Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Juni 2018 21:14
Perintahkan Sekdako Tuntaskan Kemelut PJU,
Walikota Firdaus: Itu Uang Rakyat, Tak Bisa Seenaknya


Senin, 25 Juni 2018 20:22
Khawatirkan Tindakan Kriminal, Gubri Harap Pemko dan PLN Bisa Duduk Bersama

Senin, 25 Juni 2018 20:18
Dua Hari Tenggelam, Mayat Aca Timbul di Tengah Sungai Siak saat Azan Maghrib

Senin, 25 Juni 2018 20:14
10 TPS di Kecamatan Sungai Sembilan Masuk Kategori Rawan

Senin, 25 Juni 2018 19:20
Bupati Yopi Bakal Lantik Sekda Inhu

Senin, 25 Juni 2018 19:17
Solusi Kemacetan di Pekanbaru,
Gubri Tinjau Pembangunan Dua Proyek Fly Over


Senin, 25 Juni 2018 19:11
Tuntut Pengembalian Lahan dari PT SBAL,
Ratusan Warga Koto Aman Ancam Bermalam di Depan Kantor Bupati Kampar


Senin, 25 Juni 2018 19:06
Hadapi Pilkada, Demokrat Riau Bentuk Tim Satgas Ronda

Senin, 25 Juni 2018 18:02
Parkir Lupa Pasang Rem Tangan, Mobil di Pekanbaru ini Terjun ke Parit

Senin, 25 Juni 2018 17:58
Korupsi Dana Pendidikan PNS,
Sekda Kuansing Divonis 15 Bulan dan Bendahara 18 Bulan Penjara


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 Maret 2018 13:10
Kembali Demo di Disnaker Dumai, Pekerja Adukan PT SMIP tak Sanggup Bayar Gaji

Puluhan eks karyawan PT SMIP kembali berdemo di Disnaker Dumai. Mereka mengadukan sikap perusahaan yang telah menyatakan tak sanggup membayar gaji para karyawan.

Riauterkini-DUMAI- Perusahaan PT Sumber Mutiara Inti Perkasa (SMIP) yang berlokasi di Medang Kampai, kembali menimbulkan konflik. Penyebabnya adalah karyawan atau pekerja belum menerima gaji sebagaimana yang tertuang dalam kontrak kerja baik dari uang lembur dan gaji bulanan yang dinilai belum menerapkan standar Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2018.

Penegasan ini disamapaikan ratusan pekerja yang menggelar aksi ketiga ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, Senin (12/3/18) pagi. Ratusan buruh kini posisi sudah mengepung Kantor Disnakertrans Kota Dumai di Jalan Kesehatan, Kecamatan Dumai Timur, meminta untuk memperjuangkan nasib mereka kepada perusahaan pabrik gula tersebut.

Berikut ini kutipan pernyataan Forum Komunikasi Pekerja PT Sumber Mutiara Indah Perkasa yang berhasil diterima riauterkini.com:

PERNYATAAN SIKAP

Kami atas nama Forum Komunikasi Pekerja PT. Sumber Mutiara Indah Perkasa atau disingkat FKP - PT. SMIP yang merupakan organisasi pekerja yang dibentuk oleh pekerja PT. SMIP bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja khusus yang bekerja di PT. SMIP, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap terhadap kebijakan dan perbuatan yang telah dilakukan oleh PT. SMIP terhadap pekerja di PT. SMIP sebagai berikut :

1. Mendesak Pemerintah Kota Dumai melalui Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Dumai bersikap tegas untuk menyelesaikan masalah antara pekerja dengan PT. SMIP.

2. Mendesak dan menuntut Badan Penyelengara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Dumai sebagai Institusi yang diamanahkan oleh Undang-undang untuk menindak tegas PT. SMIP yang tidak mengikut sertakan pekerja yang bekerja di perusahaannya sebagaI peserta BPJS. Terhadap kejadian Kecelakaan Kerja yang terjadi pada pekerja PT. SMIP, kami minta pihak perusahaan dan BPJS bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Dan kami menuntut tanggungjawab PT. SMIP dan BPJS terhadap hak perlindungan pekerja yang tidak kami peroleh selama kami bekerja untuk tetap dan harus kami terima.

