Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 Januari 2018 20:19
Meylli Marlina, Manager Muda di PT RAPP,
Selalu Berikan Nilai Lebih untuk Pekerjaan


Contoh profesional dalam bekerja ada pada seorang manajer muda di RAPP. Adalah Meylli Marlina yang selalu bekerja dengan cara berbeda untuk lebih baik dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menjadi seorang manajer bukanlah hal yang mudah, apalagi, profesi itu sebagian besar digeluti oleh laki-laki. Namun, tidak dengan perempuan dua anak ini. Ia tak pernah merasa canggung menjadi manager perempuan di industri bubur kertas dan kertas ini.

Bagi Meylli Marlina (40) yang meniti karir dari seorang admin officer tahun 1998 ini selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Selalu ada inovasi baru yang ia terapkan sehingga suatu pekerjaan tidak monoton dan membosankan.

"Saya pernah menemui titik bosan dalam suatu pekerjaan. Awalnya saya bekerja mengurusi administrasi, Saya sempat bosan, tapi tidak mungkin saya tinggalkan. Akhirnya saya melakukan pekerjaan tersebut dengan cara berbeda yang lebih baik dan fokus terhadap apa yang dicapai,selalu memberikan nilai lebih pekerjaan," ujar Supply Chain Management (SCM) Planning Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Perempuan penyuka tantangan ini pun beberapa kali mengikuti training di perusahaan luar negeri seperti ke Singapura dan Jepang. Hal ini sangat disukai Meylli karena bisa melihat bagaimana perusahaan dunia bekerja.

"Setiap mengikuti training, saya selalu *excited,* apalagi keluar negeri karena banyak mempelajari hal baru, Dan setiap mempelajari hal baru itu saya wajib mengimplementasikanya di RAPP," ujar Meylli yang pernah membawa RAPP meraih penghargaan Exportir terbaik 2015-2016 dari Bea Cukai Pekanbaru.

Tentu menjalani karir sebagai manager sejak usia 27 tahun tidak mudah. Banyak tantangan yang ia lalui, salah satunya bagaimana menghadapi orang lain.Untuk itu, ia terus memperkaya dirinya dengan banyak membaca buku.

"Sejak menjalani profesi ini, saya banyak belajar *leadership skill*, bagaimana *trick* menghadapi orang lain," ujar lulusan master management Universitas Riau ini.

Meylli pun mempunyai harapan untuk anggota timnya. Ia tidak ingin berkembang sendirian, tetapi mereka juga harus.

"Karyawan harus ikut training. Saya selalu mengajak dan mensupport tim saya untuk memberikan nilai lebih untuk suatu pekerjaan,"ujar Meylli.

Kendati demikian, ditengah kesibukannya sebagai menager, ia juga adalah seorang ibu bagi kedua anaknya. Meylli pun harus bisa membagi waktu untuk mereka.

"Saya selalu menyempatkan untuk sarapan pagi dan makan malam bersama dengan anak-anak. Saya juga menerapkan keterbukaan dengan anak-anak. Semua itu penting supaya antara keluarga dan pekerjaan bisa balance," pungkasnya. (*)

Foto:
1. Meylli Marlina sedang memberikan penjelasan kepada salah satu timnya. Hal ini dilakukannya agar timnya berkembang.

2. Meylli Marlina telah menjadi manager saat usia 27 tahun. Baginya, keluarga dan pekerjaan haruslah balance.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum

- Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan

- Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan
- Bersama Kadis PUPR, Direktur PDAM Dumai Tinjau PDAM Bengkalis
- Besok Plt Gubri Umumkan Perpanjangan Status Siaga Darurat Karhutla
- Jawaban PT CPI Terkait Ledakan Pipa Minyak di Duri
- MPC dan DPC Srikandi PP Pelalawan Berbagi di Bulan Penuh Berkah
- Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng
- Tim ESDM Riau Kaji Eksplorasi Pertambangan Pasir Rakyat di Pulau Rupat
- BAZNas Rohul Banyak Salurkan Bantuan Selama Bulan Suci Ramadhan
- Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau
- Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik Riau
- 85 Persen Penduduk Pekanbaru Sudah Miliki Akte Kelahiran
- RT, RW dan Kader Posyandu di Bengkalis Terima Honor
- Jelang Perpanjangan Status, Satgas Karhutla Riau Gelar Rapat Evaluasi
- IMA Chapter Pekanbaru Gelar Goes to Campus di FEB Unri
- Kadin Riau Ingatkan BUMN Tak Ikut Proyek di bawah Rp 100 miliar
- Sosok Mayat Mr. X Mengapung di Sungai Rokan Desa Muara Dilam, Rohul
- ‎Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Salurkan Bantuan Banjir di Rambah Samo
- Ngaku Diusir Kasi Intel, MPR Demo Kantor Kejari Rohul dan Minta MA Ganti Kajari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com