Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:27
Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman


Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:12
Dikucuri Dana BRG Sekira Rp50 Miliar,
Riau Prioritaskan Bangun Kanal dan Pemberdayaan Masyarakat


Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:06
Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu

Jum’at, 23 Pebruari 2018 15:04
Sempena Buka KBM UPP,
Bupati Rohul Canangkan Desa Koto Ranah sebagai Kampung Wisata Pertama‎


Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:55
Berdekatan dengan Sungai,
Aktivitas Limbah PKS PT MAS Sangat Rentan Cemari Sungai Kerumutan


Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:49
DPPPA Gelar Pelatihan Layanan Ramah Anak di Puskesmas dan Rumah Sakit

Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:04
Profesional dan Amanah, 149 Advokat Peradi Pekanbaru Dilantik

Jum’at, 23 Pebruari 2018 14:02
Silaturahmi dengan Tokoh Adat,
Kapolres Kampar Sambangi Sekretariat Lembaga Adat Setempat


Jum’at, 23 Pebruari 2018 13:22
Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel

Jum’at, 23 Pebruari 2018 12:58
Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 Januari 2018 20:19
Meylli Marlina, Manager Muda di PT RAPP,
Selalu Berikan Nilai Lebih untuk Pekerjaan


Contoh profesional dalam bekerja ada pada seorang manajer muda di RAPP. Adalah Meylli Marlina yang selalu bekerja dengan cara berbeda untuk lebih baik dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menjadi seorang manajer bukanlah hal yang mudah, apalagi, profesi itu sebagian besar digeluti oleh laki-laki. Namun, tidak dengan perempuan dua anak ini. Ia tak pernah merasa canggung menjadi manager perempuan di industri bubur kertas dan kertas ini.

Bagi Meylli Marlina (40) yang meniti karir dari seorang admin officer tahun 1998 ini selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Selalu ada inovasi baru yang ia terapkan sehingga suatu pekerjaan tidak monoton dan membosankan.

"Saya pernah menemui titik bosan dalam suatu pekerjaan. Awalnya saya bekerja mengurusi administrasi, Saya sempat bosan, tapi tidak mungkin saya tinggalkan. Akhirnya saya melakukan pekerjaan tersebut dengan cara berbeda yang lebih baik dan fokus terhadap apa yang dicapai,selalu memberikan nilai lebih pekerjaan," ujar Supply Chain Management (SCM) Planning Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Perempuan penyuka tantangan ini pun beberapa kali mengikuti training di perusahaan luar negeri seperti ke Singapura dan Jepang. Hal ini sangat disukai Meylli karena bisa melihat bagaimana perusahaan dunia bekerja.

"Setiap mengikuti training, saya selalu *excited,* apalagi keluar negeri karena banyak mempelajari hal baru, Dan setiap mempelajari hal baru itu saya wajib mengimplementasikanya di RAPP," ujar Meylli yang pernah membawa RAPP meraih penghargaan Exportir terbaik 2015-2016 dari Bea Cukai Pekanbaru.

Tentu menjalani karir sebagai manager sejak usia 27 tahun tidak mudah. Banyak tantangan yang ia lalui, salah satunya bagaimana menghadapi orang lain.Untuk itu, ia terus memperkaya dirinya dengan banyak membaca buku.

"Sejak menjalani profesi ini, saya banyak belajar *leadership skill*, bagaimana *trick* menghadapi orang lain," ujar lulusan master management Universitas Riau ini.

Meylli pun mempunyai harapan untuk anggota timnya. Ia tidak ingin berkembang sendirian, tetapi mereka juga harus.

"Karyawan harus ikut training. Saya selalu mengajak dan mensupport tim saya untuk memberikan nilai lebih untuk suatu pekerjaan,"ujar Meylli.

Kendati demikian, ditengah kesibukannya sebagai menager, ia juga adalah seorang ibu bagi kedua anaknya. Meylli pun harus bisa membagi waktu untuk mereka.

"Saya selalu menyempatkan untuk sarapan pagi dan makan malam bersama dengan anak-anak. Saya juga menerapkan keterbukaan dengan anak-anak. Semua itu penting supaya antara keluarga dan pekerjaan bisa balance," pungkasnya. (*)

Foto:
1. Meylli Marlina sedang memberikan penjelasan kepada salah satu timnya. Hal ini dilakukannya agar timnya berkembang.

2. Meylli Marlina telah menjadi manager saat usia 27 tahun. Baginya, keluarga dan pekerjaan haruslah balance.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- DPPPA Gelar Pelatihan Layanan Ramah Anak di Puskesmas dan Rumah Sakit
- Profesional dan Amanah, 149 Advokat Peradi Pekanbaru Dilantik
- Silaturahmi dengan Tokoh Adat,
Kapolres Kampar Sambangi Sekretariat Lembaga Adat Setempat

- Kantongin Izin IUMK, IZI Cabang Riau Taja Pelatihan Budidaya Ikan di Tenayan
- Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap
- Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli
- Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah
- BEM se Indonesia demo di DPRD Riau,
Arus Lalu Lintas Jalan Sudirman Pekanbaru Dialihkan ke Mekar Sari

- TNI-Polri dan Warga Rambah Hilir Bersihkan Pemakaman Raja-raja Rambah
- Tuan Rumah MTQ Pekanbaru,
Marpoyan Damai Siap Berikan yang Terbaik

- Ipemakusi Sumbar Dukung Pengadaan Mobnas Bupati Kuansing
- Tinjau MDA Terbakar, Bupati Meranti Janji Bantu Bangun Kembali
- Presma UR Siap Maju Sebagai Calon Koordinator Pusat BEM SI
- Diduga Sakit, Pegawai Bapenda Riau Unit Duri Meninggal di Kamar Kos
- ‎Melalui KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Siap Promosikan Puncak Ranah dan Tanjak
- Dua Pesawat F-16 TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Asing
- 805 Aparat Gabungan Siap Amankan Aksi,
Besok, BEM se Indonesia Demo Besar-besaran di Pekanbaru

- Diduga Korsleting Kabel, Mobil Karyawan PT Samator di Duri, Bengkalis Terbakar
- Puncak Imlek di Bengkalis,
Ribuan Warga Tionghoa Saksikan Ritual Usir Roh Jahat

- Bantuan Korban Kebakaran Rohil Berdatangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.48.147
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com