenda di Bank Riau Kepri
- Masih Normal, Transaksi Hari Pertama Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Rp8,6 Miliar
- Alfisnardo Terpilih Ketua PWI Bengkalis Periode 2018-2021
- Kejati Sepakat Back Up Pemprov Riau Kawal Kasus Lahan Unri
- EKK, Camat Mandau Paparkan Mutu Pelayanan Publik di Kota Minyak Duri
- Melalui Pidato Menteri Bupati Mursini Sampaikan 3 Langka Strategis Koperasi
- Baru Sebulan, Pencairan Single Salary Berikutnya Segera Menyusul
- Tes Urine Pegawai, BKPSDM Pekanbaru Koordinasi dengan BNN
- Pengawasan Rutin, Inspektorat Sambangi Sekretariat DPRD Kuansing
- Pengurus PMI Pelalawan Periode2017-2022 Resmi Dilantik
- Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis
- Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai
- Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis

- Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer
- Aksi Balapan Liar di Duri, Bengkalis Kian Meresahkan
- YBM PLN P3BS Bersama PKPU HI Riau Taja Kelas Ibu 1000 HPK dan Berikan Nutrisi Bagi Ibu Hamil
- KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
- Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu
- Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com