Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 18:53
Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT

Selasa, 25 September 2018 18:48
RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau

Selasa, 25 September 2018 17:34
Kemarau, Petani Kuansing Keluhkan Susutnya Air Bendungan Batang Pangean

Selasa, 25 September 2018 17:30
Satpolair Polres Bengkalis Gencar Sosialisasikan Netral

Selasa, 25 September 2018 16:22
Bersama Adkasi, Ketua DPRD Pelalawan Perjuangkan Pegawai Honorer

Selasa, 25 September 2018 15:20
Korupsi Danau Buatan, Jaksa Hadirkan Lima Saksi

Selasa, 25 September 2018 15:20
‎Peringati HUT ke-14, RSUD Rohul Terus Berupaya Lakukan Percepatan Akreditasi

Selasa, 25 September 2018 15:09
Kerjasama dengan BIG,
Anggota DPR RI Sayed Abubakar A Assegaf Gelar Sosialisasi UU tentang Informasi Geopasial


Selasa, 25 September 2018 15:06
Manjakan Pelanggan Setianya,
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana dan Voucher Data Super 4G Unlimited



Selasa, 25 September 2018 15:04
Hingga September, Polda Riau Tetapkan 32 Tersangka Karhutla

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:22
Untuk Tingkat SD dan SMP,
Bupati Kuansing Tetapkan Budaya Melayu Riau sebagai Muatan Lokal Wajib


Bupati Kuansing meluncurkan sekaligus menetapkan Budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, khusunya di tingkat SD dan SMP.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si Launching dan Tetapkan Budaya Melayu Riau Sebagai Muatan Lokal Wajib Tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Kuantan Singingi, didampingi oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, dan seluruh koordinator wilayah/kepala sekolah Se Kabupaten Kuantan Singingi, yang bertempat di Aula SMAN Pintar, Selasa (13/3/18).

Pada kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Dan Olahraga Kabupaten Kuansing ini, Bupati Mursini menyampaikan tujuan pembelajaran mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau adalah Mata Pelajaran Muatan Lokal yang menjadi bagian dari kurikulum 2013, untuk itu perlu dikembangkan agar dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan ciri khas kearifan lokal dan potensi sumber daya daerah khususnya Provinsi Riau.

Hal ini merujuk kepada visi Riau “Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Budaya Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2020”, maka tujuan pembelajaran Budaya Melayu Riau sendiri selain untuk memperkenalkan budaya Melayu Riau, juga untuk pembentukan watak sebagaimana tuntutan dalam arah pendidikan dewasa ini.

"Kita terus berkoordinasi dan diskusi dengan pihak Lembaga Adat Melayu Riau, baik itu untuk penyusunan buku serta hal-hal yang berkaitan dengan materi Budaya Melayu Riau. Sehingga di tahun 2018 ini, kita sudah menerapkan Budaya Melayu Riau ini dalam mata pelajaran muatan lokal wajib tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Keuangan Singingi," ujar Mursini.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga yang diwakili oleh DR. Yusri Rasul, ST. MT menyampaikan secara spesifik bahwa Pemerintah Daerah Riau melalui Peraturan Gubernur Nomor 72 tahun 2015 menegaskan bahwa mata pelajaran muatan lokal yang diberlakukan di seluruh sekolah di Riau adalah Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, yaitu mata pelajaran yang berisikan budaya melayu Riau yang meliputi: sejarah, sistem nilai, kebiasaan hidup berpola atau tradisi dan karya masyarakat melayu Riau yang diajarkan secara terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Dari peraturan gubernur ini jelas sekali bahwa materi yang akan diajarkan dalam kurikulum muatan lokal adalah tentang potensi-potensi atau keunggulan yang dimiliki setiap daerah dimana peserta didik berada. Potensi dan keunikan lokal itu bisa berupa: Adat istiadat, bahasa dan sastra, pakaian, alam, sejarah, seni dan makanan yang ada di Riau beserta cabang dan turunannya Muatan lokal dalam kurikulum 2013, paparnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar juga menyampaikan bahwa Melayu Riau itu luas. "Kita melihat Melayu Riau itu seperti taman". Karenanya perlu pembekalan untuk membuka wawasan para Kepala Sekolah, bahwa Melayu Riau itu luas dan penting sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah.

Ada 13 aspek yang dijelaskan oleh Datuk Seri Al Azhar dalam kegiatan ini, di antaranya mulai dari nilai-nilai asas, adab dan adat Melayu, bahasa Melayu, kearifan ekologis, ekonomi, teknologi, kesenian Melayu hingga kepemimpinan dalam Melayu.

Bagi LAM Riau, muatan lokal Buday Melayu Riau ini penting sebagai cara untuk pembudayaan budaya Melayu kepada anak didik. "Agar budaya Melayu itu menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari sebagai simbol atau pun warisan saja," paparnya.

Untuk penyusunan kurikulum, akan dilakukan oleh LAM Riau dan Dinas Pendidikan dan Olahraga, sebagaimana yang termaktub dalam Pergub. Peranan LAM Riau sendiri terutama pada verifikasi materi. Saat ini LAM Riau juga sedang menyusun buku untuk pegangan guru di sekolah. Saat ini persiapan yang dilakukan sudah cukup matang.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT
- RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau
- Bupati Kuansing Minta Pimpinan Instansi Terapkan Sistem SPIP
- Tuntut Penundaan CPNS, Massa FHK2I Demo di DPRD Riau
- BKD Riau Janji Teruskan Tuntutan Pegawai Honor ke Menpan dan BKN Pusat
- Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang
- Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan
- Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum
- Aksi Heroik Basarnas Selamatkan Warga Dalam Bencana Gempa 7,0 SR di Cibubur
- Lima Proyek Strategis Pemprov Riau Deviasi Plus
- Ketua DPRD Pelalawan Siap Perjuangkan Uang Transportasi Guru Bantu Provinsi
- Pembangunan Jembatan Siak IV Masih Minus Tiga Persen
- Kirab GP Ansor Diizinkan di Merantk Setelah Bersedia Minta Maaf pada UAS dan tak Bawa Islam Nusantara
- Usai Pemeliharaan, Lampu Jalan RSUD dan Komplek Pemda Kuansing Kembali Nyala
- Dinsos Bengkalis Salurkan Bantuan Sembako kepada 294 Lansia
- Ratusan Massa Gelar Demo Peringati Hari Tani Nasional
- Mendagri Baru Kirim SK Wan Thamrin Plt Gubri
- Plt Gubri Minta Pembahas APBD Belajar dari Kasus Malang dan Jambi
- Ngopi Bareng, Camat Tampan Pererat Hubungan dengan Wartawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com