Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 24 Juni 2018 15:17
Ajak Gunakan Hak Pilih di Pilgubri,
Ketua IPMK2M Pekanbaru: Money Politik dan Golput Mencederai Demokrasi


Ahad, 24 Juni 2018 15:14
Dikawal 'Ketat' Polisi, Hari Ini KPU Bengkalis Distribusikan Logistik Pilgubri ke Kecamatan

Ahad, 24 Juni 2018 13:42
Hari Tenang, Tim Gabungan di Bengkalis Bongkar Puluhan APK Pilgubri

Ahad, 24 Juni 2018 10:23
Pasang Tenda untuk Halal bi Halal, 4 Warga Dumai Kesetrum Listrik

Ahad, 24 Juni 2018 06:37
Masuk Masa Tenang, KPU Bersihkan Alat Peraga Peserta Pilgubri

Ahad, 24 Juni 2018 06:34
Warung Pengawasan Bentuk Sosialisasi dan Edukasi untuk Masyarakat

Sabtu, 23 Juni 2018 21:58
Lagu Lancang Kuning Berlayar Malam Gambarkan Kegigihan Andi Rachman Memimpin Riau

Sabtu, 23 Juni 2018 20:03
Diduga Sakit,
Pria Stres di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas dalam Pos Sekuriti


Sabtu, 23 Juni 2018 19:52
Dihadiri Seribuan Massa, Firli Gelar Kampanye Terbuka Terakhir di Duri

Sabtu, 23 Juni 2018 16:48
Makna Tradisi Hari Raya Enam dan Ziarah Kubur di Kampar

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:22
Untuk Tingkat SD dan SMP,
Bupati Kuansing Tetapkan Budaya Melayu Riau sebagai Muatan Lokal Wajib


Bupati Kuansing meluncurkan sekaligus menetapkan Budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, khusunya di tingkat SD dan SMP.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si Launching dan Tetapkan Budaya Melayu Riau Sebagai Muatan Lokal Wajib Tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Kuantan Singingi, didampingi oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, dan seluruh koordinator wilayah/kepala sekolah Se Kabupaten Kuantan Singingi, yang bertempat di Aula SMAN Pintar, Selasa (13/3/18).

Pada kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Dan Olahraga Kabupaten Kuansing ini, Bupati Mursini menyampaikan tujuan pembelajaran mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau adalah Mata Pelajaran Muatan Lokal yang menjadi bagian dari kurikulum 2013, untuk itu perlu dikembangkan agar dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan ciri khas kearifan lokal dan potensi sumber daya daerah khususnya Provinsi Riau.

Hal ini merujuk kepada visi Riau “Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Budaya Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2020”, maka tujuan pembelajaran Budaya Melayu Riau sendiri selain untuk memperkenalkan budaya Melayu Riau, juga untuk pembentukan watak sebagaimana tuntutan dalam arah pendidikan dewasa ini.

"Kita terus berkoordinasi dan diskusi dengan pihak Lembaga Adat Melayu Riau, baik itu untuk penyusunan buku serta hal-hal yang berkaitan dengan materi Budaya Melayu Riau. Sehingga di tahun 2018 ini, kita sudah menerapkan Budaya Melayu Riau ini dalam mata pelajaran muatan lokal wajib tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Keuangan Singingi," ujar Mursini.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga yang diwakili oleh DR. Yusri Rasul, ST. MT menyampaikan secara spesifik bahwa Pemerintah Daerah Riau melalui Peraturan Gubernur Nomor 72 tahun 2015 menegaskan bahwa mata pelajaran muatan lokal yang diberlakukan di seluruh sekolah di Riau adalah Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, yaitu mata pelajaran yang berisikan budaya melayu Riau yang meliputi: sejarah, sistem nilai, kebiasaan hidup berpola atau tradisi dan karya masyarakat melayu Riau yang diajarkan secara terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Dari peraturan gubernur ini jelas sekali bahwa materi yang akan diajarkan dalam kurikulum muatan lokal adalah tentang potensi-potensi atau keunggulan yang dimiliki setiap daerah dimana peserta didik berada. Potensi dan keunikan lokal itu bisa berupa: Adat istiadat, bahasa dan sastra, pakaian, alam, sejarah, seni dan makanan yang ada di Riau beserta cabang dan turunannya Muatan lokal dalam kurikulum 2013, paparnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar juga menyampaikan bahwa Melayu Riau itu luas. "Kita melihat Melayu Riau itu seperti taman". Karenanya perlu pembekalan untuk membuka wawasan para Kepala Sekolah, bahwa Melayu Riau itu luas dan penting sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah.

Ada 13 aspek yang dijelaskan oleh Datuk Seri Al Azhar dalam kegiatan ini, di antaranya mulai dari nilai-nilai asas, adab dan adat Melayu, bahasa Melayu, kearifan ekologis, ekonomi, teknologi, kesenian Melayu hingga kepemimpinan dalam Melayu.

Bagi LAM Riau, muatan lokal Buday Melayu Riau ini penting sebagai cara untuk pembudayaan budaya Melayu kepada anak didik. "Agar budaya Melayu itu menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari sebagai simbol atau pun warisan saja," paparnya.

Untuk penyusunan kurikulum, akan dilakukan oleh LAM Riau dan Dinas Pendidikan dan Olahraga, sebagaimana yang termaktub dalam Pergub. Peranan LAM Riau sendiri terutama pada verifikasi materi. Saat ini LAM Riau juga sedang menyusun buku untuk pegangan guru di sekolah. Saat ini persiapan yang dilakukan sudah cukup matang.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Makna Tradisi Hari Raya Enam dan Ziarah Kubur di Kampar
- Andi Rachman Terima Penghargaan dari DHN Angkatan 45
- Puluhan Ribu Simpatisan Hadiri Kampanye Akbar Pasangan Wardan-SU di Kotabaru
- Terjatuh di Rumah Dinas,  Asisten III Pemkab Meranti Meninggal Dunia
- TNI Peduli, Dandim 0303/Bengkalis Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu
- DP3A Kota Pekanbaru Siap Launching e-cikpuan
- Kualitas Gambar dan Suara Buruk, Siaran Langsung Debat Peserta Pilgubri Mengecewakan
- Polres Bengkalis dan Wartawan Berbagi Sembako
- Ribuan Warga Sunda Riau Hadiri Halal Bihalal Bersama Kapolda Riau
- Selama Libur Idul Fitri 2018,
Objek Wisata di Rohul Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

- Jatuh Tempo Liburan Idul Fitri, Samsat Bengkalis Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
- Siakkecil, Bengkalis Wakili Riau Program IVA Tes Kanker Serviks
- Wow, Direktur RSUD Mandau Dapat Tiga Mobil Dinas
- Pasca Cuti Lebaran,
Absen di Hari Pertama Kerja, Pemkab Kampar Potong Tunjangan ASN dan THL

- 14 Hari Operasi Ketupat Muara Takus, di Riau Terjadi 40 Kasus Kecelakaan
- Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, ASN Pemkab Bengkalis Diklaim Hadir 98 Persen
- Bersama BRI dan ATIOS, Pemko Pembahasan Finalisasi Percepatan Smart City
- Hari Pertama 'Ngantor', Bupati Harris Sidak di Sejumlah OPD
- Sidak ke RSUD Arifin Achmad, Plt Gubri Pastikan Pelayanan Kesehatan Normal
- Hari Pertama Kerja, ASN Pemko Pekanbaru Pakai Tanjak dan Baju Melayu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com