3. Mendesak Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Dumai untuk memberikan sanksi tegas terhadap PT. SMIP karena telah melanggar Undang-undang No. 1 Tahun 1970 dan Nomor 23 Rahun 1992 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja karena tidak memberlakukan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk pekerja di PT. SMIP. Sampai hari ini kami pekerja di PT. SMIP tidak pernah diberikan Alat Pelindung Diri (APD) dalam bekerja, kami juga tidak diberikan fasilitas air minum yang sehat dan akhirnya kami harus minum air mentah di tempat kerja.

4. Mendesak Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Dumai untuk menindak tegas PT. SMIP yang melanggar ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, yang memperkerjakan pekerja dengan gaji/upah dibawah Upah Minimum Kota Dumai dan penyelesaian terhadap upah lembur yang belum dibayarkan oleh PT. SMIP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum perusahaan yang melakukan Ujaran Kebencian terhadap pekerja, hal ini berdampak terhadap semakin memburuknya hubungan antara pekerja denganperusahaan. Permasalahan ini juga menjadi preseden munculnya konflik masyarakat lokal dengan perusahaan. Untuk mengantisipasi konflik yang lebih besar akibat dari ujaran kebencian ini, kami atas nama Forum Komunikasi Pekerja PT. SMIP akan segera melaporkan hal ini kepada penegak hukum.

6. Menuntuk pihak PT. SMIP untuk memperkerjakan kembali rekan kami yang dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri karena pekerja menuntut hak-hak pekerja di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Dumai.

7. Perlu kami tegaskan bahwa kami adalah asset perusahaan PT. SMIP yang mempunyai semangat kerja tinggi untuk bekerja dan memajukan perusahaan, namun kami tidak diperlakukan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan justru kami sangat menyayangkan kami dianggap sebagai musuh bukan sebagai pekerja yang ikut membesarkan perusahaan dan mendukung perusahaan menjadi lebih maju. Oleh karena itu, dengan tegas kami sampaikan kepada pemilik atau owner PT. SMIP untuk dengan tegas melakukan evaluasi terhadap staff yang dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dan justru membuat perselisihan antaran pekerjan dan perusahaan.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan tegas, dan kami mendesak agar Pemerintah dapat menyelesaikan persoalan kami ini dengan arif dan bijaksana tanpa ada kepentingan dan keberpihakan yang merugikan pekerja.

Kami akan tetap bertahan di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Dumai sebelum ada kesepakan penyelesaian yang win win solusi antara pekerja dan perusahaan.***(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- .
- Perintahkan Sekdako Tuntaskan Kemelut PJU,
Walikota Firdaus: Itu Uang Rakyat, Tak Bisa Seenaknya

- Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006
- Ditanya Embarkasi Haji Antara, Wagub Kembali Tuding Kanwil Agama Riau Jadi Sumber Masalah
- Bupati Kampar Bentuk Tim Percepat Pembangunan Universitas Yatim ASEAN
- Camat BS, Bengkalis Izinkan Tempat Hiburan Buka Selama Pilgubri
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Pekanbaru ke-234 di Kantor Baru
- Gubri Launching Pencanaganan Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Riau
- Biaya Perawatan Korban Ditanggung,
Ini Penyebab Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh Versi Pengelola

- ‎Plafon Masjid Agung Islamic Center Rohul Runtuh, Warga Asahan Sumut Dirawat di RSUD
- Makna Tradisi Hari Raya Enam dan Ziarah Kubur di Kampar
- Andi Rachman Terima Penghargaan dari DHN Angkatan 45
- Puluhan Ribu Simpatisan Hadiri Kampanye Akbar Pasangan Wardan-SU di Kotabaru
- Terjatuh di Rumah Dinas,  Asisten III Pemkab Meranti Meninggal Dunia
- TNI Peduli, Dandim 0303/Bengkalis Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu
- DP3A Kota Pekanbaru Siap Launching e-cikpuan
- Kualitas Gambar dan Suara Buruk, Siaran Langsung Debat Peserta Pilgubri Mengecewakan
- Polres Bengkalis dan Wartawan Berbagi Sembako
- Ribuan Warga Sunda Riau Hadiri Halal Bihalal Bersama Kapolda Riau
- Selama Libur Idul Fitri 2018,
Objek Wisata di Rohul Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com