Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 13:30
Krisis Air Bersih, Toilet SMPN 10 Mandau Berbau dan Kotor

Selasa, 25 September 2018 13:24
Anggaran Diajukan Rp2,4 Miliar,
Ini Nama 51 Desa di Rohul yang Akan Gelar Pilkades Serentak Desember 2018


Selasa, 25 September 2018 13:21
Tuntut Penundaan CPNS, Massa FHK2I Demo di DPRD Riau

Selasa, 25 September 2018 12:48
BKD Riau Janji Teruskan Tuntutan Pegawai Honor ke Menpan dan BKN Pusat

Selasa, 25 September 2018 12:05
Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri

Selasa, 25 September 2018 11:46
Miliki Sabu-sabu, Emak Muda Ditangkap Polisi

Selasa, 25 September 2018 11:33
Asisten II Setdakab Inhil Buka MTQ XI Tingkat Kecamatan Pulau Burung

Selasa, 25 September 2018 09:12
Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau

Selasa, 25 September 2018 07:13
Dua Atlit Sepak Takraw Bengkalis Wakili Indonesia Ikuti Kejuaraan di Thailand

Selasa, 25 September 2018 00:54
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 18 Pebruari 2018 08:53
Dihadiri Dewan Kampar, Warga Gajah Bertalut Panrn Ikan Lubuk Larangan

Tradisi panen ikan lubuk larangan Desa Gajah Betalut berlangsung meriah. Hasilnya dilelang senilai Rp19,3 juta.

Riauterkini-KAMPAR KIRI HULU - Sebuah tradisi unik kembali digelar masyarakat di Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (17/2018). Tradisi ini adalah menangkap ikan bersama-sama di Lubuk Larangan yang hanya boleh ditangkap sekali dalam setahun.

Ikan yang telah ditangkap bersama-sama ini kemudian dilelang. Ribuan masyarakat tampak larut membaur bersama pejabat, anggota DPRD Kampar dan undangan lainnya guna menangkap ikan dengan berbagai peralatan tradisional maupun dengan tangan.

Menariknya, hasil penjualan melalui lelang tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah sejak diberlakukannya Lubuk Larangan di Sungai Subayang yang melintasi desa ini. Hasil lelang kali ini mencapai Rp 19.365.000.

Kepala Desa Gajah Bertalut Zuber disela-sela sela lelang ikan Lubuk Larangan mengatakan, nilai lelang ini tertinggi sejak Lubuk Larangan mulai disepakati masyarakat, pemuda dan ninik mamak tahun 2000 lalu.

Sejak tahun 2000 hingga 2017, jumlah maksimal hasil lelang berkisar diangka Rp 5.000.000 hingga Rp. 6.000.000, namun ditahun 2018 hasil lelang mencapai Rp. 19.365.000, "Ini merupakan tertinggi dan saya selaku kepala desa mengucapkan terimakasih," katanya Zuber haru.

Selain desa, ninik mamak yang merupakan pemangku adat yang mempunyai kuasa penuh atas pembagian hasil lelang, biasanya setelah hasil lelang dan hasil andel yang dijual ke masyarakat tempatan Rp 25.000 per kepala keluarga, barulah hasilnya dibagikan 5 persen untuk desa

Ia menambahkan,  tiap tahun Lubuk Larangan ini dibuka dan masyarakat diperbolehkan menikmati ikannya.

Sama seperti wilayah lain yang merupakan lintasan Sungai Kampar atau Sungai Subayang, sebelum ikannya sampai ke masyarakat, terlebih dahulu ikan yang telah didapat dilakukan pelelangan.

Menangkap ikan di Lubuk Larangan Desa Gajah Bertalut dihadiri 20-an anggota DPRD Kabupaten Kampar dan di lokasi juga tampak Dirut PT RAPP Rudi Fajar bersama keluarga.

