Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 15 Nopember 2018 17:07
EMP MSSA Gelar Sosialisasi Publik Kegiatan Pemboran MSTB-02

Kamis, 15 Nopember 2018 17:04
Instruksi Pusat, Bantuan PKH Tahap 4 untuk KPM di Kuansing Dipastikan Berkurang

Kamis, 15 Nopember 2018 16:27
Lutut Isteri Disenggol,
Seorang Nelayan di Patang Parang, Inhil Bacok Tetangga


Kamis, 15 Nopember 2018 16:23
Sidang Oknum Polisi Penganiaya Pacar,
Saksi Ahli Diingatkan Hakim Tak Ikut Tentukan Pasal Dakwaan


Kamis, 15 Nopember 2018 16:14
Aksi Kirab Kota, Taruna AAL Angkatan 64 Pukau Masyarakat Dumai

Kamis, 15 Nopember 2018 16:12
Janjikan Korban Menjadi Atlet,
Pelatih Dayung di Pekanbaru ini Cabuli 2 Pelajar Dibawah Umur


Kamis, 15 Nopember 2018 16:12
Ditaja Pijar Melayu,
LAM dan Polda Sepakat Ciptakan Pemilu Damai di Riau


Kamis, 15 Nopember 2018 14:34
Bocah Diterkam Buaya di Bonai Darussalam Ditemukan Meninggal dan Penuh Luka

Kamis, 15 Nopember 2018 14:02
Lestari Alam di Lingkungan Sekolah,
EMP Malacca Straits SA Berkolaborasi dengan SMAN 1 Sungai Apit


Kamis, 15 Nopember 2018 13:26
Ratusan Rumah di Dua Desa Kecamatan Rambah Samo Terendam Banjir

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 Januari 2018 20:19
Meylli Marlina, Manager Muda di PT RAPP,
Selalu Berikan Nilai Lebih untuk Pekerjaan


Contoh profesional dalam bekerja ada pada seorang manajer muda di RAPP. Adalah Meylli Marlina yang selalu bekerja dengan cara berbeda untuk lebih baik dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menjadi seorang manajer bukanlah hal yang mudah, apalagi, profesi itu sebagian besar digeluti oleh laki-laki. Namun, tidak dengan perempuan dua anak ini. Ia tak pernah merasa canggung menjadi manager perempuan di industri bubur kertas dan kertas ini.

Bagi Meylli Marlina (40) yang meniti karir dari seorang admin officer tahun 1998 ini selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Selalu ada inovasi baru yang ia terapkan sehingga suatu pekerjaan tidak monoton dan membosankan.

"Saya pernah menemui titik bosan dalam suatu pekerjaan. Awalnya saya bekerja mengurusi administrasi, Saya sempat bosan, tapi tidak mungkin saya tinggalkan. Akhirnya saya melakukan pekerjaan tersebut dengan cara berbeda yang lebih baik dan fokus terhadap apa yang dicapai,selalu memberikan nilai lebih pekerjaan," ujar Supply Chain Management (SCM) Planning Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Perempuan penyuka tantangan ini pun beberapa kali mengikuti training di perusahaan luar negeri seperti ke Singapura dan Jepang. Hal ini sangat disukai Meylli karena bisa melihat bagaimana perusahaan dunia bekerja.

"Setiap mengikuti training, saya selalu *excited,* apalagi keluar negeri karena banyak mempelajari hal baru, Dan setiap mempelajari hal baru itu saya wajib mengimplementasikanya di RAPP," ujar Meylli yang pernah membawa RAPP meraih penghargaan Exportir terbaik 2015-2016 dari Bea Cukai Pekanbaru.

Tentu menjalani karir sebagai manager sejak usia 27 tahun tidak mudah. Banyak tantangan yang ia lalui, salah satunya bagaimana menghadapi orang lain.Untuk itu, ia terus memperkaya dirinya dengan banyak membaca buku.

"Sejak menjalani profesi ini, saya banyak belajar *leadership skill*, bagaimana *trick* menghadapi orang lain," ujar lulusan master management Universitas Riau ini.

Meylli pun mempunyai harapan untuk anggota timnya. Ia tidak ingin berkembang sendirian, tetapi mereka juga harus.

"Karyawan harus ikut training. Saya selalu mengajak dan mensupport tim saya untuk memberikan nilai lebih untuk suatu pekerjaan,"ujar Meylli.

Kendati demikian, ditengah kesibukannya sebagai menager, ia juga adalah seorang ibu bagi kedua anaknya. Meylli pun harus bisa membagi waktu untuk mereka.

"Saya selalu menyempatkan untuk sarapan pagi dan makan malam bersama dengan anak-anak. Saya juga menerapkan keterbukaan dengan anak-anak. Semua itu penting supaya antara keluarga dan pekerjaan bisa balance," pungkasnya. (*)

Foto:
1. Meylli Marlina sedang memberikan penjelasan kepada salah satu timnya. Hal ini dilakukannya agar timnya berkembang.

2. Meylli Marlina telah menjadi manager saat usia 27 tahun. Baginya, keluarga dan pekerjaan haruslah balance.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Instruksi Pusat, Bantuan PKH Tahap 4 untuk KPM di Kuansing Dipastikan Berkurang
- ...
- Dianggap Kuper, Sejumlah Sesepuh Masyarakat Durtim, Bengkalis Datangi PT HK di Duri
- LAM Riau Enggan Terbuka Soal Rencana Pemberian Gelar Presiden
- Maulid Nabi di Disdalduk Pekanbaru, UAS Paparkan Lima Tahapan Menuju Masyarakat Madani
- Malam Kesenian Taruna AAL Angkatan 64, Wakil Walikota Dumai Bangga Punya Angkatan Laut 
- KISPO Gelar Uji Kompetensi Auditor ISPO  
- PT CPI Taja Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga di Pinggir, Bengkalis
- Realisasi DAK Riau Masih 52,78 Persen
- Besok, UAS Beri Tausiah di Dinas Dalduk KB Pekanbaru
- Sekda: Pemko Pekanbaru Turut Berduka Atas Insiden Pagar Rubuh di SDN 141
- Tuntas Lakukan Perbaikan Panel Terbakar, PLN ULP Bengkalis Gelar Syukuran
- Dinsos Serahkan Bantuan Rp263 Juta untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, Donggala
- Tembok Sekolah Roboh, Pemprov Riau Sampaikan Belasungkawa
- PWI Riau Gelar UKW Angkatan XI, Hanya 6 Kelas
- Tarik Minat Pengunjung, Perpustakaan dan Arsip Pelalawan Siapkan Hadiah Puluhan Juta
- Tinggal Pengesahan Perda,
Radio Pemerintah Daerah Kuansing Bersiap Mengudara Permanen

- Tembok Roboh Tewaskan Dua Orang, SDN 141 Diliburkan Sehari
- BKKBN Perwakilan Riau Gelar Pertemuan Forum Kehumasan
- Operasi Zebra 2018 Berakhir, 1.757 Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Ditilang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com