Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Pebruari 2019 20:37
PUPR Riau Anggarkan Rp14 Miliar Untuk Jalan Rusak dan Bergelombang

Ahad, 17 Pebruari 2019 17:13
Menuju Hari Peduli Sampah Nasional 2019,
Sahabat Sungai Pekanbaru Gelar Aksi Bersih di Sungai Senapelan


Ahad, 17 Pebruari 2019 17:00
Tunjukkan Kepedulian, Golkar Riau Gelar Pasar Murah

Ahad, 17 Pebruari 2019 16:57
Satu Meninggal Dunia,
Tiga Sekawan di Pekanbaru Dikeroyok Sekelompok Orang


Ahad, 17 Pebruari 2019 16:36
Pelepasan Jenazah Ajudan Istri Bupati Kuansing Berlangsung Penuh Haru

Ahad, 17 Pebruari 2019 15:54
Warga Okura Temukan Mayat Mr X Mengapung di Sungai Siak

Ahad, 17 Pebruari 2019 13:41
Satres Narkoba Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Sehari

Ahad, 17 Pebruari 2019 13:39
Tanggapi Pengaduan,
Kepala UPT Parkir Mandau Datangi Sejumlah Jukir di Duri


Ahad, 17 Pebruari 2019 13:35
Di Duri, Polisi Tak Berdaya Tertibkan Balapan Liar

Ahad, 17 Pebruari 2019 12:17
Gunung Toar Siap Menuju Sentra Kampung Batik Ekonomi Kreatif

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 Januari 2018 20:19
Meylli Marlina, Manager Muda di PT RAPP,
Selalu Berikan Nilai Lebih untuk Pekerjaan


Contoh profesional dalam bekerja ada pada seorang manajer muda di RAPP. Adalah Meylli Marlina yang selalu bekerja dengan cara berbeda untuk lebih baik dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Menjadi seorang manajer bukanlah hal yang mudah, apalagi, profesi itu sebagian besar digeluti oleh laki-laki. Namun, tidak dengan perempuan dua anak ini. Ia tak pernah merasa canggung menjadi manager perempuan di industri bubur kertas dan kertas ini.

Bagi Meylli Marlina (40) yang meniti karir dari seorang admin officer tahun 1998 ini selalu melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya. Selalu ada inovasi baru yang ia terapkan sehingga suatu pekerjaan tidak monoton dan membosankan.

"Saya pernah menemui titik bosan dalam suatu pekerjaan. Awalnya saya bekerja mengurusi administrasi, Saya sempat bosan, tapi tidak mungkin saya tinggalkan. Akhirnya saya melakukan pekerjaan tersebut dengan cara berbeda yang lebih baik dan fokus terhadap apa yang dicapai,selalu memberikan nilai lebih pekerjaan," ujar Supply Chain Management (SCM) Planning Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Perempuan penyuka tantangan ini pun beberapa kali mengikuti training di perusahaan luar negeri seperti ke Singapura dan Jepang. Hal ini sangat disukai Meylli karena bisa melihat bagaimana perusahaan dunia bekerja.

"Setiap mengikuti training, saya selalu *excited,* apalagi keluar negeri karena banyak mempelajari hal baru, Dan setiap mempelajari hal baru itu saya wajib mengimplementasikanya di RAPP," ujar Meylli yang pernah membawa RAPP meraih penghargaan Exportir terbaik 2015-2016 dari Bea Cukai Pekanbaru.

Tentu menjalani karir sebagai manager sejak usia 27 tahun tidak mudah. Banyak tantangan yang ia lalui, salah satunya bagaimana menghadapi orang lain.Untuk itu, ia terus memperkaya dirinya dengan banyak membaca buku.

"Sejak menjalani profesi ini, saya banyak belajar *leadership skill*, bagaimana *trick* menghadapi orang lain," ujar lulusan master management Universitas Riau ini.

Meylli pun mempunyai harapan untuk anggota timnya. Ia tidak ingin berkembang sendirian, tetapi mereka juga harus.

"Karyawan harus ikut training. Saya selalu mengajak dan mensupport tim saya untuk memberikan nilai lebih untuk suatu pekerjaan,"ujar Meylli.

Kendati demikian, ditengah kesibukannya sebagai menager, ia juga adalah seorang ibu bagi kedua anaknya. Meylli pun harus bisa membagi waktu untuk mereka.

"Saya selalu menyempatkan untuk sarapan pagi dan makan malam bersama dengan anak-anak. Saya juga menerapkan keterbukaan dengan anak-anak. Semua itu penting supaya antara keluarga dan pekerjaan bisa balance," pungkasnya. (*)

Foto:
1. Meylli Marlina sedang memberikan penjelasan kepada salah satu timnya. Hal ini dilakukannya agar timnya berkembang.

2. Meylli Marlina telah menjadi manager saat usia 27 tahun. Baginya, keluarga dan pekerjaan haruslah balance.

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- PUPR Riau Anggarkan Rp14 Miliar Untuk Jalan Rusak dan Bergelombang
- Pelepasan Jenazah Ajudan Istri Bupati Kuansing Berlangsung Penuh Haru
- Gunung Toar Siap Menuju Sentra Kampung Batik Ekonomi Kreatif
- Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru
- Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka
- TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat
- Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing
- Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis
- Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar
- Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

- Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini
- Mantan Pejabat Pemprov Resmi Jabat Karo Perencanaan dan Ortal di Kemenko Polhukam
- Dukung Gerakan Magrib Mengaji,
Masyarakat Desa Bukit Gajah Ukui Gelar Pelatihan Brantas Buta Huruf Baca Alqur'an

- Rindu Pemimpinnya,
Masyarakat Pintu Gobang Kari Undang Mantan Bupati Kuansing Sukarmis Melayur Jalur

- Pusat Setujui 25 Ribu Blangko KTP El untuk Bengkalis
- Besok, Mantan Kasatpol PP Riau Dilantik Jadi Karo di Kemenko Polhukam Bersama Empat Jenderal
- Peresmian Jembatan Siak IV dan Dua Fly Over, Wan Thamrin Puji Mantan Gubri Atas Komitmennya
- Bawaslu dan KPU Riau Periksa Logistik Pemilu 2019 di Bengkalis
- Diselimuti Kabut Asap, Udara di Kota Dumai Tidak Sehat
- Sebelas Profesor Nyatakan Jembatan Siak IV Sudah Layak Dilalui


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com