Selain anggota DPRD dari Daerah Pemiihan (Dapil) III Ramadhan S.Sos, Habiburahman, S.Ag, Syafruddin dan Repol, S.Ag, juga tampak dihadiri anggota DPRD dari Dapil lain diantaranya Reni Santi, Zumrotun, Suharmi Hasan, Arnauli Hutajulu, Rizal Rambe, Yuli Akmal, Dwi Hadi Kasmon.

Nilai lelang tertinggi dimenangkan oleh Syahrial yang merupakan mantan Kades Gajah Bertalut dengan nilai Rp 1.100.000, disusul Dirut PT RAPP Rudi Fajar beserta istri dan Ramadhan S.Sos beserta istri.

Selanjutnya, disusul pula oleh Habiburrahman anggota DPRD Kampar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta  Suharmi Hasan dan Syarifuddin.

Tak ketinggalan pula ikut meramaikan pasar lelang Aliman Makmur yang merupakan suami anggota DPRD Kampar dari Golkar Reni Santi.

"Dua jam menuju Gajah Bertalut terbayar melihat dan menikmati ikan yang segar," ucap Anggota DPRD Kampar Ramadhan yang juga Ketua Komisi III DPRD Kampar yang menyebutkan sengaja membawa seluruh anggota keluarga berlibur ke Gajah Bertalut.

Menurut Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kampar ini, menangkap ikan di Lubuk Larangan adalah suatu budaya yang bernilai tinggi. Tidak hanya sekedar bergembira menangkap ikan bersama-sama namun juga memiliki makna yang luar biasa yaitu ajang silaturahmi antara warga desa dan pemangku kepentingan di daerah ini.

Hal senada juga disampaikan Dirut PT RAPP Rudi Fajar. Menurutnya, selain harus dikembangkan, ini juga perlu dipromosikan. "Jika semua pihak serius dalam hal tersebut, diyakini jalur kiri yang merupakan tempat wisata pasti maju. Kampar kaya budaya dan memalukan orang Pekanbaru bila belum pernah melihat budaya yang sangat tinggi ini," ucapnya.

Anggota DPRD Kampar Habiburrahman dan Aliman Makmur yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar juga ikut menyuarakan agar budaya yang telah langka agar dipertahankan dan dikembangkan. "Kita akan sampaikan ke bupati tentang pengembangan budaya ini. Ini sesuai denvan keinginan bupati agar Kampar menjadi kabupaten yang mandiri, maju pesat dengan berbagai usaha usaha yang ada," pungkasnya.***(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tuntut Penundaan CPNS, Massa FHK2I Demo di DPRD Riau
- BKD Riau Janji Teruskan Tuntutan Pegawai Honor ke Menpan dan BKN Pusat
- Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang
- Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan
- Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum
- Aksi Heroik Basarnas Selamatkan Warga Dalam Bencana Gempa 7,0 SR di Cibubur
- Lima Proyek Strategis Pemprov Riau Deviasi Plus
- Ketua DPRD Pelalawan Siap Perjuangkan Uang Transportasi Guru Bantu Provinsi
- Pembangunan Jembatan Siak IV Masih Minus Tiga Persen
- Kirab GP Ansor Diizinkan di Merantk Setelah Bersedia Minta Maaf pada UAS dan tak Bawa Islam Nusantara
- Usai Pemeliharaan, Lampu Jalan RSUD dan Komplek Pemda Kuansing Kembali Nyala
- Dinsos Bengkalis Salurkan Bantuan Sembako kepada 294 Lansia
- Ratusan Massa Gelar Demo Peringati Hari Tani Nasional
- Mendagri Baru Kirim SK Wan Thamrin Plt Gubri
- Plt Gubri Minta Pembahas APBD Belajar dari Kasus Malang dan Jambi
- Ngopi Bareng, Camat Tampan Pererat Hubungan dengan Wartawan
- Ultah 51, Sekdaprov Dapat Kejutan Tumpeng
- Wakil Walikota Pekanbaru Kukuhkan Duta 1000 HPK dan Taja YBM PLN P3BS bersama PKPU HI Riau
- Diduga Terkait Rencana Mutasi, Plt Gubri Kumpulkan Pejabat Secara Tertutup


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com